Sukses

Aktor Ranza Ferdian Meninggal Akibat Penyakit Kelenjar Getah Bening

Aktor muda Ranza Ferdian meninggal dunia akibat penyakit kelenjar getah bening. Apa penyebab dan gejala penyakit ini?

Klikdokter.com, Jakarta Aktor muda Indonesia, Ranza Ferdian, tutup usia pada hari Senin (18/2) lalu. Dilansir Liputan6.com, Ranza meninggal karena penyakit kelenjar getah bening yang dideritanya. Kabarnya, sebelum mengembuskan napas terakhir Ranza sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Mengetahui kabar tersebut, ucapan duka turut mengalir untuk Ranza di akun media sosialnya. Melalui Instagram Stories, ibunda dari mendiang Ranza juga menyampaikan rasa terima kasih atas ucapan belasungkawa yang diberikan masyarakat.

Berbicara mengenai penyakit kelenjar getah bening, ada baiknya Anda mengetahui dulu apa itu kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia. Artinya, kelenjar ini berperan dalam membantu tubuh melawan infeksi. Kelenjar getah bening dapat ditemukan di seluruh tubuh, seperti daerah leher, ketiak dan lipat paha.

Terdapat beberapa keadaan yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening, seperti infeksi dan keganasan. Kelenjar getah bening dapat membesar karena adanya peningkatan limfosit sebagai respons kekebalan tubuh terhadap agen penyebab infeksi (bakteri atau virus). Selain infeksi, kelenjar getah bening juga dapat membesar jika pertumbuhan kelenjar tidak terkontrol, seperti pada kanker kelenjar getah bening.

Gejala dan penyebab kelenjar getah bening

Kanker kelenjar getah bening, dikenal dengan istilah limfoma, merupakan penyakit yang perlu Anda waspadai. Dalam keadaan normal, sistem getah bening berfungsi untuk memproduksi sel darah putih dan mempertahankan tubuh dari infeksi. Namun, jika pertumbuhan ini terjadi secara berlebihan, maka kanker getah bening dapat terjadi.

Terdapat banyak jenis limfoma, namun secara garis besar limfoma dibagi menjadi limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Tanda dan gejala yang dapat muncul jika seseorang terkena limfoma meliputi:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening tanpa rasa sakit. Pembesaran ini dapat terjadi di leher, ketiak atau selangkangan Anda.
  • Kelelahan.
  • Berat badan turun tanpa sebab.
  • Demam.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Sesak napas.
  • Rentan terhadap infeksi.

Terdapat berbagai keadaan yang dapat menyebabkan limfoma. Terjadinya limfoma diawali dengan mutasi genetik. Mutasi adalah perubahan struktur genetik, yang pada akhirnya menyebabkan perubahan sifat dari sel. Mutasi ini menyebabkan sel berkembang biak dengan cepat, sehingga sel darah terus bertambah banyak. Selain itu, mutasi memungkinkan sel terus hidup ketika sel yang normal mati. Hal inilah yang menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.

Penanganan kelenjar getah bening

Penentuan diagnosis limfoma dapat dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan, seperti pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, pemeriksaan radiologi, biopsi, dan aspirasi sumsum tulang. Dari pemeriksaan tersebut, dokter juga dapat mengetahui apakah limfoma Anda termasuk limfoma Hodgkin atau limfoma non-Hodgkin.

Secara umum, pengobatan pasien limfoma melibatkan tindakan kemoterapi dan radiasi. Kemoterapi biasanya dilakukan beberapa kali, dan dilihat apakah terjadi pengurangan ukuran dari limfoma. Semakin awal derajat limfoma yang terjadi, maka kemungkinan sembuh menjadi semakin besar.

Penyakit kelenjar getah bening yang dialami oleh mendiang Ranza Ferdian dapat terjadi pada siapa saja. Jika Anda merasa memiliki gejalanya, kunjungilah dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Semakin cepat diobati, maka angka kesembuhan akan semakin tinggi.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar