Sukses

Ikut Merayakan Nyepi, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan Mental

Ikut merayakan Nyepi ternyata bisa bermanfaat untuk kesehatan mental. Tertarik mencobanya? Ini dia manfaat yang akan Anda rasakan!

Klikdokter.com, Jakarta Hari raya Nyepi merupakan hari sakral bagi umat Hindu, yang dirayakan berdasarkan penanggalan atau kalender Saka. Dalam perayaannya, umat Hindu benar-benar mengisolasi diri dari paparan dunia luar, termasuk tidak menggunakan atau menghidupkan api, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak mendengarkan hiburan. Tak sekadar itu, hari raya Nyepi juga sering diperingati dengan cara melakukan meditasi.

Mereka yang ikut merayakan Nyepi mengaku bahwa aktivitas tersebut di hari raya Nyepi bermanfaat untuk mengintrospeksi dan membenahi diri dari dalam. Dengan demikian, mereka yang ikut merayakan Nyepi bisa memetik beragam manfaat sehat berikut ini:

  1. Emosi lebih stabil

Berbagai masalah yang menumpuk dapat menambah beban mental, sehingga emosi menjadi cenderung tidak stabil. Dengan menyepi dan melakukan meditasi, Anda akan memiliki perspektif baru dalam melihat situasi, lebih waspada, mengurangi energi negatif, lebih sabar dan tenang, serta meningkatkan kreativitas serta imajinasi.

  1. Menghilangkan stres

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa stres dapat menyebabkan terjadinya berbagai penyakit berbahaya. Nah, untuk mencegah terjadinya hal tersebut, meditasi di saat hari raya Nyepi adalah tindakan tepat untuk dilakukan.

Riset yang dilakukan oleh University of Wisconsin di Amerika Serikat menyebutkan bahwa responden yang melakukan meditasi selama 8 minggu secara rutin mengalami penurunan tingkat stres dan cenderung bersikap lebih optimis.

  1. Menjadi lebih bahagia

Berdasarkan studi yang dilakukan di the University of Utah, Amerika Serikat, meditasi bisa membantu menjernihkan pikiran, sehingga emosi menjadi lebih stabil, tingkat fokus bertambah, dan rasa bahagia lebih terasa.

  1. Menurunkan risiko depresi

Meditasi terbukti mampu menurunkan risiko depresi. Hal ini dikonfirmasi oleh penelitian yang dimuat pada jurnal Biological Psychiatry.

Penelitian tersebut dilakukan pada 35 wanita maupun pria yang menganggur dan sedang mengalami stres berat akibat kesulitan mencari pekerjaan. Usai melakukan meditasi selama 3 hari berturut-turut, para responden mengalami perbaikan kondisi dan tanda-tanda stres maupun depresi menjadi sangat minim.

Saat diwawancarai, responden cenderung bersikap tenang dan lebih fokus. Bahkan, setelah 4 bulan usai penelitian, indikator peradangan di dalam tubuh responden juga ditemukan berkurang.

  1. Meringankan gejala PTSD

Individu dengan PTSD (Post-traumatic Stress Disorder) umumnya memiliki pengalaman atau menyaksikan kejadian-kejadian traumatik. Kejadian tersebut misalnya keadaan yang mengancam jiwa atau fisik, momen saat tidak dapat berbuat apa-apa, ketakutan, bahkan situasi yang mendekati kematian.

Menurut studi yang dipublikasikan di International Journal of Yoga pada tahun 2013, melakukan meditasi dengan teknik tertentu dapat mengurangi stres yang dialami pasien PTSD melalui pengaruhnya terhadap sistem saraf parasimpatis.

  1. Mengurangi gejala gangguan cemas

Gangguan kecemasan dapat menjadi awal dari suatu kondisi yang serius apabila rasa khawatir dan takut timbul secara konstan. Dengan melakukan meditasi, hal tersebut bisa diatasi. Sebab, beberapa penelitian melaporkan bahwa gejala gangguan cemas, depresi, dan kesehatan mental bisa diperbaiki dengan melakukan meditasi secara rutin dan teratur.

Ikut merayakan hari raya Nyepi adalah sebuah pilihan yang bijak. Aktivitas tersebut bisa membuat Anda merasakan beragam manfaat, khususnya untuk kesehatan mental.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar