Sukses

Musikus Perlu Waspadai Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran bisa menimpa siapa saja, termasuk musikus. Bahkan, mereka empat kali lebih rentan alami gangguan pendengaran.

Klikdokter.com, Jakarta Jika ditanya siapa yang paling rentan terkena gangguan pendengaran, jawabannya bisa jadi adalah musikus. Paparan suara keras bertahun-tahun yang dialami oleh musikus, baik saat berlatih atau konser, turut bertanggung jawab akan hal itu.

Gangguan pendengaran bisa terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja. Hanya saja, paparan suara bising dan keras selama bertahun-tahun dapat meningkatkan risiko. Menurut penelitian, musikus profesional hampir empat kali lebih mungkin alami gangguan pendengaran yang disebabkan kebisingan daripada orang biasa.

Gangguan pendengaran karena kebisingan dapat disebabkan suara yang sangat keras secara tiba-tiba atau paparan berulang terhadap suara keras dalam waktu lama. Sebuah penelitian di Jerman mengungkapkan, musikus profesional yang terpapar kebisingan berisiko alami gangguan pendengaran hampir empat kali lebih tinggi dari orang biasa.

Selain peningkatan risiko gangguan pendengaran, peneliti juga menemukan bahwa musikus 57 persen lebih mungkin mengalami tinnitus karena pekerjaan mereka. Oleh orang awam, tinnitus biasa dikenal sebagai telinga berdenging.

Musikus lebih rentan kena tinnitus

Sebuah tim yang dipimpin Dr. Wolfgang Ahrens, peneliti Leibniz Institute for Prevention Research and Epidemiology, Bremen, melihat catatan asuransi kesehatan hampir 3 juta orang Jerman. Tim memeriksa tanda-tanda gangguan pendengaran selama 4 tahun, dimulai dari 2004 hingga 2008.

Di antara subjek yang diteliti, 2.227 di antaranya diidentifikasi sebagai musikus profesional, termasuk gitaris dalam band rock dan pianis klasik. Mereka lalu menyesuaikan usia dan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi pendengaran.

Hasilnya, tim menemukan, dibandingkan dengan populasi umum, musikus profesional berisiko alami gangguan pendengaran karena kebisingan 3,51 kali lebih tinggi. Tak hanya itu, musikus profesional juga 57 persen lebih mungkin mengalami masalah tinnitus.

Hasil penelitian itu sejalan dengan pendapat dari dr. Bambang Hady dari KlikDokter, terutama soal tinnitus. Menurutnya, musikus memang profesi paling rentan mengalami masalah tinnitus.

"Orang yang terpapar suara bising 8 jam per hari dengan kekuatan suara 80 db (desibel) bisa terserang tinnitus. Salah satunya adalah musikus," ujar dr. Bambang.

Menurutnya ada tiga faktor musikus rentan mengalami tinnitus. Pertama, biasanya berasal dari alat musik. Menurutnya, ada beberapa alat musik yang memiliki frekuensi bunyi yang tinggi, seperti drum, bas, dan keyboard.

"Kedua, besaran kekuatan bunyi. Sound system itu biasanya mengeluarkan 110 db. Sedangkan pada 80 db saja sudah berbahaya. Ketiga, musikus bisa terkena tinnitus akibat durasi dan intensitas saat latihan. Jika durasinya lama dan intensitasnya sering, sangat mungkin menyebabkan tinnitus," ujar dr. Bambang.

Menurut beberapa penelitian, konser atau pertunjukan musik memiliki tingkat kebisingan antara 120-140 db. Dalam kondisi tersebut, seharusnya seseorang hanya boleh maksimal terpapar selama 30 menit.

dr. Bambang menambahkan, "Hanya saja, ini harus diperhatikan dengan baik. Musikus yang rentan terkena adalah mereka yang sering latihan.” Kalau hanya latihan dua kali dalam seminggu, menurut dr. Bambang, risikonya rendah.

“Biasanya mereka (musikus) kalau latihan kan dengan sound system yang besar dan mengeluarkan suara kencang. Itu bisa jadi pemicunya," dr. Bambang menegaskan.

Pendengaran yang baik adalah salah satu modal utama musikus dalam berkarya. Karena itu, agar gangguan pendengaran pada musikus tidak terjadi, hindarilah terpapar suara yang sangat keras dalam waktu yang lama. Selain itu, menggunakan penutup telinga saat berada di suasana yang sangat berisik dapat membantu Anda.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar