Sukses

Pentingnya Lemak pada Makanan Balita Anda

Tak selalu buruk, ternyata lemak memiliki manfaat untuk kesehatan anak. Apa saja manfaat lemak untuk anak? Yuk, simak lengkapnya di sini.

Lemak untuk anak itu penting. Mereka membutuhkan asupan lemak cukup pada menu harian supaya tumbuh kembangnya optimal. 

Namun, banyak orangtua mengasosiasikan makanan berlemak dengan kelebihan berat badan, penyakit jantung dan stroke, serta obesitas. 

Padahal, tidak semua lemak itu jahat. Menyantap hidangan berlemak yang tepat justru mendatangkan banyak manfaat untuk tubuh. 

Tugas Anda sebagai orangtua adalah mengenali mana jenis lemak baik yang benar-benar dibutuhkan tubuh anak saat ia menjalani masa pertumbuhan.

Untuk anak usia 0-2 tahun, sumber lemak utuh seperti susu, yogurt, dan keju direkomendasikan. Sementara, untuk anak dan remaja, kebutuhan lemaknya disesuaikan dengan kebutuhan kalori sesuai kelompok usia. 

Contoh, anak usia 1-3 tahun membutuhkan 30-40% lemak dari jumlah kalori harian. Sementara anak usia 4-18 tahun porsinya berkurang menjadi 25-35% saja.

Lantas, apa saja manfaat lemak untuk anak? Mari simak daftar 8 manfaat lemak pada anak berikut ini.

Artikel Lainnya: Fakta di Balik Mitos tentang Lemak yang Populer di Masyarakat

1 dari 4 halaman

1. Mengoptimalkan Perkembangan Otak

Tahukah Anda bahwa 70% bagian otak tersusun atas lemak? Asam lemak omega-3 misalnya, bertugas mengoptimalkan fungsi dan perkembangan otak bayi serta balita. 

Riset lain menunjukkan, anak usia sekolah yang mengonsumsi makanan kaya omega-3 berhubungan dengan kemampuan membaca lebih baik, pola tidur teratur, mengurangi risiko asma, dan mengurangi gejala ADHD pada anak.

2. Melindungi Sel dan Organ Tubuh 

Setiap sel tubuh dikelilingi membran yang mengandung lemak. Tanpa membran sel yang sehat, sel tubuh mustahil berfungsi baik. 

Begitu juga dengan organ vital lain, seperti ginjal, hati, dan usus, memiliki bantalan lemak yang menjaga organ pada tempatnya dan melindungi organ agar tidak mudah terluka. 

Nah, lapisan pelindung organ inilah yang berfungsi sebagai cadangan energi terakhir saat tubuh mengirimkan sinyal tanda lapar. 

3. Mengoptimalkan Kesehatan Mata

Lemak ternyata juga berperan mengoptimalkan kesehatan mata. Retina memiliki konsentrasi DHA tertinggi sehingga asupan lemak omega-3 dibutuhkan untuk perkembangan organ penglihatan dan menjaga kesehatan mata. 

Bayi yang menyusu memperoleh lemak omega-3 lewat ASI. Untuk anak usia 2 tahun ke atas, pastikan Anda sudah memberikan asupan lemak ini untuk mengoptimalkan fungsi penglihatannya. 

4. Membantu Penyerapan Vitamin dan Mineral

Lemak untuk anak diperlukan sebagai bahan bakar dalam membantu penyerapan vitamin dan mineral, antara lain vitamin A, D, E, dan K. 

Ini menjelaskan mengapa orang yang menjalani diet rendah lemak sering kekurangan vitamin tersebut dan juga zinc karena tubuh tidak bisa menyerap semua zat tersebut tanpa bantuan lemak. 

Selain itu, zinc juga penting bagi pertumbuhan dan membangun sistem kekebalan tubuh.

Artikel Lainnya: Makanan yang Mengandung Lemak Baik

2 dari 4 halaman

5. Mendorong Produksi Zat Penting yang Dibutuhkan Tubuh

Lemak bertugas mendorong produksi zat terpenting yang dibutuhkan tubuh anak. Misalnya, prostaglandin, zat serupa hormon yang bekerja mengatur berbagai fungsi organ tubuh. 

Lemak juga berfungsi penting dalam produksi hormon seks. Jika remaja perempuan terlalu kurus, ada kemungkinan pubertas mereka tertunda karena kurang asupan lemak. 

Jadi, anak perlu memperoleh asupan lemak dalam porsi tepat supaya perkembangan hormonnya juga berlangsung tepat waktu.

6. Sebagai Bahan Bakar Pertumbuhan Anak

Lemak untuk anak berperan sebagai bahan bakar yang mendorong pertumbuhannya. Menyantap makanan berlemak akan menggandakan kalori per gram yang dibutuhkan tubuh, daripada melahap sumber protein atau karbohidrat. 

Anak membutuhkan lemak sebagai sumber energi guna memastikan pertumbuhannya berjalan sesuai usia.

7. Membuat Anak Kenyang Lebih Lama

Lemak memperkaya rasa makanan menjadi lebih creamy sehingga membuat anak merasa kenyang. 

Dengan begitu, mereka cenderung tidak makan berlebihan. Saat anak mulai belajar makan makanan padat, selera makannya sedang berkembang pesat. 

Mereka cenderung memilih makanan berlemak. Saat inilah Anda bisa mengenalkan makanan kaya lemak sehat, seperti salmon dan alpukat.

Artikel Lainnya: Kenali Tanda Anak Kurang Gizi

3 dari 4 halaman

8. Menjaga Suasana Hati Anak

Rupanya lemak juga mempunyai manfaat lain untuk menjaga suasana hati anak. Salah satu jenis lemak baik, asam lemak omega-3 berperan krusial memastikan kesehatan mental anak, termasuk menjaga suasana hati yang bahagia. 

Hal ini dibuktikan lewat beberapa penelitian terkait kesehatan mental merekomendasikan pemberian makanan dan suplemen dengan kandungan omega-3 sebagai salah satu bagian dari terapi. 

Sekarang Anda tahu bahwa lemak untuk anak itu tidak selalu jahat. Namun, pastikan anak memperoleh asupan lemak dalam jumlah tepat sesuai usia dan kebutuhan tubuhnya. 

Awali dengan kebiasaan menyediakan hidangan sehat dengan lemak tak jenuh di rumah, seperti irisan alpukat di atas roti, selai kacang pada roti panggang, atau aneka olahan lezat dari ikan, ayam, maupun daging. 

Anda pun dapat memvariasikan cara memasak di rumah. Alih-alih menggoreng, ganti dengan memanggang, mengukus, atau pan-seared (memasak minim minyak). 

Mulai sekarang, hentikanlah memandang lemak untuk anak itu tidak baik. Sebaliknya, pilih hidangan dengan kandungan lemak yang tepat sejak dini sehingga anak terbiasa menyantap makanan berlemak yang sehat daripada makanan kemasan.

Manfaatkan fitur LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter untuk pertanyaan seputar nutrisi anak lainnya. 

(PUT/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar