Sukses

Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan Bisa Sebabkan Penyakit Ini

Hati-hati kebiasaan buang sampah sembarangan bisa menyebabkan sederet penyakit ini.

Klikdokter.com, Jakarta Sampah tampaknya masih menjadi permasalahan klasik di Indonesia. Di Jakarta misalnya, dilansir dari Liputan6.com, jumlah sampah plastik yang dihasilkan warga Ibu Kota dalam satu hari bisa seluas tujuh lapangan sepak bola! Untuk itu, demi melecut kesadaran masyarakat atas sampah, tanggal 20 Februari lalu ditetapkan pemerintah Indonesia sebagai Hari Peduli Sampah Nasional.

Diharapkan, kampanye ini bisa mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan mengurangi produksi sampah. Kebiasaan membuang sampah sembarangan bisa membuat lingkungan kotor, saluran tersumbat, dan rentan jadi sarang kuman penyebab berbagai penyakit.

Sampah yang dibuang sembarangan dan tidak diolah dengan benar dapat membuat sampah mengontaminasi tanah, udara, dan air. Patogen (bakteri, parasit, jamur, dll) yang terdapat dalam tumpukan sampah jika tak sengaja dikonsumsi oleh manusia dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Bahaya air yang tercemar

World Health Organization (WHO) telah mengeluarkan larangan untuk minum air yang terkontaminasi. Menurut Badan Kesehatan Dunia itu, air tercemar dapat meningkatkan risiko beragam penyakit, seperti hepatitis, kolera, disentri, demam tifoid, dan polio.

Minum air yang terkontaminasi, seperti yang langsung dari keran, juga dapat berpotensi menyebabkan tubuh terkontaminasi bahan logam. Berdasarkan laporan dari the Detroit Water and Sewage Department pada tahun 2014, di Kota Flint, Michigan, Amerika Serikat, warga yang minum air mentah langsung dari sumber Sungai Flint mengalami paparan berbagai bahan kimia seperti timbal, trihalomethanes, tembaga, dan klorin.

Air yang terkontaminasi bahan kimia tersebut juga dapat tak sengaja dikonsumsi oleh hewan laut seperti ikan, kerang, dan udang. Jika dikonsumsi oleh manusia, makanan laut yang sudah tercemar ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Tak hanya kontaminasi air, tumpukan sampah - terutama jika dibakar - dapat menghasilkan bahan toksik seperti karbon dioksida, metana, dan gas beracun lainnya. Sekitar 40-50 persen dari sampah yang dibakar akan menghasilkan karbon dioksida, sekitar 40 persen akan menghasilkan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH), dan 10 persen akan menghasilkan emisi merkuri.

Seluruh senyawa hasil pembakaran sampah itu dapat meningkatkan risiko infeksi paru serta gangguan pada saraf, penyakit jantung, dan kanker.

Berisiko penularan penyakit

Selain itu, berkontak langsung dengan sampah yang dibuang sembarangan juga dapat meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan oleh binatang (seperti tikus dan nyamuk). Tikus dan nyamuk merupakan binatang yang berhabitat dan "senang" dengan tumpukan sampah.

Penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, antara lain malaria dan demam berdarah. Malaria merupakan penyakit yang dapat mengancam jiwa yang disebabkan oleh parasit Plasmodium melalui gigitan nyamuk Anopheles. Pada tahun 2015, lebih dari 210 juta orang terjangkit malaria di dunia dan 429.000 orang dilaporkan meninggal dunia karena malaria.

Sementara itu, DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus berkelamin betina. Tumpukan sampah dan air yang menggenang dapat membuat seseorang berisiko alami DBD. Baik malaria maupun DBD, jika tidak ditangani segera bisa menyebabkan berbagai komplikasi bahkan meninggal dunia.

Sampah berserakan akibat kebiasaan buang sampah sembarangan juga bisa meningkatkan risiko penyakit leptospirosis. Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteria Leptospira. Biasanya, bakteri ini terdapat pada urine hewan seperti tikus dan sapi. Seseorang bisa terinfeksi leptospirosis apabila berada di air yang terkontaminasi dalam waktu lama atau melalui kontak dengan luka terbuka.

Berbagai penyakit di atas bisa disebabkan oleh kebiasaan membuang sampah sembarangan. Untuk itu, di pekan Hari Peduli Sampah Nasional, kurangi sampah yang ada dengan cara membawa tas belanja sendiri, membawa tempat makan atau botol air yang bisa digunakan kembali, serta tidak menggunakan sendok dan garpu dari plastik. Dan, yang terpenting, jangan membuang sampah sembarangan!

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar