Sukses

Ini Alasannya Mengapa Pria Sering Menutupi Kondisi Kesehatannya

Identik dengan karakter kuat, pria sering menutupi kondisi kesehatannya. Apa alasan di balik tindakan tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Wanita dan pria memiliki sejumlah perbedaan karakter, kesukaan, atau kebiasaan. Hal itu juga tampak dalam hal kesehatan. Survei menemukan bahwa 56% pria lebih sering menutupi kondisi kesehatannya sendiri. Mereka tidak berbagi hal tersebut dengan siapapun, termasuk ke kerabat ataupun dokter. Lantas, apa yang membuat mereka sering menutupi kondisi mereka?

Dikutip dari Very Well Health, alasan pertama yang membuat pria tidak tertarik untuk membicarakan soal kesehatannya adalah karena mereka menganggap bahwa hal itu tidak penting. Cleveland Clinic menyurvei hampir 2.200 orang Amerika. Benar saja, jawaban klasik dari penelitian tersebut adalah: kaum adam tidak ingin terlihat lemah, juga tidak ingin merepotkan dan membuat orang-orang terdekatnya merasa khawatir.

Hal tersebut sebenarnya berkaitan dengan pola asuh yang didapatkan pria sejak mereka kecil. Pasalnya, dari kecil, pria cenderung diajarkan untuk selalu kuat, tidak menangis, tidak takut, dan berani menghadapi segala sesuatunya sendiri. Sehingga, bila ada masalah kesehatan yang mengganggu, pria lebih memilih untuk menyimpannya sendiri.

Berkaitan dengan rasa tidak peduli pria terhadap kondisi kesehatannya sendiri, peneliti ingin mengubah pola pikir tersebut. Itu berarti, pria (atau wanita) wajib memperhatikan dan memeriksakan kesehatannya secara berkala. Bahkan, khusus untuk pria, dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter menyarankan agar rutin menjalani tes kesehatan untuk mengetahui kondisi jantung, gula darah, usus besar, dan prostatnya. Hal ini demi mencegah terjadinya penyakit terkait hal-hal tersebut, khususnya saat lanjut usia.

Masalah medis paling tabu untuk pria

Bagi banyak pria, membahas kesehatan seksual merupakan hal yang tabu. Sebanyak 2 dari 15 pria tidak akan membahas soal ereksi yang menyakitkan dengan pasangan mereka. Sedangkan 43% di antaranya tidak akan membahas disfungsi ereksi sama sekali.

Menurut pria, permasalahan seksual sangat memalukan, apalagi kaum adam kerap diidentikkan dengan keperkasaan. Sehingga, bila ketahuan ternyata fungsi seksual yang dimilikinya bermasalah, mereka takut dicap sebagai pria yang “gagal”.

Padahal, masalah seksual wajib segera diatasi, karena biasanya keadaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan organ kemaluan saja, tetapi juga organ inti tubuh yang lain, seperti jantung. Ini karena ada sebuah studi yang menemukan bahwa 2 dari 3 pria yang dirawat di rumah sakit akibat serangan jantung juga mengalami disfungsi ereksi.

Kendati demikian, bukan berarti pria sama sekali tidak ingin memeriksakan diri ke dokter. Hanya saja, mereka menunggu sampai gejalanya terbilang parah. Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 67% pria akan berkunjung ke dokter bila urine mereka mengeluarkan darah. Dan, sebanyak 59% pria juga akan memeriksakan diri ke dokter bila testis mereka mengalami perubahan. Dengan demikian, meski merupakan hal yang tabu untuk mereka, tetapi masalah seksualitas ternyata juga menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan pria.

Nah, itulah beberapa alasan mengapa pria cenderung menutupi kondisi kesehatannya. Oleh karena itu pria perlu mengubah pola pikirnya. Pria wajib lebih peka dan tidak boleh enggan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Selain itu, baik keluarga maupun teman seharusnya tidak menghakimi seorang pria sebagai pribadi yang lemah jika ia lebih peduli pada kesehatannya.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar