Sukses

Kiat Atasi Hiperemesis Gravidarum Saat Hamil Muda

Mual dan muntah yang berlebih saat hamil muda atau hiperemesis gravidarum sungguh menyiksa. Bagaimana menyiasatinya?

Klikdokter.com, Jakarta Mual dan muntah pada saat hamil umumnya wajar terjadi. Pada kehamilan usia 4-7 minggu dan akan membaik pada usia 20 minggu. Tetapi, apabila mual dan muntah yang dialami menyebabkan penurunan berat badan dan dehidrasi, maka keadaan ini disebut dengan hiperemesis gravidarum.

Seputar hiperemesis gravidarum

Hiperemesis gravidarum adalah kondisi mual dan muntah yang menetap. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan dapat membahayakan keadaan janin. Sampai saat ini, terjadinya kondisi hiperemesis gravidarum masih belum jelas.

Meski demikian, dugaan meningkatnya hormon beta hCG selama kehamilan diduga menjadi penyebab seorang wanita mengalami mual dan muntah yang berlebihan. Hormon beta hCG sendiri adalah hormon yang muncul pada saat kehamilan dan berfungsi untuk mempertahankan kehamilan.

Selain karena pengaruh hormon beta hCG yang meningkat, kondisi lain seperti hamil kembar, stres dan cemas juga ikut berperan dalam menimbulkan gejala hiperemesis gravidarum. Kondisi hiperemesis gravidarum ini terdapat 3 derajat keparahan, yaitu :

  • Derajat 1: Muntah terus menerus dan tidak dapat mengonsumsi makanan atau minuman selama 24 jam. Pada derajat ini, ibu hamil sudah tampak lemah.
  • Derajat 2: Ibu hamil semakin tampak lemah, tanda dehidrasi seperti mata cekung, tekanan darah menurun dan berkurangnya jumlah urine pun semakin jelas.
  • Derajat 3: Pada derajat 3, kondisi ibu sudah sangat parah. Biasanya ibu hamil sudah mengalami penurunan kesadaran hingga koma apabila tidak ditangani secara cepat. Pada derajat ini, janin juga bisa mengalami gangguan pembentukan organ otak hingga hati.

Penanganan yang cepat dan tepat sangatlah dibutuhkan. Pada beberapa kasus, ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum harus dirawat sementara waktu di rumah sakit karena tidak bisa mengonsumsi apapun lewat mulut.

Selama menjalani rawat inap, ibu hamil akan diberi obat antimuntah di bawah pengawasan dokter. Hal ini perlu dilakukan mengingat ibu tidak bisa mengkonsumsi sembarang obat.

1 dari 2 halaman

Tips mencegah hiperemesis gravidarum

Untuk mencegah terjadinya keadaan yang parah, ada baiknya Anda melakukan beberapa kiat di bawah ini agar terhindar dari kondisi hiperemesis gravidarum:

  1. Makan lebih sering, jangan tunggu waktu lapar

Sedapat mungkin, makanlah sebelum lapar. Sebab, terkadang pada saat lapar makanan justru tidak bisa masuk karena rasa mual yang berlebihan. Makanlah dalam porsi kecil namun sering agar perut tidak kosong dan tetap memiliki energi. Buatlah jadwal makan 5-6 kali dalam sehari sesuai dengan keinginan Anda.

Selain itu, sediakan camilan ringan seperti roti, biskuit, maupun camilan yang berenergi di rumah maupun di tas Anda agar dapat dikonsumsi sewaktu-waktu sebelum Anda mengonsumsi makanan pokok lainnya.

  1. Perhatikan makanan yang Anda konsumsi

Pilihlah makanan yang tetap mengandung gizi bagi tubuh, seperti buah-buahan dan sayuran. Hindari makanan yang berbau menyengat apabila  Anda sensitif terhadap bau, misalnya bau amis dari telur, pete, maupun jengkol.

Hindari makanan yang penuh krim ataupun digoreng, karena biasanya justru akan memperparah rasa mual yang ada. Sebaiknya konsumsi makanan yang direbus atau berkuah untuk menghindari munculnya mual dan muntah.

Selain itu, makanan yang mengandung jahe maupun mint juga dapat Anda konsumsi untuk membantu mengurangi rasa mual yang berlebihan.

  1. Banyak minum air putih

Mual dan muntah yang Anda rasakan bisa menyebabkan tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi. Usahakan selalu minum air putih agar cairan dalam tubuh tercukupi.

Tetapi, apabila merasa bosan dengan air putih, Anda dapat menggantinya dengan jus buah segar buatan sendiri atau cairan lain seperti air kelapa maupun susu sesuai keinginan Anda.

  1. Konsumsi vitamin selama kehamilan

Beberapa penelitian menyarankan ibu hamil untuk mengonsumsi multivitamin sejak merencanakan kehamilan. Hal ini dipercaya dapat mengurangi gejala mual dan muntah yang muncul.

Tak jarang, multivitamin yang diberikan sudah mengandung vitamin B6 ataupun ekstrak jahe yang dipercaya dapat mengurangi rasa mual dan muntah yang berlebihan.

Demikianlah kiat-kiat untuk mengatasi hiperemesis gravidarum yang dapat Anda lakukan agar tetap bisa makan dan memiliki energi selama hamil muda. Namun, apabila keadaan mual dan muntah Anda semakin parah dan membuat tubuh lemah, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

[NP/ RVS]

1 Komentar