Sukses

6 Permainan yang Efektif Tingkatkan Kecerdasan Anak

Ingin agar kecerdasan anak terus terasah dengan baik? Ajak ia melakukan beragam permainan menyenangkan ini!

Klikdokter.com, Jakarta Pola pikir dan kecerdasan anak bisa dikembangkan melalui berbagai macam permainan dan aktivitas. Utamanya, melalui permainan yang mengasah otak atau brain games.

Selain terhibur, ada banyak keterampilan yang diasah saat anak memainkan jenis permainan tersebut. Di antaranya pola berpikir kritis dan kemampuan memahami serta memecahkan masalah secara kreatif.

Beberapa jenis permainan otak atau brain games yang bisa dimainkan oleh si Kecil, antara lain:

  1. Balok lego

Permainan yang tergolong construction play ini baik dimulai sejak anak berusia 1,5 tahun. Ini adalah jenis brain games paling dasar dan tetap populer hingga kini. Lewat permainan balok lego, aspek perkembangan si Kecil diasah melalui pengenalan bentuk, warna, dan ukuran.

Keterampilan memahami, menalar, maupun mengingat hubungan antar objek atau ruang (visuospasial) dan kreativitas diasah saat anak membuat bangunan atau benda-benda sesuai imajinasinya. Begitupun dengan kemampuan motorik halus anak.

Saat memulainya, kenalkan balok-balok berukuran besar dan bertema untuk balita.Setelah anak berusia 5 tahun atau lebih, Anda dapat mengenalkan ukuran balok yang lebih kecil dan tidak bertema agar anak terpacu untuk mengembangkan imajinasinya sendiri.

  1. Monopoli

Monopoli merupakan salah satu permainan legendaris yang hingga kini masih sering dimainkan untuk mengisi waktu luang. Variannya pun cukup banyak dan disesuaikan dengan tahapan usia.

Jenis monopoli yang paling sederhana bisa mulai dimainkan ketika anak berusia 5 tahun. Permainan ini mengasah pola berpikir strategis dan kemampuan berhitung, karenanya sangat baik untuk mengasah kecerdasan si Kecil.

  1. Puzzle

Puzzle adalah salah satu permainan yang tak pernah lekang oleh waktu. Melalui permainan ini kemampuan memecahkan masalah dan kognitif anak benar-benar diasah.

Puzzle pada awalnya merujuk kepada jigsaw puzzle atau puzzle bergambar. Namun kini, jenis puzzle kian beragam, di mana pada intinya ada teka-teki yang harus dipecahkan. Contohnya, yaitu tangram, scrabble, sudoku, kubus rubik, teka teki silang, logic puzzle, dan lainnya.

  1. Bermain peran

Bermain peran merupakan salah satu cara terbaik untuk mengasah kemampuan kognitif, berbahasa, dan keterampilan sosial anak. Kemampuan anak dalam berimajinasi serta memahami dunia di sekitarnya juga diasah melalui permainan ini. Proses pikir anak dirangsang untuk berkembang, karena Anda dapat mengajukan berbagai pertanyaan terbuka kepada mereka.

Anda dapat mengajak si Kecil memerankan sebuah profesi, misalnya menjadi koki, dokter gigi, penyanyi, guru, dan sebagainya.

  1. Permainan yang mengasah memori

Permainan yang mengasah memori (memory games) memiliki banyak variasi, di antaranya adalah permainan mencocokkan gambar sederhana untuk anak balita. Tingkat kesulitannya pun dapat disesuaikan dengan mengubah jumlah elemen yang dicocokkan. Permainan ini dapat membantu anak meningkatkan fokus dan perhatian, juga kemampuan visual serta kognitifnya.

  1. Halang rintang (obstacle courses)

Permainan ini tak hanya mengasah otak, tetapi juga menuntut si Kecil untuk bergerak aktif karena dirinya perlu berjalan, merangkak, melompat, melempar, memecahkan teka-teki, dan lain sebagainya hingga sampai di tujuan.

Anda tak perlu khawatir atau repot, sebab permainan ini dapat dilakukan di dalam ruang keluarga. Caranya, siapkan rintangan-rintangan menggunakan peralatan atau furnitur di dalam rumah, misalnya bantal, guling, kursi, meja, sofa, kotak penyimpanan, tali, kertas, bola, dan lainnya. Sesuaikan tingkat kesulitan dengan batas kemampuan dan usia si Kecil.

Permainan halang rintang akan mengasah keterampilan motorik kasar, persepsi visual, perencanaan, koordinasi, kemampuan memecahkan masalah, dan pola berpikir kritis si Kecil.

Bermain merupakan suatu hal yang tak terpisahkan dari tumbuh kembang anak. Ketika si Kecil bermain, itu tidak sekadar untuk menghibur dirinya, melainkan untuk belajar.

Sesungguhnya, pembelajaran lewat permainan sudah dilakukan sejak seorang anak terlahir ke dunia. Ketika Anda melihat seorang bayi mencoba meraih mainan, sebetulnya ia sedang belajar untuk membentangkan tangan supaya bisa meraih apa yang diinginkannya. Oleh sebab itu, Anda sebagai orangtua wajib memberikan anak waktu yang cukup untuk bermain. Dengan demikian, kecerdasan dan tumbuh kembang si Kecil akan berlangsung dengan lebih optimal.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar