Sukses

Kiat Hindari Dehidrasi pada Anak

Orang tua harus tahu bahwa anak juga rentan mengalami dehidrasi. Berikut ini kiat untuk melindungi anak Anda dari ancaman dehidrasi.

Klikdokter.com, Jakarta Tak hanya orang dewasa, dehidrasi juga bisa dialami anak. Di sisi lain, menjaga anak tetap terhidrasi juga dapat memberikan dampak yang signifikan pada kesehatannya, terutama di cuaca panas atau setelah berolahraga. Oleh sebab itu, ketahui tanda dehidrasi pada anak dan kiat untuk menghindarinya.

Saat bayi lahir, sekitar 75 persen tubuhnya terdiri dari cairan. Untuk anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa, kadar cairan di dalam tubuhnya adalah sekitar 60 persen. Itulah sebabnya tubuh Anda amat membutuhkan pasokan cairan yang cukup.

Perlu diketahui, sel-sel dalam tubuh bergantung pada kadar cairan dalam tubuh agar dapat berfungsi secara normal, termasuk berkontribusi pada pembuangan sisa metabolisme. Sehingga, jumlah dan jenis cairan yang dikonsumsi orang dewasa atau anak-anak dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan mereka.

Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga bisa kehilangan cairan lebih banyak di dalam tubuhnya. Hal ini kemudian dijelaskan lebih lanjut oleh dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.

"Demam, diare, berada di cuaca yang panas atau intensitas olahraga yang tinggi dapat menjadi penyebab anak mengalami kehilangan cairan tubuh. Jika kekurangan cairan dibiarkan maka dapat berujung pada dehidrasi," ujarnya.

Dikatakan juga oleh dr. Nadia bahwa satu hal yang perlu diwaspadai adalah, dehidrasi bisa terjadi secara perlahan-lahan atau bisa juga terjadi secara mendadak. Khusus anak yang sedang mengalami diare, harus dipantau secara berkala, agar tidak mengalami gejala dehidrasi.

1 dari 3 halaman

Tanda anak mengalami dehidrasi

Jangan tunggu hingga anak merasa sangat haus. Sebab rasa haus yang dialaminya menunjukkan bahwa ia sudah mengalami dehidrasi. Agar tidak terlambat menyadari anak mengalami dehidrasi, ketahui tanda-tandanya berikut ini:

  • Sakit kepala
  • Mulut kering dan bibir pecah-pecah
  • Mudah lelah
  • Urine berwarna gelap
  • Frekuensi buang air kencing (BAK) berkurang
  • Tidak ada urine sama sekali selama 8 jam
  • Kulit kering dan terasa dingin
  • Anak terlihat lesu dan mengantuk
  • Napas dan nadi menjadi cepat

Untuk menghindari berbagai kondisi di atas, berikan si Kecil minum yang cukup. Ketahui juga berapa jumlah cairan yang dibutuhkannya dalam sehari, sehingga Anda pun lebih mudah untuk mencegah anak mengalami dehidrasi.

Kebutuhan cairan harian anak

Jumlah kebutuhan cairan anak sebenarnya dapat sangat bervariasi, tergantung pada usia dan jenis kelamin, serta cuaca dan aktivitas fisiknya. Sebagai pedoman umum, anak-anak berusia 4 hingga 13 tahun harus minum sekitar 6-8 gelas air sehari.

Sedangkan, anak-anak yang berusia lebih muda membutuhkan porsi yang relatif lebih kecil, yakni sekitar 3-5 gelas sehari untuk anak berusia 4 tahun. Selain takaran tersebut, berikut ini adalah pedoman dari The European Food Safety Authority (EFSA) tentang berapa banyak cairan yang dibutuhkan anak-anak:

  • Anak laki-laki dan perempuan berusia 4-8 tahun membutuhkan 1,1 hingga 1,3 liter per hari
  • Anak perempuan berusia 9-13 tahun membutuhkan 1,3 hingga 1,5 liter per hari
  • Anak laki-laki berusia 9-13 tahun membutuhkan 1,5 hingga 1,7 liter per hari

Selain didapatkan dari minuman, cairan tersebut juga dapat terpenuhi lewat konsumsi beberapa jenis makanan dengan kadar air yang tinggi. Beberapa contoh buah dan sayuran yang dimaksud misalnya timun dan semangka.

2 dari 3 halaman

Kiat mencegah anak dehidrasi

Salah satu hal yang perlu dilakukan oleh orang tua soal menghindarkan anak dari dehidrasi adalah menjadi panutan bagi anaknya. Orang tua perlu minum air yang cukup, dimulai dari sarapan.

Selain itu, berikut ini beberapa tips yang dapat Anda coba untuk mendorong si Kecil minum lebih banyak, dan membiasakan diri dengan air minum:

  • Pastikan anak minum sebelum berangkat ke sekolah, yaitu saat sarapan, dan selama waktu bermain.
  • Tawarkan minuman secara teratur, terutama ketika cuaca sedang panas.
  • Ingatlah bahwa banyak makanan, seperti buah, sayuran, yoghurt, susu sereal, dan sup memiliki kandungan air yang tinggi dan juga dapat berkontribusi terhadap asupan cairan anak.
  • Saat sedang bepergian, usahakan selalu membawa minuman dalam botol.
  • Berikan contoh bahwa Anda juga menyukai air putih, sehingga anak pun menyukainya.
  • Biarkan anak memilih cangkir atau botol air sesuai yang disukainya dan biarkan ia mengisinya sendiri.
  • Tambahkan es dan irisan lemon atau timun untuk sedikit memuaskan dahaga mereka.

Air putih adalah pilihan asupan cairan yang sangat baik bagi anak-anak untuk tetap terhidrasi dengan baik. Selain itu, amat baik untuk memperkenalkan air sebagai minuman sejak dini, sehingga anak terbiasa mengonsumsi air tanpa rasa.

Demikianlah berbagai kiat untuk menghindarkan anak dari ancaman dehidrasi. Beritahu mereka juga bahwa kekurangan minum akan membuat mereka kehilangan waktu bermain karena sakit. Kesempatan bermain tentu tidak mau dilewatkan oleh anak-anak. Dengan demikian, anak pun akan bersemangat untuk selalu minum air putih.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar