Sukses

Kenali Beda Bayi Menangis Akibat Kolik dan Tangisan Biasa

Menangis adalah hal lazim yang dilakukan bayi. Namun, Anda perlu tahu apakah tangisan itu karena kolik atau sekadar tangisan biasa.

Klikdokter.com, Jakarta Bayi sehat yang mengalami kolik akan berteriak dan menangis tak terkendali untuk waktu yang lama. Ini adalah kondisi umum dan diperkirakan terjadi pada 1 dari 5 bayi pada beberapa bulan pertama mereka. Semua bayi menangis karena berbagai alasan, termasuk kelaparan, dingin, kelelahan, panas, atau karena popok perlu diganti. Lantas, apa yang membedakan kolik dan tangisan biasa?

Apa itu kolik?

Kolik biasanya muncul beberapa minggu setelah kelahiran dan berlanjut sampai bayi berusia sekitar tiga hingga empat bulan. Meskipun bayi akan banyak menangis, kolik tidaklah berbahaya. Para ahli mengatakan bahwa kolik tidak memiliki efek jangka panjang. Bayi dengan kolik akan bertambah berat dan dapat makan secara normal.

dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter menjelaskan, kolik sering dialami oleh bayi sehat berusia 3 minggu hingga 3 bulan. “Kondisi kolik ditandai dengan tangisan bayi selama berjam-jam, selama minimal 3 hari dalam seminggu, dan berlangsung selama 3 minggu,” kata dr. Karin.

Menurut penjelasan dr. Karin, kolik sering kali terjadi pada malam hari. “Karena itu, tidak hanya si bayi, orang tua dan bahkan seluruh anggota keluarga yang tinggal di rumah tersebut pun terganggu,” ucap dia.

Terkait penyebab kolik, menurut dr. Karin belum bisa dipastikan. “Namun demikian, para ahli berpendapat bahwa kolik dapat disebabkan karena bayi mendapat terlalu banyak stimulus dari lingkungan (baik itu orang baru, suara, cahaya, warna, dan lainnya).”

Pada akhirnya, bayi merasa stres dan kewalahan. Keadaan stres itu disalurkan bayi dengan menangis tanpa henti pada malam harinya. Teori lain mengemukakan bahwa kolik terjadi karena sistem pencernaan bayi belum matang.

“Akibatnya, makanan yang dikonsumsi bayi tidak dapat dicerna dengan sempurna sehingga menimbulkan gas yang membuat perut bayi tidak nyaman,” dr. Karin menjelaskan.

1 dari 2 halaman

Beda kolik dan tangisan biasa

Menangis adalah suatu hal yang biasa dan lazim dilakukan oleh bayi. Karena belum dapat berbicara, menangis adalah satu-satunya cara komunikasi yang dapat dilakukan bayi. Akan tetapi, Anda perlu mengetahui apakah tangisan bayi Anda adalah karena kolik atau hanya sekadar tangisan biasa.

Beberapa hal yang membedakan tangisan biasa dan kolik di bawah ini dapat membantu Anda, seperti dilansir dari Parenting.

Tangisan biasa:

  • Dapat terjadi kapan saja
  • Tangisan berlangsung tidak lama
  • Dapat terjadi pada segala rentang usia bayi
  • Mungkin karena kelaparan, kelelahan, kebosanan, popok basah, bayi berhenti setelah masalah ini diatasi

Kolik:

  • Biasanya terjadi pada waktu yang bersamaan, lebih sering di malam hari
  • Berlangsung untuk waktu yang lama, umumnya lebih dari tiga jam
  • Dimulai pada usia sekitar 2-3 minggu, dan 90 persen menghilang setelah usia 4 bulan
  • Tidak dapat ditenangkan meski kebutuhan-kebutuhan dasarnya telah dipenuhi

Cara redakan kolik

Setelah memastikan bayi Anda mengalami kolik dan bukan tangisan biasa, dr. Karin memberikan beberapa hal yang dapat lakukan di rumah untuk mengatasi kolik.

“Tindakan pertama yang bisa Anda lakukan adalah memijat perut si Kecil dengan minyak telon. Anda juga dapat mengeluarkan gas dari perut bayi dengan memosisikannya secara tengkurap, untuk kemudian ditepuk-tepuk punggungnya,” kata dia.

Tak hanya itu, ingatlah juga untuk membuat bayi berserdawa setiap kali selesai menyusu. “Jika Anda curiga kolik disebabkan alergi, perhatikan makanan yang Anda dan bayi konsumsi. Dengan demikian, Anda dapat mengenali pencetusnya,” kata dr. Karin lagi.

Apa pun yang terjadi, baik bayi menangis akibat kolik atau tangisan biasa, tetaplah tenang dan jangan panik. Bila bayi Anda hanya menangis biasa, segera periksa, apakah bayi lapar, kepanasan, atau popoknya basah. Namun, bila bayi Anda mengalami kolik, lakukan cara di atas. Bila cara di atas belum berhasil, bawalah bayi Anda ke dokter anak agar segera mendapatkan penanganan yang tepat. Baca juga artikel ini.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar