Sukses

Kupas Tuntas tentang Alergi Bahan Pakaian

Kulit gatal-gatal dan kemerahan saat memakai pakaian jenis tertentu? Kondisi ini disebut alergi bahan pakaian.

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda merasakan gatal-gatal saat memakai pakaian baru atau pakaian jenis tertentu? Jika ya, bisa jadi Anda mengalami alergi bahan pakaian. Disebut juga sebagai dermatitis kontak tekstil, alergi bahan pakaian merupakan salah satu masalah kulit yang cukup sering terjadi. Penyebab kondisi ini adalah karena material atau zat yang terdapat pada pakaian tersebut.

Anda bisa mengalami alergi bahan pakaian jika antibodi tubuh menganggap struktur zat kimia tersebut sebagai benda asing yang mengancam. Alhasil, muncullah reaksi imunologis yang menyebabkan reaksi peradangan pada kulit.

Penyebab alergi bahan pakaian

Ada beberapa penyebab terjadinya alergi bahan pakaian, antara lain:

  • Pakaian baru

Pakaian baru sering menyebabkan reaksi alergi. Mengapa? Kebanyakan orang tidak mencuci pakaian baru dan langsung menggunakannya karena menganggap itu adalah pakaian baru yang belum pernah digunakan. Padahal, pakaian baru biasanya mengandung formaldehida. Zat formaldehida ini dapat mencegah pakaian kusut saat di-display di toko. Padahal, zat ini bersifat racun dan dapat merangsang iritasi dan gatal pada kulit.

  • Materi yang digunakan pada tekstil

Ada banyak jenis bahan tekstil yang sering digunakan untuk pakaian, seperti katun, wol, lateks, likra, sutra, serta denim. Masing-masing orang dapat memiliki reaksi yang berbeda terhadap material tersebut. Beberapa orang alergi terhadap bahan likra atau lateks, sementara yang lainnya alergi terhadap pakaian denim. Jadi jika Anda pernah alergi terhadap suatu bahan pakaian tertentu, ingatlah dan hindari pakaian apa pun yang berbahan itu.

  • Sabun cuci atau detergen

Detergen sangat penting untuk membersihkan pakaian. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa detergen merupakan salah satu komponen yang dapat mencetuskan alergi. Pewangi dan pewarna dalam detergen dapat mencetuskan alergi pakaian, terutama jika proses pembilasan pakaian tidak cukup bersih.

  • Aksesori

Selain pakaian, ada beberapa aksesori pada pakaian yang juga dapat menyebabkan alergi, seperti manik-manik, kancing, ritsleting, dan sabuk.

  • Zat kimia yang digunakan

Beberapa jenis zat kimia yang digunakan pada proses pengolahan dan pembuatan tekstil juga dapat menyebabkan terjadinya reaksi alergi bahan pakaian.

Bagaimana cara mengatasi alergi bahan pakaian?

Gejala alergi bahan pakaian dapat berbeda antara satu orang dengan yang lain, ada yang ringan dan ada juga yang berat. Gejala yang paling sering terjadi adalah gejala pada kulit, seperti gatal, merah-merah, dan bentol. Akan tetapi, dapat pula muncul gejala lain seperti hidung gatal, berair, dan tersumbat, hingga gejala berat seperti serangan asma.

Seperti jenis alergi lainnya, cara mengatasi alergi bahan pakaian adalah dengan menghindari pakaian yang memang sudah diketahui sebelumnya menyebabkan alergi. Misal jika Anda memiliki alergi terhadap lateks, maka hindari menggunakan bahan pakaian yang mengandung lateks.

Jangan lupa untuk mencuci setiap pakaian baru yang belum pernah digunakan. Pastikan juga Anda membilas dengan bersih sisa-sisa detergen saat mencuci pakaian.

Jika gejala alergi tersebut sangat mengganggu, kunjungilah dokter untuk mendapatkan penanganan. Biasanya dokter akan memberikan pelembap kulit untuk melapisi bagian kulit yang mengalami gejala alergi, serta memberikan obat-obatan anti radang untuk mengurangi gejala alergi bahan pakaian yang Anda alami.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar