Sukses

Korban Ledakan di Mal Taman Anggrek Bisa Berisiko Luka Bakar?

Luka bakar berisiko dialami oleh korban ledakan di Mal Taman Anggrek. Ketahui fakta medisnya berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Usai ledakan yang terjadi di Senayan sewaktu debat capres hari Minggu silam, kali ini ledakan terjadi di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat pada hari Rabu 20 Februari 2019 pk 10.30 WIB. Kali ini penyebab ledakan diduga berasal dari kebocoran tabung gas di sebuah gerai food court yang berada di lantai 4 pusat perbelanjaan tersebut. Hingga saat berita ini diturunkan, pihak Mal Taman Anggrek belum melansir berapa jumlah korban dari kejadian ledakan tersebut. Namun akibat ledakan di Mal Taman Anggrek tersebut korban bisa saja berisiko mengalami luka bakar.

Selain karena ledakan, luka bakar merupakan salah satu cedera yang sering dialami dalam rumah tangga, terutama pada anak-anak. Pada luka bakar terjadi kerusakan kulit parah sehingga sel-sel kulit yang terkena akan mati.

Kenali penyebab luka

Penyebab luka bakar bermacam-macam. Bisa karena cairan panas (seperti air panas), akibat bahan kimia, karena sengatan listrik, api (mulai dari korek api, lilin hingga ledakan bom) dan juga paparan sinar matahari.

Kebanyakan orang yang mengalami luka bakar akan sembuh dengan sendirinya tanpa adanya komplikasi yang serius. Namun memang luka bakar yang parah membutuhkan pertolongan medis segera untuk mencegah komplikasi bahkan kematian. 

Luka bakar yang terjadi dapat dibedakan menjadi 4 tingkatan, antara lain, tingkat awal hanya berupa kemerahan pada kulit, disebut luka bakar derajat 1.

Kemudian bila kulit yang terkena lebih dalam lagi, disebut luka bakar derajat 2. Pada kulit tidak hanya kemerahan tetapi juga timbul bula atau melepuh, yaitu lentingan di kulit yang terkena panas dan berisi cairan.

Selanjutnya jika kulit yang terkena lebih dalam lagi berarti kulit mengalami luka bakar derajat 3. Dan apabila lebih parah dari itu, maka yang terjadi adalah korban mengalami luka bakar derajat 4.

Pertolongan pertama pada korban luka bakar

Proses penyembuhan luka bakar dapat berbeda-beda bergantung dari tingkat keparahannya.

Jika Anda melihat korban mengalami luka bakar, pertolongan pertama ini bisa Anda lakukan:

  1. Hentikan segera kontak dengan sumber luka bakar (semisal jika sumbernya adalah sengatan listrik, cabut sumber benda yang masih tercolok listrik atau matikan sumber listrik).
  2. Bilas luka dengan air (bersih) dan mengalir selama kurang lebih 15 - 30 menit. Bilasan air juga dapat membantu menghilangkan nyeri. Air yang digunakan dapat menurunkan temperatur kulit dan menghentikan proses pembakaran yang terus terjadi di kulit sehingga dapat mencegah terjadinya kerusakan jaringan yang lebih parah.
  3. Jangan menempelkan es atau menggunakan air es karena justru bisa menyebabkan kerusakan jaringan.
  4. Jangan mencoba mengoleskan bahan apapun seperti odol, mentega, kecap, dsb karena justru bisa menyebabkan luka bakar bertambah parah.
  5. Jika luka bakar dialami di area wajah atau mata, usahakan untuk tetap duduk dibandingkan berbaring untuk mengurangi pembengkakan.
  6. Lepaskan atau gunting baju atau pakaian yang menempel di badan. Singkirkan juga perhiasan yang digunakan.

Setelah berhasil menjauhkan korban dari penyebab luka bakarnya, cobalah ajak berbicara dan cek responnya sembari menunggu pertolongan medis.  

Korban ledakan di Mal Taman Anggrek bisa berisiko mengalami luka bakar. Penyembuhan luka bakar dapat bervariasi bergantung dari tingkat keparahan luka bakar tersebut. Penanganan luka bakar harus dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Terlebih jika luka bakar dialami oleh anak-anak di bawah usia 5 tahun, wanita hamil atau lansia.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar