Sukses

Mana Lebih Sehat, Gula Putih atau Gula Merah?

Dua pilihan pemanis populer adalah gula putih dan gula merah. Mana di antara keduanya yang lebih sehat?

Klikdokter.com, Jakarta Gula adalah pemanis makanan dan minuman yang disukai banyak orang, tak terkecuali di Indonesia. Gula yang beredar di pasaran beraneka ragam. Namun, dua dari yang paling populer adalah gula putih dan gula merah. Meski sama-sama pemanis, tapi punya dampak yang berbeda bagi tubuh. Antara gula putih dan gula merah, mana yang lebih sehat?

Pendapat masyarakat beragam. Ada yang menganggap gula merah lebih sehat, ada juga yang bilang kalau keduanya sama saja. Sebetulnya kandungan gula merah dan gula putih kurang lebih sama. Perbedaannya terletak pada kandungan molase (atau disebut juga dengan tetes tebu) yang berwarna kecokelatan, sehingga memberikan warna merah atau kecokelatan pada gula merah. Dalam pembuatan gula putih, molase ini dihilangkan, sehingga membuat warna gula menjadi putih.

Selain perbedaan dalam hal warna, rasa dari kedua gula tersebut juga berbeda karena kandungan molase pada gula merah (bukan gula Jawa atau gula aren). Meskipun demikian, kandungan nutrisi dari dua jenis gula tersebut tidak jauh berbeda.

Apakah gula merah lebih sehat?

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, satu sendok teh gula merah atau (brown sugar) mengandung 17 kalori, sementara gula putih mengandung 16 kalori. Tambahan kandungan molase pada gula merah memang memberi tambahan pula pada beberapa jenis mineral, seperti kalsium, kalium, zat besi, dan magnesium—yang tidak dimiliki oleh gula putih. Namun demikian, jumlahnya sangat kecil sehingga dampaknya tidak signifikan untuk tubuh.

Gula sebetulnya merupakan salah satu faktor penting yang mendukung kerja tubuh. Tanpa gula, organ di dalam tubuh, utamanya otak, tak akan dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Perlu diketahui fungsi utama gula adalah sumber energi untuk proses fisiologis seperti respirasi, kontraksi dan relaksasi otot, irama jantung, regulasi suhu tubuh, dan lain-lain. Gula dan karbohidat memasok sekitar setengah dari energi total yang dibutuhkan tubuh. Gula dan karbohidrat yang disimpan tubuh disebut glikogen.

Otak, neuron, dan sel darah adalah beberapa bagian tubuh yang membutuhkan gula. Untuk bisa berkembang, otak, neuron, dan sel darah memanfaatkan glukosa sebagai energi. Jika tidak ada asupan gula ke dalam tubuh, ketiga bagian tubuh itu akan memanfaatkan glikogen dengan cara memecah jaringan otot.

1 dari 2 halaman

Baik gula putih atau gula merah, konsumsinya harus dibatasi

Karena pada dasarnya antara gula merah dan gula putih tak berbeda jauh dan meski gula dibutuhkan tubuh, konsumsi keduanya tetap harus dibatasi. Pasalnya, konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit. Mulai dari obesitas, diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, penyakit jantung, dan stroke.

Menurut American Heart Association (AHA), batasan konsumsi gula dalam sehari adalah 150 kalori atau 9 sendok teh untuk pria, sedangkan untuk wanita sebanyak 6 sendok teh. Sedikit berbeda dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menyarakan konsumsi gula orang per hari tak lebih dari 50 gram, yaitu 4 sendok makan. Sayangnya, konsumsi rata-rata masyarakat masih melebihi jumlah tersebut.

Selain makanan asin, masyarakat Indonesia tak dimungkiri juga senang dengan yang manis-manis. Misalnya minum minuman kemasan manis, menambahkan gula pada teh atau kopi, sirop, makanan penutup yang manis-manis, es krim dan masih banyak lagi. Belum lagi konsumsi nasi putih yang banyak, dan buah-buahan pun juga secara alami sudah mengandung gula. Jika Anda penggila yang manis-manis, sebaiknya kurangi dan batasi sesuai takaran yang dianjurkan.

Jadi, antara gula merah atau gula putih, keduanya tak jauh berbeda. Perbedaannya adalah kandungan molase pada gula merah yang secara teknis menjadikan gula merah lebih sehat. Namun, agar kesehatan tubuh tetap terjaga, Anda harus membatasi konsumsi gula, baik dari gula merah, gula putih, atau pemanis lainnya. Karena, jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, hanya efek negatiflah yang kemudian hari akan Anda dapat.

(RN/ RVS)

1 Komentar