Sukses

6 Kiat agar Sukses Melakukan Promil

Sebelum melakukan promil, ketahuilah kiatnya agar usaha Anda memiliki anak berhasil dan tetap aman.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda yang mengharapkan hadirnya anak di dalam keluarga, merencanakan kehamilan dengan baik merupakan hal yang penting. Program hamil (promil) perlu diperhatikan agar kehamilan dan persalinan Anda nantinya berjalan dengan sehat dan lancar.

Agar promil Anda dan pasangan berhasil serta sehat hingga persalinan, enam kiat berikut ini perlu Anda perhatikan.

  1. Periksa kesuburan

Studi membuktikan bahwa 90 persen pasangan suami istri yang berhubungan intim dengan teratur tanpa menggunakan kontrasepsi akan berhasil mendapatkan kehamilan dalam satu tahun. Jika dalam satu tahun telah melakukan usaha hamil, tapi kehamilan tak kunjung terwujud, ada kemungkinan suami dan/atau istri mengalami gangguan kesuburan.

Oleh karena itu, untuk memulai promil, suami dan istri dianjurkan melakukan pemeriksaan kesuburan. Dokter akan memberikan beberapa pertanyaan terkait pola hidup, kebiasaan merokok, riwayat operasi, serta riwayat kehamilan dan keguguran. Selanjutnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang.

Untuk laki-laki, pemeriksaan analisis sperma merupakan salah satu pemeriksaan wajib dalam cek kesuburan. Jika dianggap perlu, dokter juga akan menganjurkan pengecekan hormon testosteron dan pemeriksaan laboratorium lainnya.

Untuk wanita, pemeriksaan histerosalpingografi (HSG) dengan sinar rontgen diperlukan untuk melihat kondisi dalam rahim dan organ di sekitarnya. Pemeriksaan USG diperlukan untuk melihat rahim dan indung telur. Jika diduga ada masalah hormon, pemeriksaan hormon FSH, LH, estrogen, dan progesteron dilakukan dengan mengambil sampel darah.

  1. Hentikan kontrasepsi secara terencana

Jika Anda atau pasangan menggunakan kontrasepsi sebelumnya dan kini merencanakan kehamilan, hentikan kontrasepsi dengan terencana. Jika menggunakan kontrasepsi berupa kondom atau intrauterine device (IUD), kesuburan akan kembali segera setelah kontrasepsi dihentikan. Namun, untuk kontrasepsi hormonal seperti pil KB, implan, dan KB suntik,kesuburan baru akan kembali setidaknya 4-6 bulan setelah kontrasepsi dihentikan.

  1. Konsumsi asam folat

Konsumsi asam folat pada wanita yang ingin hamil bukan bertujuan untuk meningkatkan kesuburan, melainkan untuk mencukupi kebutuhan asam folat di dalam tubuh. Ini penting karena asam folat sangat dibutuhkan untuk pembentukan tabung saraf janin yang terjadi di minggu awal kehamilan. Umumnya, dosis asam folat yang direkomendasikan adalah 400 mikrogram per hari. Selain suplemen, terdapat beberapa makanan mengandung asam folat yang tinggi, seperti alpukat, jeruk, dan sayuran hijau. 

  1. Ketahui waktu hubungan intim yang tepat

Masa subur seorang wanita biasanya jatuh pada sekitar 14 hari sebelum haid pada bulan berikutnya. Untuk meningkatkan peluang hamil, pasangan suami istri disarankan untuk berhubungan intim satu hari sebelum masa subur atau pada hari masa subur.

Selain itu, hal lain yang bisa dilakukan adalah berhubungan intim setiap 2-3 hari sekali. Hal ini juga akan meningkatkan peluang sperma bertemu dengan sel telur di rahim. Hubungan seksual terlalu sering, misalnya setiap hari, justru tidak dianjurkan dalam program hamil karena tubuh tak punya cukup waktu untuk memproduksi sperma yang baik dalam waktu sehari.

Selain itu, banyak pasangan bertanya-tanya mengenai posisi hubungan intim yang paling baik untuk bisa hamil. Hingga saat ini, studi menemukan bahwa semua posisi memberikan peluang yang hampir sama. Jadi, tidak ada satu posisi khusus yang direkomendasikan dalam promil.

  1. Jalani pola hidup sehat

Pola hidup sehat memengaruhi pembuatan dan kualitas sperma serta sel telur. Orang yang menjalani pola hidup sehat cenderung memiliki kualitas sperma dan sel telur yang lebih baik dibandingkan orang yang pola hidupnya tidak teratur. Pola hidup yang disarankan dalam program hamil adalah memperbanyak konsumsi sayur dan buah, menghindari paparan asap rokok, berolahraga lima kali seminggu, serta menjauhi stres.

  1. Turunkan berat badan hingga mencapai berat badan ideal

Pada pria, kegemukan menyebabkan jumlah dan kualitas sperma lebih rendah dari yang seharusnya. Sementara itu, kegemukan pada wanita menyebabkan gangguan produksi sel telur oleh indung telur. Oleh karena itu, jika suami dan/atau istri mengalami kegemukan, lakukan usaha untuk menurunkan berat badan hingga mencapai berat badan ideal. Dalam usaha diet tersebut, sebaiknya Anda tetap makan tiga kali sehari, tapi kurangi karbohidrat dan batasi lemak. Sebaliknya, perbanyak protein, sayur, dan buah.

Alih-alih menyebabkan rasa cemas dan stres, promil seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan dan menyehatkan bagi pasangan suami istri. Oleh karena itu, kerjasama dan pengertian antara Anda dan pasangan saat promil juga penting dilakukan selain enam kiat di atas.

[HNS/ RVS]

3 Komentar