Sukses

Tanda Gangguan Pendengaran pada Anak

Mengetahui anak mengalami gangguan pendengaran bukanlah perkara mudah. Berbagai gejala berikut bisa jadi tanda adanya masalah tersebut.

Klikdokter.com, Jakarta Bisa mendengar dengan baik merupakan hal yang sangat esensial bagi perkembangan anak. Kemampuan mendengar akan menstimulasi otak, mengasah kemampuan berpikir, berbicara, dan berinteraksi dengan orang lain. Jika seorang anak mengalami gangguan pendengaran, maka perkembangannya akan ikut terganggu.

Studi pada anak balita menunjukkan bahwa setidaknya dua dari 100 anak balita mengalami gangguan pendengaran, dan sebagian besar kasus terlambat diketahui. Hal ini karena anak umumnya tak bisa mengungkapkan bahwa pendengarannya terganggu.

Padahal sebenarnya, jika orang tua sejak awal mengetahui berbagai gejala gangguan pendengaran pada anak, berbagai upaya bisa dilakukan sejak dini agar kondisi pendengaran anak tak semakin memburuk. Jadi, bekali diri Anda sebagai orang tua dengan informasi tersebut.

Gejala gangguan pendengaran sesuai tahapan usia anak

Gangguan pendengaran pada anak bisa terjadi sejak lahir akibat kelainan bawaan, bisa juga terjadi dalam proses pertumbuhan anak, misalnya karena infeksi telinga tengah (otitis media).

Oleh karena itu, meski pendengaran anak baik saat lahir, sebagai orang tua Anda juga perlu waspada dengan adanya kemungkinan gangguan pendengaran saat anak bertambah usia. Berikut ini adalah tanda gangguan pendengaran pada si Kecil sesuai dengan usianya:

  1. Usia

    • Tidak terkejut ketika mendengar suara dengan volume tinggi
    • Tidak terlihat merespons (tersenyum atau menoleh) ketika dipanggil oleh suara yang familiar
    • Tidak berceloteh ”ma-ma”, ”da-da”, ”ta-ta” atau sejenisnya
    • Tidak tertarik dengan mainan yang mengeluarkan bunyi
    • Tidak mengerti perintah yang sederhana, misalnya melambaikan tangan jika orang tua mengatakan ”dadah”
  1. Usia 9-15 bulan

    • Tidak mengucapkan berbagai macam suara dengan berbagai suku kata
    • Tidak menunjukkan respons ketika namanya dipanggil
    • Saat rewel tidak terlihat lebih tenang saat mendengar suara orang terdekatnya
    • Tidak mengeluarkan berbagai macam intonasi suara untuk mengekspresikan rasa senang, kesal, atau sedih
    • Tidak mencoba mengulangi kata-kata yang diucapkan oleh orang dewasa di dekatnya
  1. Usia 15-24 bulan

    • Tidak tertarik mendengarkan cerita atau lagu
    • Tidak sering menyanyi atau berbicara
    • Tidak mampu menunjuk anggota tubuh saat orangtua meminta si Kecil menunjuk anggota tubuhnya tersebut
    • Tidak mampu mengucapkan hal sederhana yang rutin dilakukan sehari-hari seperti ”makan”, ”mama ”, ”papa”
    • Belum bisa berbicara membentuk satu atau dua kata
  1. Usia di atas dua tahun

    • Tidak menjawab jika dipanggil
    • Sering menonton televisi dengan volume sangat keras
    • Jika ditanya, anak sering kali menjawab dengan ’tidak nyambung’
    • Artikulasi bicara tidak jelas
    • Kemampuan bicara lebih lambat dibandingkan anak seusianya
    • Mengalami kesulitan belajar di sekolah
    • Mengeluhkan nyeri di telinga atau telinganya terasa penuh

Jika terdapat salah satu dari tanda-tanda di atas, ada kemungkinan bahwa si Kecil mengalami gangguan pendengaran. Untuk memastikannya, orang tua perlu memeriksakan anak ke dokter ahli telinga, hidung, dan tenggorokan.

Penanganan gangguan pendengaran pada anak

Bila anak dicurigai mengalami gangguan pendengaran, dokter akan melakukan pemeriksaan fungsi pendengaran untuk memastikan ada tidaknya gangguan pendengaran.

Jenis pemeriksaannya tergantung pada usia si Kecil, bisa berupa audiometri nada murni, play audiometry, auditory brainstem response (ABR) testi, timpanometri, otoaucoustic emissions (OAE) test, atau jenis pemeriksaan lainnya.

Jika ditemukan ada gangguan pendengaran, umumnya dokter akan menyarankan penggunaan alat bantu dengar, operasi di daerah liang telinga tengah, atau pemberian obat-obatan, tergantung dari jenis gangguan pendengaran yang dialami anak.

Gangguan pendengaran pada anak bisa bersifat sementara atau permanen. Namun demikian, yang paling penting adalah mendeteksi gangguan pendengaran sedini mungkin agar bisa ditangani dengan tepat, sehingga tumbuh kembang anak tetap bisa berjalan optimal.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar