Sukses

Menurunkan Berat Badan Secara Instan, Apa Bahayanya?

Menurunkan badan butuh proses dan kedisiplinan. Lantas, bagaimana dengan menurunkan berat badan secara instan, berbahayakah?

Klikdokter.com, Jakarta Semua orang inginnya punya berat badan ideal. Namun, godaan bisa datang dari mana saja dan banyak kebiasaan buruk yang sulit dilepaskan. Misalnya asupan kalori lebih banyak yang masuk daripada yang keluar, malas berolahraga, dan lain-lain. Akhirnya, berat badan melonjak. Untuk menurunkan berat badan memang butuh usaha dan kedisiplinan, dan tak sedikit orang yang menyerah di tengah jalan. Lantas, bagaimana dengan penurunan berat badan yang instan, apakah berbahaya?

Ada banyak sekali produk atau program untuk menurunkan berat badan. Tak sedikit pula yang mengklaim produk atau programnya menawarkan turunnya berat badan dalam waktu sangat cepat tanpa banyak usaha. Siapa, coba, yang tak tergoda? Namun, ingatlah bahwa biasanya sesuatu yang instan itu tidak baik.

Keamanannya dipertanyakan

Berbagai program dan produk pelangsing badan dalam waktu cepat umumnya memiliki banyak pelanggan. Karena sekali lagi, siapa yang tergiur berat badan turun 20 kg dalam waktu satu bulan?!

Berbagai metode pun ditawarkan, mulai dari katering diet, suplemen, teh, obat penurun berat badan, atau berbagai peralatan canggih yang dapat meluruhkan lemak tanpa obat. Mungkin tidak sedikit dari metode tersebut yang benar-benar bisa menurunkan berat badan dalam waktu cepat.

Namun, coba pertimbangkan apakah hal tersebut aman untuk kesehatan jangka panjang? Jangan sampai obsesi untuk langsing dengan cepat justru malah membahayakan kesehatan tubuh.

Berbagai metode diet yang digunakan

Ada banyak sekali metode yang ditawarkan untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Yang pertama adalah diet starvasi. Sesuai dengan namanya, tujuan diet ini adalah untuk membuat pelakunya kelaparan karena sedikitnya kalori yang dikonsumsi. Tak heran jika dalam waktu singkat pelakunya mengalami penurunan berat badan yang signifikan.

Orang yang menjalankan diet starvasi umumnya hanya mengonsumsi sayur, buah, dan minuman rendah kalori. Diet ini juga sering disebut sebagai diet detoks yang tujuannya adalah untuk membersihkan pencernaan.

Berbagai suplemen, teh, dan obat penurun berat badan pun dijual. Baik secara legal di apotek atau lewat resep dokter, atau secara illegal yang tak jarang tersedia di toko online.

Selain itu, ada pula metode lain yang menggunakan bahan yang disuntikkan ke kulit, yang diklaim dapat meluruhkan lemak. Terdapat pula metode pendinginan yang katanya dapat membantu menghancurkan lemak yang membandel.

Memang, tak dapat dimungkiri beberapa metode tersebut dapat bekerja dengan baik dalam menurunkan berat badan secara cepat. Namun, adakah efeknya untuk tubuh?

1 dari 2 halaman

Efek penurunan berat badan secara instan bagi tubuh

Ternyata, penurunan berat badan secara signifikan memiliki dampak negatif bagi kesehatan tubuh. Gejala awal ringan yang dapat dirasakan antara lain adalah sakit kepala, mudah marah, mood terganggu, cepat lelah, produktivitas kerja menurun, sembelit, gangguan menstruasi, kerontokan rambut, kuku rapuh, mudah jatuh sakit, pengurangan massa tulang yang dapat berujung kepada osteoporosis, dan penurunan massa otot.

Selain itu, juga terdapat risiko malnutrisi (kurang gizi) karena sedikitnya asupan makanan yang dikonsumsi. Bagaimanapun, seseorang tetap membutuhkan zat gizi lengkap untuk kesehatannya, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Anda tidak bisa memenuhi kebutuhan zat gizi harian jika hanya mengonsumsi sayur, buah, dan air.

Sedikitnya asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Ini bisa berakibat pada timbulnya sakit kepala, berkurangnya kemampuan untuk mempertahankan fokus, konsentrasi, dan memori, hingga gangguan atau penurunan kesadaran. Mereka yang menurunkan berat badan lebih dari 2 kg per minggu juga memiliki peningkatan risiko mengalami batu ginjal.

Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter

Dari uraian di atas, Anda perlu mengetahui bahwa menurunkan berat badan bukan hanya asal cepat, tetapi yang terpenting adalah bagaimana cara menurunkannya secara aman, sehat, dan dapat dipertahankan dalam jangka waktu panjang.

Para ahli masih sepakat bahwa diet yang terbaik adalah diet seimbang yang mencakup semua zat gizi lengkap seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Hanya saja, asupan kalorinya harus disesuaikan dengan target berat badan yang diinginkan.

Untuk diet tahap awal, Anda disarankan untuk mengurangi 500 kalori dari per minggu. Memulai secara perlahan tapi pasti jauh lebih baik, dibandingkan dengan penurunan berat badan yang drastis tapi lebih rentan menjadi diet yoyo sehingga berat badan mudah naik lagi.

Jadikanlah diet sehat sebagai bagian dari pola hidup Anda setiap harinya, dikombinasikan dengan olahraga teratur, tidur cukup, serta bisa mengelola stres dengan baik. Jangan sampai tergoda dengan program atau produk yang katanya bisa menurunkan berat badan secara instan, karena efeknya bisa berbalik menyerang kesehatan tubuh.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar