Sukses

6 Tips Menggunakan Insulin Sehari-hari

Insulin bukanlah pengobatan yang menyulitkan bagi diabetisi, asalkan mengetahui tips menggunakan insullin berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi sebagian orang, insulin terkadang dianggap menjadi pengobatan yang sulit dan menakutkan bagi diabetisi (istilah yang sering digunakan untuk menyebut penderita diabetes). Hal ini tidak betul. Asalkan mengetahui cara yang tepat untuk menggunakannya, insulin sama sekali tidak sulit untuk digunakan. Malahan bisa membantu diabetisi untuk hidup lebih sehat dibandingkan saat belum mendapatkan insulin.

Berikut ini beberapa kiat menggunakan insulin sehari-hari yang penting untuk diketahui:

  1. Yakinkan diri sendiri bahwa insulin bukan obat yang mengerikan

Banyak diabetisi beranggapan bahwa menggunakan insulin berarti penyakit diabetes yang dialami semakin parah. Ini tidak sepenuhnya benar. Pada dasarnya yang terjadi pada diabetes adalah organ pankreas di dalam tubuh seseorang  tak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup.

Dengan berbagai pertimbangan, dokter bisa memberikan obat diabetes tablet guna merangsang pankreas menghasilkan insulin lebih banyak lagi, atau bisa juga lebih menyarankan suntikan insulin agar pankreasnya tidak mengalami ”kelelahan”.

Jadi insulin sama sekali bukan obat yang mengerikan. Obat ini akan membantu para penderita diabetes untuk memenuhi kadar insulin yang dibutuhkan tubuh. Insulin juga tak melulu diberikan pada diabetesi yang mengalami banyak komplikasi, melainkan dapat pula diberikan sejak awal pengobatan.

  1. Perhatikan waktu penyuntikan

Waktu penyuntikan sangat penting untuk diingat untuk memastikan insulin bekerja secara efektif dan tak menimbulkan efek hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah). Waktu penyuntikannya tergantung pada jenis insulin apa yang diberikan dokter.

Dalam praktiknya, dua jenis insulin yang paling sering diberikan adalah insulin kerja panjang (long-acting insulin) dan insulin kerja cepat (rapid-acting insulin). Insulin kerja panjang umumnya disuntikkan setiap malam, sedangkan insulin kerja cepat biasanya disuntikkan 20-30 menit sebelum makan. Yang paling penting adalah ikuti instruksi dokter dengan tepat perihal waktu penyuntikannya.

Selain itu, jika ada perubahan pola makan, misalnya sedang diet atau menjalani puasa, biasakan untuk mendiskusikannya dahulu dengan dokter. Ada kemungkinan dokter akan mengubah dosis atau waktu pemberian insulinnya.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Penyimpanan insulin

Suntikan insulin biasanya diberikan dalam bentuk seperti pena, atau disebut insulin pen. Untuk insulin pen yang belum dibuka, maka penyimpanan dilakukan di lemari pendingin. Sementara itu, untuk insulin pen yang sudah dibuka, cukup disimpan dalam suhu ruangan. Yang penting, hindari suhu panas dan paparan sinar matahari secara langsung karena dapat merusak kandungan zat insulinnya.

  1. Pastikan melakukan prosedur penyuntikan secara higienis

Untuk mencegah adanya kuman yang masuk ke dalam kulit saat penyuntikan insulin, biasakan untuk selalu mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun sebelum memasang jarum insulin dan melakukan penyuntikan. Jika air bersih dan sabun sulit didapatkan, hand sanitizer dapat menjadi alternatif untuk membersihkan tangan.

Selain itu, hal yang tak kalah penting adalah pembuangan jarum bekas. Meski ukurannya sangat kecil, jarum tersebut tak boleh dibuang di tempat sampah biasa, melainkan harus dibuang di tempat sampah medis yang ada di fasilitas kesehatan. Sebaiknya jarum-jarum bekas tersebut dikumpulkan dalam satu plastik atau tas, lalu dibuang di puskesmas, klinik, atau rumah sakit saat diabetesi harus kontrol ke dokter.

  1. Suntik di tempat yang berbeda-beda

Untuk mencegah lebam dan nyeri, suntiklah insulin di lokasi yang berbeda-beda tiap kali. Bagian tubuh yang paling disarankan untuk penyuntikan insulin adalah di perut. Hal ini karena perut umumnya punya lapisan lemak yang lebih tebal dibandingkan bagian tubuh lainnya sehingga tak terasa nyeri disuntik.

Biasakan menyuntik dengan urutan tertentu di perut, misalnya mulai dari perut sisi kiri dahulu, lalu setiap suntikan satu dengan yang lain diberi jarak 1 sentimeter. Jadi meskipun suntikan insulin selalu dilakukan di perut, bagian kulit yang ditusuk selalu berbeda. Selain di perut, insulin bisa juga disuntikkan di paha atau lengan atas.

  1. Ketahui tanda hipoglikemia

Hipoglikemia merupakan komplikasi yang berbahaya bagi diabetesi. Kondisi ini ditandai dengan rasa lapar, berdebar-debar, keringat dingin, badan gemetar. Jika gula darah semakin rendah,  bisa terjadi pusing, gelisah, bahkan tidak sadarkan diri.

Kabar baiknya, jika dikenali dengan cepat, sebetulnya hipoglikemia mudah diatasi yaitu dengan segera mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula, misalnya teh manis. Oleh karena itu, salah satu kiat yang perlu dilakukan diabetesi adalah selalu membawa permen atau makanan bergula lainnya di dalam tas agar bisa mengatasi hipoglikemia dengan cepat di mana pun berada.

Dengan mengetahui dan melakukan kiat-kiat di atas, penderita diabetes dapat menyuntik insulin dengan rasa percaya diri dan bebas dari cemas. Menyuntik insulin mudah untuk dilakukan dan bermanfaat bagi kesehatan diabetisi.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar