Sukses

Kenali Manfaat Brokoli untuk Asam Urat

Asam urat bisa dicegah dengan diet rendah purin. Nah, salah satu makanan yang direkomendasikan untuk penderitanya adalah brokoli.

Klikdokter.com, Jakarta Penderita asam urat tentunya tahu bahwa harus berhati-hati dalam memilih makanan dan tidak boleh nekat mengonsumsi makanan yang tinggi purin. Ada pula makanan yang harus dibatasi, artinya hanya boleh dimakan dalam jumlah sedikit dan dalam frekuensi yang jarang. Nah, salah satu makanan yang direkomendasikan untuk penderita asam urat adalah brokoli. Apa saja manfaat sayuran ini untuk asam urat?

Penyakit asam urat, atau istilah medisnya adalah artritis gout, adalah penyakit yang menyebabkan nyeri di persendian, yang bisa disertai kemerahan dan bengkak. Jika kambuh, tentu saja ini dapat mengganggu aktivitas. Asam urat adalah kondisi terjadinya penumpukan kristal monosodium urat pada sendi dan jaringan. Kristal asam urat yang berlebihan inilah yang akan menumpuk di jaringan tubuh dan menyebabkan inflamasi pada persendian.

Berdasarkan penjelasan dari dr. Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter, asam urat merupakan hasil akhir dari metabolisme purin. Jika jumlah asam urat di dalam tubuh berlebih, kelebihannya tersebut dapat menumpuk di dalam jaringan tubuh dalam bentuk kristal monosodium urat (kristal asam urat).

“Pada tahap awal, biasanya tidak menimbulkan gejala hingga akhirnya terjadi penumpukan kristal pada berbagai organ, apalagi jika tidak diterapi dengan tepat,” jelas dr. Alvin.

Anda juga perlu mengetahui bahwa penderita asam urat berisiko mengalami berbagai macam penyakit, salah satunya adalah penyakit ginjal. Karena itu, menjaga kadar asam urat dalam batas normal sangat dianjurkan.

“Salah satu cara mengontrol kadar asam urat adalah lewat pengaturan makanan,” tegas dr. Alvin.

Manfaat brokoli untuk penderita asam urat

Dilansir dari Livestrong, brokoli diyakini baik untuk penderita asam urat. Brokoli diketahui kaya akan vitamin C, serta, serta sumber baik asam folat dan potasium. American Dietetic Association (ADA) mengklasifikasikan brokoli sebagai makanan fungsional karena kaya akan senyawa bioaktif seperti sulforaphane. Tak hanya itu, brokoli adalah tambahan yang baik untuk diet penderita asam urat karena kandungan purinnya rendah.

Menurut laporan “Gout” yang disusun oleh Drs. Grahame, Simmonds and Carey, brokoli dikategorikan memiliki kadar purin yang rendah, secara spesifik dikelompokkan dengan makanan yang mengandung 50-100 mg purin per 100 gram. Kandungan purin dikatakan tinggi jika memiliki 150-1.000 mg purin per 100 gram.

1 dari 2 halaman

Pola makan tepat untuk penderita asam urat

Bagi penderita asam urat, asam urat bisa kambuh sewaktu-waktu dengan keluhan khas berupa nyeri dan bengkak pada sendi dan ibu jari kaki. Pemicu serangan biasanya berkaitan dengan pola makan tinggi purin, obesitas, dan stres. Berdasarkan pemaparan dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter, untuk mengurangi frekuensi serangan dan peradangan sendi, ikuti diet tepat di bawah ini.

  • Utamakan karbohidrat kompleks. Jenis yang direkomendasikan seperti serealia utuh, nasi merah, dan roti gandum. “Batasi atau hindari makanan dengan pemanis tambahan seperti serealia berpemanis, roti-rotian, kue kering, cake, permen, minuman kemasan, atau produk yang mengandung sirop jagung tinggi fruktosa,” jelas dr. Fiona.
  • Perbanyak sayur dan buah. Asupan ini berguna untuk membantu tubuh mengeluarkan asam urat melalui saluran cerna. Menurut dr. Fiona, konsumsi serat juga akan mengendalikan kadar gula darah dan menstabilkan hormon insulin, yang memengaruhi pembentukan asam urat.
  • Jauhi jeroan. Isi perut hewan ini dikenal mudah memunculkan asam urat karena tinggi purin, sehingga bisa picu serangan gout.
  • Batasi sumber protein hewani. Berdasarkan pemaparan dr. Fiona, daging merah dan ayam boleh dikonsumsi, tetapi dibatasi hanya 100 gram per hari. Pilihlah daging tanpa lemak. Untuk ikan dan seafood, hindari kerang, ikan sarden, teri, dan kembung. Sedangkan ikan tuna, kod, mas, pecak, kakap, salmon, tiram, lobster, kepiting, dan udang boleh dikonsumsi secara terbatas.
  • Perbanyak sumber protein nabati. Sumber protein nabati yang disarankan  seperti lentil, selai kacang, kacang-kacangan, dan polong-polongan.
  • Perbanyak konsumsi vitamin C. Asupan nutrisi ini berguna untuk membantu menurunkan peradangan sendi dan kadar asam urat dalam darah. Sumber vitamin C antara lain jeruk, stroberi, kiwi, jambu merah, brokoli, kol, paprika, tomat, dan lain-lain.
  • Batasi sumber asam lemak jenuh. Beberapa sumber asam lemak jenuh yang patut dibatasi konsumsinya seperti daging, ayam, susu, dan produk susu whole milk atau full-cream. Saran dari dr. Fiona, pilihlah susu skim dan produknya seperti keju atau yoghurt yang rendah lemak.
  • Perbanyak minum air putih. Konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup untuk membantu tubuh mengeluarkan asam urat melalui urine.
  • Batasi ngopi. Studi menunjukkan bahwa konsumsi kopi berkafein dalam batas wajar, yakni 2 cangkir per hari, dapat menurunkan risiko penyakit gout. Meski demikian, kopi mungkin perlu dihindari bila Anda mengalami kondisi medis lain.
  • Hindari alkohol. Hindari alkohol yang berasal dari bir dan minuman beragi lainnya. Wine dianggap aman karena tidak meningkatkan risiko serangan gout, asal dikonsumsi dalam batas wajar.

Penderita asam urat memang harus memperhatikan asupan makanannya. Salah-salah, jika yang dikonsumsi tinggi purin, asam urat bisa kambuh dan mengganggu produktivitas. Karena brokoli rendah purin dan kaya akan vitamin C, tambahkan sumber makanan tersebut ke piring makan Anda sehari-hari. Kombinasikan juga dengan diet yang disarankan untuk penderita asam urat yang disebutkan di atas. Tak hanya itu, taatlah pada pengobatan yang dianjurkan oleh dokter Anda supaya dampaknya bisa optimal.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar