Sukses

Kenali Perbedaan antara Anemia dan Tekanan Darah Rendah

Anemia dan tekanan darah rendah sering dianggap sebagai satu kondisi yang sama. Padahal, kedua penyakit ini punya arti yang berbeda.

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda mendengar tentang anemia dan tekanan darah rendah? Mungkin Anda menganggap kedua penyakit ini sama. Walaupun gejalanya bisa mirip, kedua penyakit ini punya arti yang berbeda. Apakah yang dimaksud dengan anemia dan tekanan darah rendah? Yuk, kenali lebih dekat dua gangguan kesehatan ini.

Apa itu Anemia?

Anemia adalah suatu kondisi ketika Anda tidak memiliki cukup sel darah merah, yang ditunjukkan dengan rendahnya kadar Hemoglobin (Hb). Sel darah merah berfungsi untuk membawa oksigen ke berbagai jaringan tubuh.

Jika Anda mengalami anemia, sel tubuh tidak akan mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Hal ini akan menyebabkan Anda merasa cepat lelah dan lemah.

Di sisi lain, penyebab anemia pun bervariasi. Salah satu jenis anemia yang umum ditemui adalah anemia defisiensi besi. Anemia defisiensi besi disebabkan oleh kekurangan zat besi dalam tubuh Anda. Sumsum tulang manusia membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin.

Tanpa zat besi yang memadai, tubuh Anda tidak dapat memproduksi hemoglobin yang cukup untuk produksi sel darah merah. Anemia defisiensi besi juga disebabkan oleh kehilangan darah, seperti dari pendarahan menstruasi yang berat, tukak lambung, dan kanker.

Selain zat besi, tubuh Anda juga membutuhkan folat dan vitamin B12 untuk menghasilkan sel darah merah yang baik. Jika tidak memiliki kandungan folat dan vitamin B12 dalam jumlah yang cukup, seseorang akan mengalami anemia megaloblastik.

Selain berbagai tipe anemia di atas, terdapat anemia penyakit kronik. Anemia jenis ini diderita oleh penderita sakit seperti kanker, HIV/AIDS, rheumatoid arthritis, dan berbagai penyakit radang lainnya.

Penanganan anemia tergantung penyebabnya. Jika Anda menderita anemia defisiensi besi, penanganannya adalah dengan memberikan suplementasi besi. Adapun, jika kadar vitamin folat dan vitamin B 12 tidak cukup, Anda dapat menggunakan suplementasi asam folat dan vitamin B 12. Selain itu, perlu diperhatikan apakah terdapat perdarahan yang menyebabkan anemia, seperti perdarahan saluran cerna.

Mengenal lebih jauh tekanan darah rendah

Tekanan darah seseorang dianggap normal bila berada di rentang <120/80 mmHg. Namun, tekanan darah Anda rendah apabila <90/60 mmHg, atau dikenal dengan hipotensi. Hipotensi tidak selalu bergejala, terutama jika tubuh sudah terbiasa dengan kondisi tersebut.

Dengan demikian, tubuh sudah memiliki mekanisme kompensasinya. Jadi, Anda tidak perlu khawatir jika tekanan darah Anda tergolong rendah, tapi Anda tidak memiliki gejala apapun.

Pada beberapa orang, tekanan darah rendah dapat menimbulkan gejala. Yaitu, pusing, rasa melayang, lemas, pandangan kabur, mual, keringat dingin, hingga penurunan kesadaran atau pingsan. Jika Anda mengalami gejala tersebut dan tekanan darah Anda rendah, evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.

Tekanan darah rendah juga dapat menyertai berbagai penyakit tertentu, misalnya dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), gangguan jantung, gangguan hormon, perdarahan, infeksi berat, reaksi alergi berat, dan pengaruh obat-obatan tertentu.

Penanganan tekanan darah rendah sendiri tergantung penyebabnya. Jika tidak bergejala, tekanan darah rendah tidak memerlukan terapi khusus. Pemeriksaan yang lengkap diperlukan untuk mencari penyebab dari tekanan darah rendah bagi penderita dengan gejala yang nyata.

Anemia dan tekanan darah rendah adalah dua kondisi kesehatan yang berbeda. Mengenali gejalanya adalah salah satu cara untuk membedakan keduanya. Jangan sampai tertukar antara dua penyakit ini. Walaupun gejalanya mirip, penanganan keduanya berbeda!

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar