Sukses

Makanan yang Baik Dikonsumsi Pasca Serangan Jantung

Melakukan perubahan pola makan dapat menurunkan risiko Anda terkena serangan jantung kembali.

Klikdokter.com, Jakarta Terkena serangan jantung merupakan alarm bagi Anda untuk lebih memprioritaskan kesehatan fisik dan mental. Umumnya, setelah terjadi serangan jantung, Anda akan dirawat di rumah sakit antara dua hari hingga satu minggu. Tapi bila Anda memiliki komplikasi, mungkin Anda harus dirawat lebih lama. Salah satu hal yang harus Anda perhatikan pasca serangan jantung ini adalah pola makan.

Menerapkan diet yang sehat amat penting untuk menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Dan jika Anda sudah memiliki penyakit jantung koroner, American Heart Association dan European Society of Cardiology menganjurkan Anda untuk banyak makan sayur dan buah segar serta menghindari lemak jenuh, lemak trans, dan produk susu tinggi lemak. Makan ikan berminyak setidaknya dua kali seminggu juga direkomendasikan.  

Ahli penyakit jantung dr. Vito A. Damay, Mkes, SpJP (K) FIHA, FICA, mengatakan bahwa dalam pola makan sehat, Anda tak hanya sekadar memperhatikan bahan-bahan makanannya. “Penting juga untuk tahu komposisi makanan yang baik, pengolahan makanan yang tepat, serta porsi dan waktu makannya,” katanya kepada KlikDokter.

Diet Mediterania bagus untuk jantung

Panduan makan dari American Heart Association dan European Society of Cardiology dapat Anda jangkau dengan diet Mediterania. Ada bukti yang menunjukkan bahwa diet Mediterania ini dapat menurunkan risiko kambuhnya serangan jantung. Jika Anda ingin melakukan diet Mediterania, berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Hindari mengonsumsi makanan olahan.
  • Fokus pada makanan nabati, seperti buah-buahan, sayuran, dan kacang polong. Biji-bijian utuh bisa diperoleh dari roti gandum dan pasta gandum. Tambahkan juga kacang-kacangan di piring Anda. Anda bisa memilih kacang tanah dan kacang mede jika sulit mendapatkan kacang almon, walnut, dan makadamia.
  • Ganti penggunaan margarin dan mentega dengan olive oil atau canola oil.
  • Batasi daging merah hanya satu atau dua kali per bulan.
  • Makan ikan berminyak (haring, salmon, makerel) setidaknya dua kali per minggu. Jika sulit mendapatkan tiga ikan tersebut, Anda bisa menggantinya dengan sarden, teri, dan lemuru.

Cara memasak yang sehat juga harus Anda perhatikan. “Hindari makanan yang digoreng. Makanan sebaiknya diolah dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang,” kata dr. Vito.

Mengenai suplemen, pasien serangan jantung diharapkan tidak mengonsumsi suplemen beta-karoten. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen beta-karoten dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung untuk kedua kalinya. Selain itu, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa suplemen vitamin C, vitamin E, dan asam folat dapat mencegah kambuhnya serangan jantung.

Tips makan di restoran

Boleh-boleh saja jika Anda ingin makan di restoran favorit Anda. Dengan catatan, Anda tetap menjaga pola makan Anda. Tak perlu sungkan untuk membuat permintaan khusus kepada pelayan. Meski sekilas terlihat merepotkan, percayalah bahwa ini demi kebaikan Anda juga.

  • Jangan memilih makanan yang digoreng dan terlihat tinggi kalori. Sebaliknya, pilih makanan yang dikukus, dipanggang, dan direbus.
  • Jika Anda memesan ayam, mintalah pelayan untuk menyampaikan kepada koki untuk membuang kulit dari ayam tersebut. Pesankan juga untuk tidak menggunakan margarin dan mentega.
  • Batasi garam. Makanan yang disajikan dengan MSG, dibakar, dan dilumuri dengan saus teriyaki harus Anda hindari. Oh, jangan lupa juga untuk meminta agar makanan Anda tidak ditambahkan garam.
  • Tidak usah pakai saus. Kebanyakan saus tinggi lemak dan kalori, sehingga bisa menyabotase diet Anda.
  • Terakhir, pilihlah buah-buahan sebagai makanan pencuci mulut ketimbang kue-kue manis.

Selain memperhatikan pola makan, pasca serangan jantung Anda juga harus mengelola stres dengan baik, berolahraga, dan melakukan rehabilitasi jantung. Minumlah obat-obatan sesuai dengan anjuran dokter. Bahkan jika Anda sudah merasa lebih baik, jangan berhenti minum obat tanpa pengawasan dokter. Semuanya itu akan sangat berperan dalam pemulihan jantung Anda.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar