Sukses

Ibunda Mikha Tambayong Meninggal Akibat Penyakit Autoimun

Duka menyelimuti keluarga Mikha Tambayong. Ibundanya, Deva Sheila Malaiholo, meninggal dunia akibat penyakit autoimun.

Klikdokter.com, Jakarta Tangis keluarga tak bisa dibendung saat jenazah Deva Sheila Malaiholo – ibunda artis Mikha Tambayong – tiba di rumah duka di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pukul 22.15 WIB, Minggu (3/3) kemarin. Sebelum meninggal dunia, Deva sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur. Menurut pihak keluarga, Deva meninggal dunia karena penyakit autoimun.

Adik bungsu penyanyi senior Harvey Malaiholo ini mengembuskan napas terakhir ketika Mikha Tambayong tampil di salah satu sesi dalam Java Jazz di JIExpo Kemayoran bersama Harvey Malaiholo. Usai mendengar kabar sang ibunda meninggal, Mikha membatalkan penampilannya di festival musik tahunan itu. Perempuan 51 tahun itu rencananya akan dikebumikan di TPU Menteng Pulo pada Selasa (5/3).

Penyakit autoimun yang mendera Deva rupanya baru terdiagnosis semenjak satu tahun yang lalu. Dilansir dari Liputan6.com, Harvey Malaiholo mengatakan bahwa penyakit autoimun yang dialami oleh adiknya itu terlambat didiagnosis dan diobati.

Penyakit autoimun dan kaum wanita

Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri M.Epid dari KlikDokter, penyakit ini menganggap sel dalam tubuh sebagai benda asing yang perlu dilawan dan dihancurkan.

“Hingga kini, penyebab penyakit autoimun belum diketahui secara pasti. Karena itu, penyakit ini sukar ditangani sehingga membutuhkan waktu yang panjang untuk diobati,” ucap dr. Resthie.

Sementara itu, dr. Resthie juga mengatakan bahwa penyakit autoimun ini kerap dialami oleh wanita. Lagi-lagi, tak ada yang tahu pasti mengapa penyakit autoimun lebih sering menyerang kaum hawa.

Dijelaskan oleh dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, penyakit autoimun tidak dapat sembuh. “Jadi yang dapat dilakukan penderita adalah menjaga dan mengontrol penyakit agar tidak kambuh,” kata dia.

“Oleh karena itu, semakin cepat penyakit autoimun didiagnosis dan diobati, semakin besar pula kesempatan penderitanya untuk bertahan hidup,” kata dr. Ega.

Lebih cepat ditangani lebih baik

Untuk itu, mengetahui gejala-gejala yang biasanya ditimbulkan penyakit ini adalah hal yang penting. Beberapa gejala yang tampak misalnya, rambut mudah rontok, nyeri sendi, sariawan, berat badan menurun, adanya benjolan pada kulit, serta mudah lelah dan mengantuk. Meski gejalanya tidak khas, bila Anda mengalami hal-hal di atas, segeralah periksakan diri ke dokter.

Menurut dr. Ega, dari sekian banyak penyakit autoimun yang menyerang perempuan, penyakit lupus adalah yang paling berbahaya. Penyakit ini menyerang kulit, sendi, dan berbagai macam organ dalam.

Gejala lupus antara lain ruam berwarna merah atau keunguan berbentuk mirip kupu-kupu yang terdapat pada pipi dan hidung (ruam malar). Selain itu, penderita lupus juga mengalami kelainan darah dan gangguan saraf hingga membuatnya kesulitan mengingat dan berbicara jelas.

Menderita penyakit autoimun, seperti yang dialami ibu dari Mikha Tambayong, bukan berarti Anda tak bisa hidup sehat sama sekali. Menurut dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter, Anda tetap bisa hidup dengan baik, asalkan menghindari hal-hal yang bisa memperparah gejala dan memperbaiki pola hidup. Misalnya, menghindari paparan bahan kimia langsung, memakai masker dan sarung tangan saat di lingkungan berpolusi, hindari stres, hindari makanan yang difermentasi, serta berolahraga teratur.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar