Sukses

Mengungkap Gejala Skizofrenia pada Remaja

Skizofrenia bisa menyerang siapa saja, termasuk mereka yang masih remaja. Kenali gejala dan tandanya sekarang juga!

Klikdokter.com, Jakarta Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang ternyata bisa terjadi pada siapa saja, termasuk remaja. Penyakit yang terbukti dapat merenggut produktivitas orang yang mengalaminya itu perlu mendapat perhatian khusus.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Republik Indonesia tahun 2018, kasus skizofrenia mengalami lonjakan besar. Pada 2013 silam, kasus skizofrenia hanya sebesar 1,7%. Namun pada tahun 2018, angka kejadian skizofrenia melonjak hingga 7%.

Melihat fakta tersebut, setiap orang diminta untuk terus waspada akan gejala skizofrenia. Pasalnya, menurut dr. Resthie Rachmanta Putri dari KlikDokter, selain tidak mampu menjalani hidupnya dengan produktif, orang dengan skizofrenia juga bisa dikucilkan atau dipasung.

"Skizofrenia merupakan kondisi jangka panjang yang dapat dialami oleh siapa saja. Berita baiknya, bila ditangani sejak dini, peluang kesembuhan cukup besar," ujar dr. Resthie.

Gejala skizofrenia pada remaja

Skizofrenia pada remaja dapat datang secara bertahap selama berhari-hari, berminggu-minggu, bulan, atau lebih. Keadaan ini disebut periode prodromal. Gejala awal skizofrenia dapat berupa kecemasan atau depresi, yang umumnya diikuti dengan kesulitan tidur atau emosi yang sulit dikendalikan.

Adapun beberapa tanda peringatan dini skizofrenia pada remaja. Hal ini terbagi menjadi perubahan pemikiran, emosi, dan perilaku.

1. Perubahan pemikiran

  • Kurang konsentrasi sehingga sulit fokus
  • Melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata (halusinasi)
  • Gagasan aneh yang mungkin tidak masuk akal. Misalnya, dirinya telah dirasuki oleh roh jahat
  • Paranoia. Berpikir bahwa orang mengejarnya atau berbicara tentang dia

2. Perubahan emosi

  • Memiliki suasana hati yang berubah-ubah
  • Mudah marah
  • Ketakutan atau kecemasan yang parah

3. Perubahan perilaku

  • Pandangan kosong
  • Gerakan wajah maupun tubuh yang canggung atau tidak biasa
  • Berbicara kepada dirinya sendiri menggunakan ucapan aneh yang tidak bisa dipahami, atau membuat perubahan cepat dalam berbagai topik
  • Respons yang tidak pantas, seperti tertawa saat menonton film sedih
  • Bermasalah dalam "membaca" isyarat sosial pada orang lain
  • Bermasalah dalam mencari dan menjalin pertemanan
  • Menjadi semakin terisolasi
  • Perawatan diri yang buruk
  • Penyalahgunaan zat terlarang
  • Melakukan perilaku yang mengancam

Jika anak remaja Anda mengalami gejala seperti di atas, jangan ragu untuk mengajaknya berobat ke dokter. Hal ini terutama jika ada anggota keluarga yang sebelumnya mengalami skizofrenia.

Perlu diketahui, diagnosis skizofrenia baru bisa ditegakkan jika gejala tersebut bertahan selama 6 bulan dan tidak dipengaruhi oleh kondisi kesehatan lainnya. Pada beberapa kasus, tim dokter butuh waktu lebih dari 6 bulan untuk benar-benar memastikan diagnosis skizofrenia sambil memantau gejala lain yang bermunculan. Setelah diagnosis ditegakkan, dokter mungkin akan merujuk pasien ke psikiater yang kompeten untuk berurusan dengan skizofrenia pada remaja.

Jangan anggap remeh skizofrenia pada remaja. Kenali gejala maupun tanda-tandanya sedini mungkin. Jika anak remaja Anda mengalami beberapa gejala di atas, segera bawa ke dokter untuk dilakukan observasi. Karena dengan semakin dini dideteksi dan diatasi, semakin besar pula kemungkinan pasien untuk kembali normal.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar