Sukses

Ini Bahayanya Jika Anda Merokok setelah Olahraga

Jangan sia-siakan kesehatan Anda dengan merokok setelah olahraga. Efek buruknya bisa mengintai organ-organ Anda!

Klikdokter.com, Jakarta Merokok dan olahraga adalah dua hal yang sangat bertentangan. Yang satu membuat pembuluh darah jantung tersumbat, dan yang satunya membuat jantung semakin kuat. Lalu, apa jadinya jika Anda malah merokok setelah olahraga? Jawabannya, mungkin sudah Anda duga, adalah berbahaya.

Dilansir Livestrong dan sumber lainnya, berikut hal-hal yang akan Anda hadapi jika punya kebiasaan merokok setelah berolahraga:

  • Jantung

“Pada dasarnya, merokok dan olahraga itu sama-sama memicu stres oksidatif,” kata dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter. Dalam batas tertentu, stres oksidatif termasuk normal. Namun jika kadarnya berlebihan (yang bisa terjadi akibat merokok), maka akan berbahaya bagi tubuh.

dr. Fiona menambahkan, “Kalau sudah ada penyakit jantung, merokok setelah berolahraga akan membuat pembuluh darah makin menyempit. Saat olahraga kan jantung dipacu, jadi kebutuhan aliran darah meningkat dan jantung harus bekerja lebih keras. Dengan adanya asap rokok, bikin jantung bekerja lebih keras sehingga kalau terus-menerus demikian, fungsi pompa jantung bisa melemah.”

  • Otak

Merokok setelah berolahraga akan meningkatkan jumlah karbon monoksida ke dalam aliran darah. Karbon monoksida ini memiliki efek serius terhadap fungsi otak, karena mengganggu kinerja visual, mengacaukan keterampilan motorik, bahkan menghambat penalaran kognitif. Jika Anda merokok setelah berolahraga, sakit kepala dan efek tak diinginkan lainnya bisa terjadi.

  • Paru-paru

Menurut dr. Fiona, menghirup asap rokok mempersempit saluran udara di paru-paru dan membuatnya sulit bernapas. Setelah berolahraga, tubuh membutuhkan oksigen sebanyak mungkin untuk pulih, itulah sebabnya pernapasan Anda menjadi lebih cepat dan detak jantung meningkat. “Dengan merokok, maka akan mengurangi jumlah oksigen di dalam darah,” jelasnya.

  • Lemas

Merokok dapat mengurangi kadar oksigen di dalam darah. Karena itu, merokok setelah olahraga dapat membuat Anda lelah selama masa pemulihan. Seharusnya berolahraga membuat Anda jadi semangat, tapi bagaimana kalau Anda malah lelah? Hal ini tentu bisa membuat dorongan Anda untuk kembali berolahraga jadi berkurang. Rugi, kan?

Selain empat hal di atas, merokok setelah berolahraga juga berdampak pada testosteron. Masih melansir Livestrong, memiliki kadar testosteron normal atau tinggi sangat bermanfaat bagi Anda yang ingin membangun otot dari berolahraga. Merokok dapat merusak sel-sel yang memproduksi testosteron dalam tubuh. Hal ini kemudian akan menghambat produksi testosteron Anda dan menurunkan kadar testosteron di dalam tubuh.

Berhenti merokok adalah solusinya

Tidak ada cara yang lebih baik untuk mengatasi hal di atas daripada berhenti merokok. Selain akan membuat hasil olahraga lebih maksimal, berhenti merokok juga akan mengurangi risiko berbagai penyakit, seperti penyakit jantung dan stroke.

“Dalam waktu satu tahun setelah berhenti merokok, maka risiko stroke akan turun pada level yang sama dengan orang yang tidak merokok,” kata dr. Alvin Nursalim SpPD dari KlikDokter. Ia menambahkan, risiko kanker mulut juga akan menurun sebanyak 50% dalam lima tahun.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi kecanduan nikotin beragam, salah satunya dengan terapi pengganti nikotin. “Terapi pengganti nikotin ini tersedia dalam bentuk spray, inhaler, dan patch,” kata dr. Alvin. Anda bisa memilih yang sesuai dengan kebutuhan, dan akan lebih baik jika didiskusikan terlebih dulu kepada dokter.

Rasanya, semua orang sudah tahu bahwa merokok itu buruk untuk kesehatan. Apalagi jika Anda merokok setelah olahraga, karena efeknya sudah terbukti bisa membahayakan. Karena itu, cobalah untuk perlahan berhenti dari ketergantungan nikotin. Jika banyak orang sudah berhasil melakukannya, Anda pasti juga bisa!

 [RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar