Sukses

Sorotan Minggu Ini: Bahaya Inses dan Waspada Gangguan Pendengaran

Hubungan seksual sedarah atau inses dan gangguan pendengaran sama-sama menyimpan efek buruk pada kesehatan. Jangan sepelekan keduanya.

Klikdokter.com, Jakarta Sepanjang minggu ini, masyarakat Indonesia digegerkan oleh kasus inses atau hubungan seksual sedarah yang terjadi di Lampung. Kasus tidak biasa ini jelas mendapat sorotan luas dari berbagai kalangan masyarakat karena inses memang tidak sepatutnya dilakukan, baik karena alasan moral maupun medis. Kesadaran tentang bahaya inses juga sepatutnya membuka mata akan bahaya gangguan kesehatan, baik dari segi fisik maupun psikis. Salah satu  yang perlu Anda perhatikan juga adalah gangguan pendengaran.

Kedua topik di atas – inses dan gangguan pendengaran – menjadi sorotan KlikDokter minggu ini.

1 dari 3 halaman

Kasus inses menyentak kesadaran masyarakat

Kasus inses atau hubungan seksual sedarah antara ayah kandung dan anak yang terjadi di wilayah Pringsewu, Lampung beberapa waktu lalu, menggegerkan masyarakat. Saat diperiksa polisi setempat, M (45), yang merupakan ayah kandung korban, mengakui secara sadar telah memperkosa seorang anak kandungnya berulang kali. Perbuatan bejat ini sudah berlangsung sejak 2018 dan baru terungkap pada Februari 2019. Kondisi korban yang mengalami keterbelakangan mental ternyata dimanfaatkan tidak hanya oleh si ayah, namun juga dua anaknya yang lain.

Menurut dr. Nadia Octavia  dari KlikDokter, penyimpangan seksual inses tak hanya buruk secara moral, namun juga memiliki dampak kesehatan yang berbahaya. Para pelaku inses yang memiliki hubungan sedarah memiliki materi genetik yang mirip sehingga penyakit tertentu akan lebih mudah diturunkan.

Kasus inses yang terjadi di Lampung makin mengejutkan ketika dalam pemeriksaan polisi diketahui bahwa salah satu pelaku diduga pernah berhubungan seksual dengan kambing dan sapi tetangga. Jika itu benar, maka bisa masuk ke dalam penyimpangan seksual zoofilia.  

Dijelaskan oleh dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, hingga saat ini, belum ditemukan penyebab pasti dari zoofilia. Diduga ada kaitan dengan trauma atau kekerasan seksual saat kecil, faktor lingkungan, ataupun faktor genetik. Seseorang yang mengidap zoofilia harus berkonsultasi dengan psikolog atau psikiatri untuk diterapi lebih lanjut.

Baca kumpulan artikel ini untuk mengetahui bahaya inses dan efeknya pada kesehatan.

2 dari 3 halaman

Memperingati Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Sedunia

Hari Minggu ini tanggal 3 Maret, diperingati sebagai Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Sedunia. Momen ini seharusnya menjadi saat yang penting bagi siapa saja untuk lebih memperhatikan kesehatan telinga dan kualitas pendengaran.

Menurut dr. Alvin Nursalim SpPD dari KlikDokter, ada banyak jenis gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan ketulian, mulai dari gangguan genetik sampai gangguan pendengaran tertentu. Selain itu, Anda ternyata juga bisa mewarisi gangguan pendengaran dari adanya riwayat penyakit tersebut dalam keluarga. Namun yang pasti, semua orang  bisa mengalami gangguan pendengaran yang terjadi seiring bertambahnya usia.

Dituturkan oleh dr. Alvin bahwa beberapa penyebab ketulian antara lain, kerusakan gendang telinga, suara yang sangat keras dan beberapa penyebab lainnya, termasuk campak jerman.

Kenali beberapa gangguan pendengaran dan penanganannya lewat kumpulan artikel ini. Jika Anda merasakan sejumlah gejala yang berhubungan dengan kesehatan telinga dan pendengaran, segera periksakan diri ke dokter.

Kasus inses di Lampung yang tengah menjadi perbincangan masyarakat harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar lebih peduli pada warga di lingkungan sekitar, terutama untuk melindungi wanita dan anak berkebutuhan khusus. Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah kesehatan telinga. Memperingati Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Sedunia, masyarakat perlu lebih peka terhadap sekecil apa pun gejala gangguan pendengaran yang mungkin bisa terjadi. Segera periksakan diri ke dokter untuk mencegah kondisi yang lebih buruk lagi.

[RVS]

1 Komentar