Sukses

Depresi pada Anak, Apa Gejalanya?

Anda perlu mengetahui bahwa anak-anak pun dapat mengalami depresi. Kenali gejala dan penyebab depresi pada anak berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Anda dan kebanyakan orang tua lainnya mungkin memandang bahwa anak-anak adalah makhluk paling bahagia di muka bumi ini. Mereka hanya tahu bermain tanpa harus memikirkan hal-hal yang dihadapi orang dewasa. Padahal nyatanya, seperti orang dewasa, anak-anak pun rentan mengalami depresi. Bukan hanya anak-anak yang beranjak dewasa, melainkan juga anak-anak dengan usia masih kecil.

“Depresi pada anak adalah hal yang relatif baru kami ketahui,” kata David Fassler, MD, seorang psikiater anak dan remaja di Fakultas Kedokteran Universitas Vermont, Amerika Serikat, dilansir WebMD. "Ketika saya belajar kedokteran sekitar 20 tahun yang lalu, kami diajari bahwa anak-anak tidak mengalami depresi."

Tapi faktanya, anak-anak bisa depresi. Menurut American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, diperkirakan 2% anak kecil dan 4% hingga 8% remaja memiliki depresi. Depresi memang lebih umum terjadi pada anak yang beranjak remaja. Para peneliti memperkirakan bahwa sekitar satu dari 10 anak mengalami gangguan depresi pada usia 16 tahun.

Bahayanya, depresi pada anak dapat memiliki dampak seumur hidup. Kondisi tersebut mampu menyebabkan kemunduran dalam kehidupan sosial anak, pertumbuhan emosional, dan kinerja di sekolah. Mereka juga rentan untuk tersandung masalah penyalahgunaan zat.

Lebih buruk lagi, dampak dari gangguan depresi bisa terus memengaruhi kehidupan si anak saat dewasa nanti. Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of American Medical Association menemukan bahwa orang dewasa yang mengalami depresi saat remaja berada pada posisi yang kurang menguntungkan dibanding mereka yang tidak pernah mengalami depresi. Temuan menunjukkan bahwa:

  • Pendapatan rata-rata mereka lebih rendah
  • Lebih sedikit dari mereka yang lulus dari perguruan tinggi
  • Mereka lebih cenderung menganggur
  • Lebih banyak yang dilaporkan mengalami masalah dalam pekerjaan, kehidupan sosial, dan keluarga

Gejala depresi pada anak

Mengetahui betapa merugikannya efek depresi pada anak, penting bagi setiap orang tua untuk mengenali gejalanya. Dengan mengetahui beragam gejala depresi yang bisa dialami oleh anak, Anda dapat segera memberikan penanganan atau perawatan yang tepat.

Gejala depresi pada anak meliputi:

  • Lekas ​​rewel atau marah
  • Perasaan sedih yang terus-menerus
  • Merasa putus asa
  • Menarik diri dari dunia sosial
  • Menjadi sangat sensitif terhadap penolakan
  • Perubahan nafsu makan (bisa meningkat atau menurun)
  • Perubahan pola tidur (bisa sulit tidur atau tidur berlebihan)
  • Mudah menangis
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mudah lelah, sehingga tidak dapat berkegiatan dengan maksimal
  • Menurunnya minat dalam melakukan hobi yang selama ini disukai
  • Perasaan tidak berharga atau terus merasa bersalah
  • Memikirkan kematian atau bunuh diri.

Penyebab depresi pada anak sangat beragam. Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, ada banyak faktor yang bisa memicu depresi pada anak. “Bisa karena faktor genetik atau keturunan, masalah neuropsikiatri seperti hiperaktif, gangguan cemas, dan sebagainya, atau faktor lingkungan.”

dr. Reza menambahkan bahwa depresi tidak boleh dianggap enteng dan bisa sembuh dengan sendirinya. “Bawa anak Anda ke dokter, terutama ahli psikiatri anak, agar segera mendapatkan penanganan yang tepat,” katanya. Dan semakin cepat Anda meminta bantuan kepada ahlinya, maka akan semakin baik. Jika ditunda-tunda, depresi bisa mengganggu kehidupan anak dan rentan menjadi masalah jangka panjang.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar