Sukses

9 Gejala Gangguan Pendengaran pada Anak

Prestasi di sekolah menurun, padahal kondisi tubuh dan matanya baik? Coba cek, bisa jadi anak punya gangguan pendengaran.

Klikdokter.com, Jakarta Orang tua pasti mengerti, agar anak bisa belajar dan bersosialisasi dengan maksimal, diperlukan kondisi tubuh dan mental yang baik pula. Bila salah satunya bermasalah, misalnya kondisi fisiknya, maka perkembangan si Kecil pun akan terhambat. Salah satu permasalahan fisik yang harus menjadi perhatian para orang tua adalah gangguan pendengaran.

Gangguan pendengaran bisa memengaruhi kualitas hidup anak. Bila Anda mencurigai bahwa buah hati Anda mengalami gangguan pendengaran, coba dulu untuk cari tahu gejala-gejalanya di bawah ini.

Gejala gangguan pendengaran pada anak

Menurut American Hearing Health Foundation yang dilansir Hear-it.org, pedoman di bawah ini dapat Anda jadikan deteksi sederhana untuk mencari tahu apakah si Kecil mengalami gangguan pendengaran atau tidak. Adapun tanda-tanda gangguan tersebut, antara lain:

  1. Tidak mendengar secara konsisten. Maksudnya, anak tampak mendengar dan menanggapi dengan baik beberapa saat lalu. Kemudian, dia tidak menanggapi di waktu yang lain.
  2. Saat menonton televisi atau mendengarkan musik bersama, anak menginginkan volume yang lebih keras daripada anggota keluarga lainnya.
  3. Anak kini lebih sering mengatakan “Apa?”
  4. Anak mendengar lebih teliti dengan telinga di satu sisi saja. Ketika ditegur, ia mengatakan bahwa ia hanya dapat mendengar dari telinga itu.
  5. Nilai anak di sekolah menurun dan gurunya mencatat bahwa dia seperti tidak mendengar atau merespons seperti anak-anak yang lain.
  6. Anak mengatakan bahwa mereka tidak mendengar ucapan Anda. Ya, ini memang sebuah tanda yang jelas. Namun sayangnya, orang tua kerap berasumsi bahwa anak mereka memang tidak memperhatikan karena cuek. Padahal, mungkin saja karena si Kecil memang tidak mendengar dengan baik karena adanya gangguan.
  7. Saat Anda berbicara tanpa memanggil namanya, sementara dia sedang berkegiatan lain, dia cenderung tidak bereaksi apa pun.
  8. Anak mulai berbicara lebih keras dari sebelumnya.
  9. Saat berbicara dengan Anda, anak akan lebih fokus pada visual, gerak bibir, dan bahasa tubuh Anda. Ya, saat mereka kurang bisa mendengar jelas, tetapi tetap harus mengerti isi percakapan sekaligus merespons, maka satu-satunya cara yang bisa dilakukannya adalah seperti itu.

Selain itu, anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran akan kebingungan mendeteksi arah datangnya suara. Ia juga akan kesulitan untuk fokus mendengarkan satu suara saat banyak orang sedang berbicara. Wajahnya pun akan murung karena tidak bisa memahami situasi di sekitarnya.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, selain dari faktor eksternal (misal, sering mendengar suara keras dari earphone atau headset), gangguan pendengaran pada anak bisa disebabkan oleh kelainan genetik. Dan apabila gangguan pendengaran itu didapatnya sejak bayi, faktor-faktor seperti trauma saat lahir, infeksi TORCH pada ibu hamil, riwayat penggunaan obat-obatan saat hamil, serta kelahiran prematur bisa menyebabkan hal tersebut.

Jadi, ketimbang menebak-nebak apakah si Kecil benar mengalami gangguan pendengaran atau tidak, maka segeralah bawa anak Anda ke dokter. Semakin dini diatasi, kemungkinan untuk sembuh dari gangguan pendengaran juga akan lebih besar. Sembari menunggu hingga jadwal pemeriksaan tiba, minta anak untuk tidak mendengarkan apa pun dulu melalui earphone atau headset agar gejala tidak bertambah parah.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar