Sukses

Benarkah Sering Minum Jamu Picu Gagal Ginjal?

Konsumsi jamu kerap dikaitkan dengan risiko terjadinya gagal ginjal. Benarkah anggapan tersebut? Yuk, simak penjelasan medisnya!

Klikdokter.com, Jakarta Jamu kian digemari karena dianggap memiliki kandungan yang lebih alami, sehingga minim efek samping. Itulah sebabnya banyak ditemui pasien yang lebih memilih jamu sebagai pengobatan utama. Padahal, asal minum jamu telah disebut dapat merusak ginjal, hingga menimbulkan gagal ginjal.

Jamu adalah obat herbal asli Indonesia yang cara meracik dan pemanfaatannya berdasarkan pengetahuan tradisional. Sejauh ini, pembuktian khasiat jamu pun hanya berdasarkan pengalaman atau data empiris, bukan uji ilmiah dan uji klinis. Sehingga manfaat jamu bagi kesehatan juga masih diragukan.

Jangan asal minum jamu

Dalam mengonsumsi dan memilih jamu Anda harus sangat berhati-hati. Sebab, saat ini banyak produsen jamu yang menambahkan senyawa atau bahan kimia lain yang justru membahayakan kesehatan ginjal.

Jamu yang memenuhi syarat adalah yang telah lolos uji BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan. Biasanya jamu yang tidak lulus BPOM akan mengiming-imingi konsumen dengan kesembuhan instan.

Jadi, sebagai konsumen Anda juga harus cerdas. Jangan mudah tertipu oleh “rayuan” tersebut.

Bila jamu yang tidak memenuhi syarat ini dikonsumsi dalam jangka waktu panjang, dampak yang akan terjadi adalah munculnya gangguan kesehatan lainnya. Endapan-endapan zat jamu dapat meningkatkan kerja ginjal, sehingga lama-kelamaan dapat terjadi gagal ginjal.

Konsumsi jamu ini juga tidak disarankan pada mereka yang sedang sakit atau tengah menjalani pengobatan. Orang dengan penyakit tertentu, terutama penyakit ginjal, sangat tidak disarankan untuk konsumsi jamu.

Sebab, kerusakan yang terjadi pada ginjal akan bertambah parah akibat peningkatan kerja ginjal setelah mengonsumsi jamu.

Tips memilih jamu untuk dikonsumsi

Jamu yang telah lolos BPOM tentunya tidak berbahaya jika dikonsumsi sesuai aturan. Oleh sebab itu, lebih jelilah saat membeli jamu untuk diminum. Berikut ini beberapa tips untuk mengetahui apakah jamu yang Anda pilih sudah memenuhi syarat:

  1. Pilihlah jamu yang sudah mendapatkan nomor registrasi dan logo “Jamu” dari BPOM.
  2. Periksa kemasan, mulai dari tulisan, komposisi, pabrik pembuat dan informasi penting lainnya terkait kondisi kesehatan Anda. Jika ada yang mencurigakan dari jamu tersebut, lebih baik jangan dikonsumsi.
  3. Belilah jamu langsung dari toko khusus herbal yang terpercaya, sehingga kualitas dan kebersihannya juga terjamin. Penyimpanan jamu yang tidak sesuai dapat merusakan kandungan dan manfaat jamu.
  4. Bila Anda sedang dalam pengobatan atau sakit, konsumsi obat medis tetap harus yang utama. Konsultasikan jamu yang Anda konsumsi dokter yang merawat dan pastikan jamu tersebut aman untuk dikonsumsi bersama obat. Jangan pernah hanya bergantung pada jamu dan mengabaikan obat medis Anda.
  5. Imbangi konsumsi jamu dengan minum air putih yang banyak. Hal ini dapat membantu kerja ginjal dalam membersihkan endapan senyawa jamu yang menumpuk di dalamnya.

Pada dasarnya tidak ada larangan mengonsumsi jamu dalam dunia medis, asalkan jamu yang dikonsumsi telah lulus uji BPOM. Sehingga jamu pun terbukti aman bagi tubuh. Ada baiknya, lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum membeli atau mengonsumsi jamu.

Sehebat apa pun khasiat yang tertera pada kemasannya, obat herbal atau jamu tidak dapat menggantikan peran obat medis sebagai terapi utama penyakit. Anda boleh mengonsumsinya sebagai pelengkap pengobatan, tentunya setelah berkonsultasi dengan dokter. Dan jangan lupa, ikuti berbagai tips di atas sebelum membeli jamu.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar