Sukses

Anda Kena Asam Lambung? Atasi dengan Cara Ini

Selain terlambat makan, sakit asam lambung dapat dipicu oleh kelebihan berat badan dan kondisi hamil. Cari tahu cara mengatasinya di sini!

Klikdokter.com, Jakarta Anda pernah merasakan nyeri pada ulu hati atau ada sensasi terbakar di dada sampai ke tenggorokan? Jika iya, Anda mungkin memiliki gangguan asam lambung. Menurut dr. Ellen Theodora dari KlikDokter, selain rasa terbakar di dada, asam lambung dapat menimbulkan rasa mual, perasaan ingin muntah, dan rasa asam di dalam mulut.

Selain terlambat makan, menurut dr. Ellen, sakit asam lambung dapat dipicu beberapa hal. "Seseorang yang berisiko tinggi mengalami asam lambung adalah orang yang kelebihan berat badan (obesitas), dan wanita yang sedang hamil," ungkap dr. Ellen.

Selain itu, beberapa kondisi rentan meningkatkan risiko naiknya asam lambung. Yaitu, kebiasaan merokok, mulut kering, asma, diabetes, dan menonjolnya lambung bagian atas sampai diafragma.

Cara atasi asam lambung

Jika Anda merasakan gejala-gejala sakit asam lambung di atas, beberapa tindakan dapat meringankan kondisi Anda.

  1. Minum air putih

Air putih dibutuhkan untuk menyeimbangkan kadar pH sehingga usus bekerja lebih cepat. Jadi, perbanyak konsumsi air putih ketika asam lambung Anda kambuh.

"Air putih jauh lebih baik dibandingkan susu dalam mencegah potensi naiknya asam lambung. Di samping itu, air putih juga dapat membantu proses hidrasi dan proses pencernaan," kata dr. Ellen.

  1. Mengunyah permen karet

Jangan sepelekan aktivitas ini. Nyatanya, mengunyah permen karet juga bisa mengatasi asam lambung. Dalam sebuah penelitian, mengunyah permen karet ternyata dapat merangsang laju pelepasan air liur. Akibatnya, asam yang terakumulasi di perut akan “tercuci” dan bersih lebih cepat. Hasilnya, risiko asam lambung naik ke tenggorokan menjadi semakin kecil.

  1. Tarik napas dalam-dalam

Saat Anda bernapas, cobalah menarik oksigen dalam-dalam. Kadar udara yang masuk dapat dikontrol dengan menarik napas panjang atau secara dalam. Kadar udara ini dapat menguatkan otot-otot yang berada di bawah tenggorokan, sehingga dapat mengurangi risiko naiknya asam lambung.

  1. Konsumsi protein dan hindari lemak

Makanan tinggi protein dapat meningkatkan tekanan sfingter (otot dengan bentuk seperti cincin yang berfungsi menutup jalur atau bukaan pada tubuh) esofagus bawah dalam menekan asam lambung. Ini menyebabkan refluks ke tenggorokan tidak terjadi. Sementara itu, jika Anda konsumsi makanan berlemak, yang terjadi justru sebaliknya.

  1. Jangan langsung tidur setelah makan

Orang tua sering tidak memperbolehkan Anda tidur setelah makan. Ternyata, itu memang berguna untuk mengatasi asam lambung. Lebih baik berdiri setelah makan agar Anda tetap dapat mengontrol keberadaan makanan pada lambung dan jumlah produksi asam lambung.

"Anda dianjurkan untuk tidak langsung dalam posisi tidur, paling tidak 2 atau 3 jam setelah makan. Hal ini berhubungan dengan efek gravitasi, di mana dapat membantu menghindari risiko asam lambung meningkat," ungkap dr. Ellen.

  1. Turunkan berat badan

Seperti disebutkan di atas, obesitas adalah salah satu pencetus asam lambung. Jadi, kalau Anda kelebihan berat badan atau bahkan obesitas, segera turunkan berat badan Anda.

  1. Mengubah pola makan

Makan sesuai jadwal dan dengan porsi yang lebih kecil bisa membuat Anda terhindar dari asam lambung. Ini karena jadwal makanan yang berantakan dan porsi makan yang terlalu besar dapat meningkatkan tekanan perut. Hal ini berisiko meningkatkan naiknya asam lambung. Hindari juga makan terlalu cepat dan kebiasaan ngemil sebelum tidur malam.

  1. Modifikasi gaya hidup

Menerapkan gaya hidup sehat adalah cara paling efektif untuk mencegah naiknya asam lambung. "Anda harus mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, berolahraga setidaknya dua kali seminggu dengan durasi 15-30 menit, istirahat, hindari alkohol, dan stres," ucap dr. Ellen.

Selain cara-cara di atas, Anda harus menghindari kopi, soda, alkohol, daging, produk susu, dan makan asam agar terhindar dari asam lambung. Sementara itu, bagi Anda yang masih merokok, segeralah berhenti. Nikotin yang terdapat dalam rokok dapat membuat sfingter esofagus menjadi relaks. Keadaan ini sangat merugikan karena dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar