Sukses

Turunkan Risiko Demensia dengan Cara Ini

Demensia dapat terjadi pada siapa saja. Segera lakukan upaya untuk mencegahnya, supaya kondisi tersebut tidak mengganggu keseharian Anda!

Klikdokter.com, Jakarta Saat ini demensia bisa menjadi ancaman yang sangat nyata, karena siapa saja bisa terkena. Keadaan ini bukanlah suatu penyakit, melainkan kumpulan gejala terkait penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, serta interaksi sosial.

Menurut dr. Fiona Amelia dari KlikDokter, demensia muncul akibat interaksi kompleks dari berbagai faktor, seperti usia, genetik, lingkungan, kebiasaan atau gaya hidup, dan riwayat penyakit yang dialami.

“Usia atau genetik memang tidak dapat diubah. Namun, faktor lain yang berkaitan dengan kebiasaan atau gaya hidup sangat bisa diperbaiki untuk menurunkan risiko demensia,” tambahnya.

Melengkapi pendapat dr. Fiona, sebuah presentasi pada pertemuan tahunan Asosiasi Alzheimer di Chicago mengungkap bahwa salah satu tindakan yang diduga kuat bisa menekan risiko demensia adalah mengendalikan tekanan darah.

Dalam studi lanjutan oleh SPRINT Memory and Cognition in Decreased Hypertension (SPRINT-MIND), para peneliti menemukan bahwa tekanan darah yang cenderung stabil (rendah) dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih kecil. Hal ini diungkapkan setelah sebelumnya SPRINT meneliti lebih dari 9.300 orang lanjut usia yang memiliki masalah jantung. Mereka mendapati bahwa peserta yang diminta untuk menurunkan tekanan darah menjadi kurang dari 120 mmHg berhasil menekan risiko gangguan kognitif ringan―sebuah gangguan yang merupakan gerbang menuju demensia―sebesar 15%.

"Mengontrol tekanan darah tidak hanya baik buat jantung, tetapi juga untuk otak," kata kepala kedokteran geriatri di Wake Forest School of Medicine dan salah satu peneliti utama yang terlibat, Dr. Jeff Williamson.

"Ini adalah intervensi pertama dari yang telah terbukti dalam uji coba terkontrol secara acak untuk mengurangi risiko gangguan kognitif ringan," lanjutnya.

Williamson kemudian berkata bahwa penelitian yang dilakukannya memang tidak mengonfirmasi bahwa menurunkan tekanan darah dapat menekan risiko demensia. Hal itu mungkin karena demensia membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang daripada gangguan kognitif ringan. Pasalnya, penelitian yang dilakukannya tersebut hanya berangsung selama tiga tahun, sementara untuk menghubungkan dengan demensia memakan waktu lebih dari itu.

Kendati demikian, studi lain yang diterbitkan dalam Neurology mengamini temuan dari penelitian yang dilakukan Willamson. Dalam studi pendukung, para peneliti di Rush Alzheimer's Disease Center menemukan bahwa orang dengan tekanan darah tinggi cenderung memiliki lebih banyak lesi otak atau area jaringan otak yang mati karena telah kehilangan suplai darah mereka.

Tips kendalikan tekanan darah

Supaya tekanan darah tetap stabil di angka rendah, dr. Fiona berkata bahwa Anda bisa melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Perbanyak makan buah, sayur, serta biji-bijian utuh yang tinggi serat dan rendah gula.
  • Batasi konsumsi makanan berlemak jenuh tinggi, seperti makanan siap saji, daging merah berlemak, santan, susu full cream, dan makanan yang mengandung asam lemak trans (lemak jahat) seperti kue kering.
  • Batasi konsumsi garam tidak lebih dari 6 gram dalam sehari. Ini setara dengan 1¼ sendok teh.
  • Batasi konsumsi gula sederhana (gula pasir, makanan/minuman kemasan dan siap saji) tidak lebih dari 25 gram atau 6 sendok teh per hari.
  • Jaga berat badan tetap normal dengan memperhatikan asupan kalori dan rutin berolahraga minimal 30 menit sehari.
  • Hindari rokok dan minuman beralkohol.

Melihat bahwa kondisi demensia bisa menyerang siapa saja, cegahlah dengan menerapkan hidup sehat. Hal ini bertujuan agar tekanan darah bisa terkendali dan risiko demensia bisa hilang sepenuhnya. Tentunya, Anda ingin menikmati hari tua dengan bahagia dan berkualitas, bukan?

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar