Sukses

Pentingnya Lemak pada Makanan Balita Anda

Meski sering dikonotasikan negatif, lemak tetap berperan penting bagi kesehatan, termasuk dalam pertumbuhan balita.

Klikdokter.com, Jakarta Tahun-tahun pertama kehidupan adalah masa yang penting. Dalam masa ini, anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cepat, eksplorasi, dan peningkatan kemandirian. Ini termasuk pembentukan sistem kekebalan tubuh balita, pertumbuhan, dan perkembangan mata dan otak yang sehat. Salah satu faktor penting untuk mendukung hal itu adalah lemak makanan.

Di sisi lain, banyak orang tua khawatir balita akan mengalami kelebihan berat badan karena memasukkan terlalu banyak lemak ke dalam makanan. Namun, dikutip dari Healthy Times, para ahli merekomendasikan agar bayi dan balita mendapatkan hampir 50 persen kalori harian dari lemak makanan sebelum usia 2 tahun. Menurut jurnal American Family Physician, membatasi asupan lemak pada balita dapat menghambat pertumbuhan dan menyebabkan kekurangan nutrisi.

Tidak semua lemak jahat

dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter menjelaskan, lemak tidak melulu jahat karena memiliki fungsi bagi tubuh. “Senyawa ini digunakan sebagai cadangan energi, membantu pembentukan vitamin D, berbagai hormon dan asam empedu, dan menjaga kelembapan kulit. Selain itu, lemak membantu penyerapan vitamin larut lemak seperti vitamin A, D, E, dan K, serta menjaga kesehatan jantung,” kata dia.

Oleh karena itu, lembaga kesehatan menganjurkan agar Anda mengonsumsi lemak 20–35 persen dari kalori yang dikonsumsi sehari-hari.

dr. Karin menambahkan, ada dua jenis lemak, yakni lemak jahat dan lemak baik. “Lemak jahat adalah jenis lemak jenuh dan lemak transyang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke. Karena itu, lemak jenis ini harus dihindari,” kata dr. Karin.

Dijelaskannya, lemak baik adalah jenis lemak tak jenuh yang terdiri dari lemak tak jenuh rantai tunggal (Monounsaturated Fatty Acid/MUFA) dan lemak tak jenuh rantai ganda (polyunsaturated fatty acid/PUFA), yang justru baik untuk kesehatan tubuh dan jantung.

 “Lemak baik dapat menurunkan kadar kolesterol jahat seperti trigliserida dan LDL, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke,” ujar dia.

Jadi makanan berlemak apa yang dapat diberikan kepada balita Anda? dr. Atika dari KlikDokter menyarankan untuk memberi ikan, ayam (tanpa kulit), dan alpukat.

“Untuk cara masak juga bisa dilakukan dengan minyak goreng sedikit, tidak dimasak dalam suhu tinggi, serta direbus dan kukus,” kata dr. Atika.

1 dari 2 halaman

Lemak pada makanan balita

Dinukil dari Healthy Times, berikut delapan alasan lemak baik ditambahkan pada makanan:

  1. Otak dan sistem saraf

Otak manusia sebagian besar terdiri dari lemak, yaitu sekitar 60 persen! Masuk akal jika lemak makanan (asam lemak) memainkan peran penting dalam perkembangan dan fungsi otak bayi dan balita. Salah satunya adalah lemak omega-3 yang sangat penting bagi otak.

  1. Mata

Lemak juga penting untuk kesehatan mata. Menurut American Optometric Association, DHA ditemukan dalam konsentrasi tertinggi di retina. Sebuah penelitian mengatakan bahwa asupan omega-3 yang optimal diperlukan untuk kesehatan mata dan perkembangan visual.

  1. Penyerapan nutrisi dan sistem kekebalan tubuh

Makanan yang kaya akan makanan nabati menyediakan vitamin, mineral, serat, dan fitonutrien yang penting. Namun, beberapa vitamin itu membutuhkan lemak agar dapat diserap. Asupan yang kaya asam lemak membantu tubuh menyerap vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E dan K. Vitamin ini berperan penting dalam kekebalan tubuh dan mata.

  1. Energi dan rasa kenyang

Apakah anak Anda terlihat lapar sepanjang waktu? Apakah mereka ingin ngemil tanpa henti? Mereka mungkin membutuhkan lebih banyak lemak sehat dalam makanan mereka. Lemak makanan adalah sumber energi terkonsentrasi, menghasilkan 9 kalori per gram, dibandingkan dengan 4 kalori per gram pada karbohidrat atau protein. Makanan dengan lemak sehat membantu balita Anda merasa kenyang lebih lama. Selain rasa kenyang optimal, lemak memberikan energi yang lebih tahan lama.

  1. Suasana hati dan perilaku

Asam lemak omega-3 penting untuk kesehatan mental dan keseimbangan suasana hati. Sebuah studi pada 2003 menemukan bahwa pemenuhan nutrisi anak, termasuk asam lemak omega-3, punya efek positif pada perilaku pada anak-anak.

  1. Pengaturan gula darah

Asupan gula pada anak telah meroket selama beberapa dekade terakhir. Dalam jangka panjang, konsumsi makanan tinggi gula dapat meningkatkan risiko penyakit, seperti diabetes, hati berlemak, jantung, bahkan kanker. Nah, asupan lemak dapat membantu mengatur dan menstabilkan kadar gula darah. Studi menunjukkan bahwa konsumsi produk susu full-fat dikaitkan dengan kenaikan berat badan yang lebih sedikit dan penurunan risiko diabetes.

  1. Rasa

Balita mendapatkan paparan makanan baru dan mengembangkan kekayaan rasa mereka. Lemak, seperti alpukat, dapat menambah kekayaan rasa dan tekstur krim pada makanan, yang sekaligus dapat memuaskan selera.

Meski sering dikonotasikan negatif, lemak tetap berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan balita dan anak. Lemak, khususnya asam lemak tak jenuh, bermanfaat untuk perkembangan otak, saraf, dan mata pada anak yang sudah menginjak usia dua tahun. Baca juga artikel sejenis di sini.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar