Sukses

Cegah Anak Kena Penyakit Jantung dengan Batasi Penggunaan Gawai

Membatasi penggunaan gawai sejak kecil bisa cegah anak kena penyakit jantung di kemudian hari. Berikut ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Umumnya, cara mencegah penyakit jantung sejak dini adalah dengan memperhatikan pola makan dan pola aktivitas fisik anak. Hal itu pun dibenarkan oleh dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter bahwa pola makan yang berantakan dan kurang olahraga dianggap menjadi kontributor utama terjadinya penyakit jantung di usia muda.

Kendati demikian, ada satu lagi usaha yang bisa dilakukan untuk mencegah anak terkena penyakit jantung di kemudian hari, yakni dengan membatasi penggunaan gawai. Mungkin bagi Anda penggunaan gawai dan penyakit jantung tidak memiliki hubungan.

Namun nyatanya, keduanya berkaitan dan berpengaruh terhadap kesehatan jantung anak di masa yang akan datang.

Pengaruh gawai dan risiko penyakit jantung

Dilansir dari Edition.cnn.com, kaitan antara gawai dan penyakit jantung pertama kali diungkapkan oleh American Heart Association (AHA). Dikatakan bahwa sebaiknya, orang tua membatasi waktu bermain gawai pada anak, yakni tidak lebih dari dua jam dalam sehari.

Pasalnya, juru bicara AHA yang bernama Dr. Stephen Daniels mengatakan, penyakit jantung berkaitan dengan kelebihan berat badan, kadar kolesterol dan tekanan darah yang tinggi.

Seperti yang sudah Anda ketahui juga, anak-anak yang telah kecanduan gawai akan kehilangan minat untuk beraktivitas di luar rumah, bahkan sekadar untuk menggerakan tubuhnya ke posisi lain. Nah, begitu faktor-faktor risiko seperti obesitas terjadi di masa kanak-kanak, mereka akan terus membawa faktor risiko tersebut sampai dewasa.

Sementara itu, Ketua Dewan Komunikasi dan Media untuk American Academy of Pediatrics juga mengatakan, menjaga kesehatan jantung semestinya memang dimulai sejak masa kanak-kanak. Karena mendapatkan kondisi jantung yang prima hingga usia senja itu membutuhkan usaha yang tidak instan.

Tapi ironisnya, saat ini anak-anak usia 8 hingga 18 tahun justru menghabiskan lebih dari tujuh jam sehari dalam menggunakan smartphone, tablet, dan perangkat hiburan berbasis layar lainnya, termasuk televisi.

Penggunaan jenis layar portabel pun sepertinya tidak meningkatkan aktivitas di kalangan kaum muda. Justru, kaum muda sekarang makin asyik menetap di suatu tempat untuk berdiam diri, pasif, dan asyik dengan dunia gawainya.

Padahal, perilaku tersebut sangat erat kaitannya dengan risiko obesitas yang berujung pada terjadinya penyakit jantung. Belum lagi saat sedang asyik bermain gawai atau menonton di depan layar, mereka akan malas bergerak menuju meja makan untuk mengonsumsi makanan sehat yang sudah dibuatkan oleh ibunya. Sehingga, camilan manis atau asin terdekatlah yang ia kunyah untuk mengganjal rasa lapar saat asik dengan dunia virtualnya.

1 dari 2 halaman

Agar anak terhindar dari risiko penyakit jantung

Di sisi lain, Tracia Barnett, seorang peneliti dari INRS-Institut Armand Frappier and Sainte-Justine University Hospital Research Center di Montreal mengungkapkan, ada juga bukti yang melaporkan bahwa layar gawai dapat mengganggu kualitas tidur anak.

Saat kualitas tidur terganggu, risiko obesitas pun bisa meningkat. “Ya, idealnya memang perangkat berbasis layar tidak boleh ada di kamar tidur. Karena beberapa penelitian telah menemukan bahwa memiliki perangkat tersebut di kamar bisa memengaruhi pola istirahat seseorang.” jelasnya.

Bila pola istirahat berantakan dan anak kurang tidur, maka risiko yang akan terjadi adalah tekanan darah tinggi dan obesitas, yang seperti telah dijelaskan sebelumnya, dapat memicu penyakit jantung.

Karena begitu bahayanya berbagai kebiasaan buruk di atas, dr. Karin pun akhirnya menyarankan agar orang tua memastikan bahwa anak mereka harus tetap beraktivitas fisik setiap harinya agar badan lebih sehat. Adapun aktivitas fisik yang dapat dilakukan oleh mereka adalah bersepeda, bermain bola, berenang, dan lain sebagainya.

Bahkan, mengajak anak pergi ke supermarket atau taman bermain jauh lebih baik ketimbang membiarkan si Kecil dengan gawai canggihnya di rumah. Selain itu, terapkan juga pola penggunaan gawai yang tepat bagi anak agar tidak meningkatkan risiko obesitas yang berujung pada sakit jantung.

Diperlukan diskusi keluarga yang kondusif untuk menetapkan jadwal aktivitas dan menonton televisi bersama agar kesehatan anak bisa terkontrol, tetapi kebutuhan hiburannya juga tetap terpenuhi.

Yang terpenting, ingatlah bahwa pada dasarnya baik atau buruknya teknologi sangat bergantung dari cara memanfaatkannya. Bila gawai digunakan untuk menghitung berapa banyak langkah yang sudah ditempuh setiap harinya, tentu bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan jantung.

Hal ini juga bisa Anda terapkan pada anak agar terhindar dari perilaku sedenter yang memicu penyakit jantung. Sebisa mungkin, arahkan anak untuk memanfaatkan gawai dengan baik, tak hanya untuk bermain game. Saat ini telah banyak aplikasi yang dapat mendukung pertumbuhan anak. Anda sebagai orang tua dapat mendampinginya selama bermain gawai.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar