Sukses

Paparan Screen Time Berlebih Berbahaya bagi Anak

Screen time yang tidak terkontrol terbukti dapat mendatangkan beragam bahaya bagi kesehatan anak. Lantas, harus bagaimana?

Klikdokter.com, Jakarta Istilah screen time mungkin sudah tak asing, khususnya bagi orang tua milenial yang hidup di era modern seperti sekarang. Istilah tersebut digunakan untuk mendeskripsikan durasi seseorang terpapar atau terekspos layar gadget, televisi, smartphone, atau komputer.

Menurut artikel yang dilansir dari BBC.com, membiarkan balita menggunakan gawai tanpa batasan durasi screen time dapat menyebabkan gangguan perkembangan keterampilan, seperti bahasa dan sosiabilitas. Artikel tersebut membahas temuan dari suatu penelitian besar di Kanada, yang memantau hampir 2.500 anak berusia 2 tahun. Mereka mempelajari peran dari paparan screen time terhadap perkembangan anak.

Hasil dari penelitian yang dipublikasikan di jurnal kedokteran JAMA Pediatrics tersebut menunjukkan bahwa terdapat kaitan antara peningkatan screen time dengan angka kejadian gangguan perkembangan. Kendati demikian, para peneliti belum dapat menentukan hubungan sebab dan akibat, karena penelitian ini hanya bersiat observasional.

Selain itu, peneliti juga belum dapat menentukan secara pasti jenis paparan terhadap layar seperti apa yang bisa berbahaya. Penting juga untuk mengingat bahwa berbagai faktor lain dapat pula terlibat dalam terjadinya gangguan perkembangan.

Lantas, harus bagaimana?

Sebagian pakar berpendapat, saat anak sibuk menatap layar gadget atau smartphone, mereka mungkin kehilangan kesempatan untuk berlatih dan menguasai keterampilan penting lainnya. Secara teori, hal ini dapat memengaruhi kemampuan anak berinteraksi sosial dengan lingkungan, serta mengalihkan waktu yang seharusnya digunakan untuk berlari, memanjat, atau melatih keterampilan fisik lainnya.

Terkait itu, salah satu peneliti yang terlibat, Dr. Sheri Madigan, menambahkan bahwa membatasi screen time anak merupakan hal yang penting untuk diterapkan. Hal ini bertujuan agar tidak menggangu interaksi tatap muka secara langsung atau waktu yang digunakan untuk berkumpul bersama keluarga.

Berdasarkan rekomendasi dari American Academy of Pediatrics, anak berusia di bawah 18 bulan disarankan untuk sama sekali tidak terpapar dengan gadget, televisi, dan sebagainya. Namun, anak masih tetap diperbolehkan melakukan video chat dengan anggota keluarga yang tinggal jauh, karena hal ini dapat membantu mereka mengenali wajah.

Sementara itu, untuk anak berusia 18–24 bulan, orang tua dapat mulai memperkenalkan program bermutu tinggi. Jangan lupa untuk mendampingi saat si Kecil menyaksikan program tersebut, supaya ia bisa benar-benar paham tentang apa yang disaksikannya.

Untuk anak berusia 2–5 tahun, para pakar menyarankan untuk membatasi screen time tidak lebih dari 1 jam setiap harinya untuk menonton program yang bermutu tinggi sambil didampingi. Sedangkan, untuk anak berusia 6 tahun ke atas, batasan dapat diterapkan dengan menyesuaikan pembagian waktu screen time untuk pendidikan dan relaksasi, serta memastikan bahwa penggunaan gawai tidak mengganggu waktu tidur maupun aktivitas fisik.

Seiring berkembangnya teknologi, berbagai perangkat canggih dapat membantu mencerdaskan anak. Di sisi lain, kecanggihan teknologi juga berpotensi menjerumuskan, apalagi jika orang tua lepas tangan untuk membatasi screen time.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar