Sukses

Ini Alasan Mengapa Wanita Perlu Konsumsi Vitamin D

Vitamin D ternyata juga dibutuhkan oleh para wanita dewasa. Yuk, cari tahu pentingnya konsumsi vitamin D bagi para wanita.

Klikdokter.com, Jakarta Vitamin D merupakan salah satu nutrisi yang berguna dalam pertumbuhan dan menjaga kesehatan tulang. Dibantu sinar matahari, vitamin D diubah menjadi vitamin D3 (cholecalciferol) dan vitamin D2 (ergocalciferol) sehingga dapat diserap oleh tubuh dan dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan tulang. Vitamin D bekerja sama dengan kalsium, di mana vitamin D membantu proses penyerapan kalsium di dalam sistem saluran cerna.

Kurangnya asupan vitamin D dalam tubuh biasanya dikaitkan dengan osteoporosis atau pengeroposan tulang. Ini adalah kondisi berkurangnya kepadatan atau densitas tulang sehingga akan rentan patah atau fraktur. Orang yang mengalami osteoporosis memiliki masalah penyerapan kalsium yang tidak sempurna.

Wanita lebih rentan terkena osteoporosis

Kondisi osteoporosis paling banyak menyerang wanita, terutama yang telah menopause, dengan rata-rata usia 40-60 tahun ke atas. Kondisi menopause menyebabkan penurunan kepadatan tulang dalam 5 tahun pertama pasca-menopause. Karena itulah, wanita perlu asupan vitamin D yang cukup.

Berkurangnya hormon estrogen pada wanita menopause menyebabkan peningkatan penghancuran tulang dan penurunan penyerapan kalsium dalam tulang. Oleh karena itu, selagi wanita berada dalam puncak massa kepadatan tulang, yakni pada usia 30 tahun, mereka butuh vitamin D dan asupan kalsium yang cukup.

Tak perlu menunggu menopause, sejak dini Anda dapat mulai ‘menabung’ simpanan vitamin D dan kalsium dalam tubuh. Caranya tentu dengan mengonsumsi sumber makanan yang kaya akan vitamin D dan kalsium.

Jumlah kalsium dan vitamin D yang dianjurkan

Asupan kalsium yang dianjurkan berbeda setiap usia. Pada usia 9-18 tahun dibutuhkan kalsium sebanyak 1300mg, usia 19-50 tahun sebesar 1000mg, dan di atas usia 51 tahun dibutuhkan 1200mg.

Beberapa sumber makanan tinggi kalsium yang dapat dikonsumsi, antara lain cod liver oil, ikan salmon, ikan sardine, kerang, telur, susu, yoghurt, produk soya, serta sereal.

Tak hanya asupan kalsium, kebutuhan vitamin D setiap orang pun bervariasi, tergantung pada usia. Usia remaja hingga 25 tahun serta perempuan hamil dan menyusui, membutuhkan 400 IU vitamin D. Adapun orang dewasa usia 25-50 tahun memerlukan 200 IU vitamin D, usia 51-70 tahun memerlukan 600 IU, dan di atas 60 tahun memerlukan 800 IU vitamin D. 

Untuk mendapatkan vitamin D, Anda dapat memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber vitamin D terbesar Anda. Disarankan untuk dapat berjemur kurang lebih selama 15 menit pada pagi hari sebelum pukul 9 pagi. Selain dari matahari, sumber vitamin D juga terdapat pada makanan seperti hati, keju, salmon, dan sarden.

Langkah lain pencegahan osteoporosis

Selain mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin D dan kalsium, Anda dapat melakukan skrining sebagai langkah pencegahan terhadap osteoporosis. Beberapa skrining yang ditawarkan antara lain Dual-energy X-ray absorptiometry (DEXA). Skrining DEXA ini mirip dengan rontgen pada umumnya, namun  skrining ini berguna untuk mengukur kepadatan tulang-tulang besar, seperti pada tulang belakang dan tulang panggul.

Selain dengan cara DEXA, ada satu pendekatan baru pencegahan kejadian osteoporosis dengan melihat profil genetik. Dalam pemeriksaan genetik ini, diketahui beberapa gen yang berperan dalam pengaturan absorpsi (penyerapan) vitamin D. Antara lain GSTT1 (mutasi gen ini berhubungan dengan kejadian osteoporosis), CYP2R1 (gen yang mengaktifkan vitamin D menjadi calsitrol), dan GC (vitamin D binding protein, yang mengatur pengikatan dan memindahkan vitamin D ke jaringan lain sehingga keseimbangan kalsium terjaga melalui sistem endokrin vitamin D). Dengan pemeriksaan profil gen, dapat dilihat sejak dini ada atau tidaknya mutasi gen pada tubuh dan aktif atau tidaknya pengaturan vitamin D dalam tubuh.

Langkah lain pencegahan osteoporosis yang tidak kalah penting adalah dengan berolahraga. Olahraga yang disarankan untuk mencegah osteoporosis antara lain berenang, bersepeda, berjalan, dan senam. 

Vitamin D dan kalsium merupakan kesatuan yang tak dapat dipisahkan dalam menjaga kesehatan tulang. Keduanya harus seimbang dan tidak boleh timpang. Oleh sebab itu, diperlukan pemenuhan vitamin D dan kalsium sejak dini untuk menghindari osteoporosis di hari tua.

Anda dapat mengonsumsi makanan dan suplemen yang mengandung vitamin D serta kalsium sejak dini. Namun, perlu diperhatikan dosis suplemen yang diminum karena kebutuhan setiap usia berbeda. Anda dapat berkonsultasi kepada dokter bedah tulang mengenai pencegahan osteoporosis sejak dini.

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar