Sukses

Adakah Hubungan Kanker dengan Implan Payudara?

Implan payudara berguna untuk mempercantik payudara. Tapi, benarkah tindakan tersebut bisa menyebabkan kanker?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi para wanita yang kurang puas dengan ukuran payudaranya, implan adalah salah satu cara untuk membuat payudara sesuai keinginan. Akan tetapi, implan bukan tanpa efek samping. Bahkan, ada yang menyebut bahwa implan payudara berefek pada kanker. Benarkah begitu?

Food and Drug Administration (FDA) mengatakan pada awal Februari bahwa terjadi peningkatan angka wanita yang terdiagnosis kanker, yang disebabkan oleh implan payudara bertekstur.

Jumlah wanita yang mengalami limfoma sel besar anaplastik terkait dengan implan payudara (breast implant-associated anaplastic large cell lymphoma/BIA-ALCL) mencapai 457 orang. Ini terjadi peningkatan dimana sebelumnya 414 orang. Hal tersebut diungkap oleh Dr. Binita Ashar dari FDA, seperti dilansir WebMD.

Di seluruh dunia, tercatat ada lebih dari 600 kasus BIA-ALCL. Kanker ini berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh.

"Kami berharap informasi ini mendorong penyedia layanan implan payudara dan pasien untuk berdiskusi lebih lanjut perihal implan payudara dan risiko BIA-ALCL,” kata Ashar dalam pernyataannya.

Sebagian besar kasus tersebut dikaitkan dengan implan payudara bertekstur, yang digunakan dalam bedah kosmetik dan rekonstruksi. Akhir tahun lalu, di Prancis telah ditarik secara besar-besaran implan bertekstur karena menyebabkan bahaya.

FDA pertama kali memperingatkan wanita tentang risiko implan payudara bertekstur pada 2011. Bahkan FDA sudah mengirim surat kepada dokter umum, dokter kandungan, dan dokter lain untuk mendorong mereka mempelajari lebih lanjut tentang BIA-ALCL. Dengan begitu, mereka dapat mendiagnosis dan mengobati wanita yang berisiko.

Risiko kesehatan lainnya

Soal masalah di atas, data yang dihadirkan FDA memang cukup mencengangkan dan membuat otoritas kesehatan di seluruh dunia mesti waspada dengan ancaman kanker limfoma. Di sisi lain, menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi dari KlikDokter, implan payudara juga meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Tak hanya itu, prosedur implan payudara juga memiliki risiko komplikasi sebagai berikut:

  • Nyeri payudara
  • Perubahan sensasi pada puting dan payudara
  • Kesulitan menyusui
  • Payudara kendur (ptosis)
  • Terbentuknya jaringan parut di sekitar implan payudara dan pada luka operasi
  • Jaringan di sekitar implan payudara mengeras
  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Masalah dengan hasil operasi, yaitu ukuran dan bentuk implan seperti tidak simetris
  • Implan yang pecah dan bocor

Untuk yang terakhir disebutkan, itu memang berbahaya apalagi jika memilih implan jenis silikon. Jika silikon bocor, dapat menyebabkan benjolan di sekitar payudara, dinding dada, ketiak, tangan, bahkan perut.

Sementara itu, implan jenis salin tak terlalu berbahaya. Saat salin bocor, tubuh akan menyerap cairan garam tersebut. Payudara pun juga akan mengecil.

"Ketika komplikasi terjadi, implan payudara harus dikeluarkan atau diganti dengan yang baru. Pasien dengan implan gel silikon harus melakukan pemeriksaan MRI selama 3 tahun setelah prosedur, dan setiap 2 tahun setelahnya untuk memeriksa adanya silent rupture," ujar dr. Alberta.

Implan payudara bukan jenis operasi sekali seumur hidup. Semakin lama implan ada di dalam payudara Anda, semakin tinggi kemungkinan adanya operasi ulang, dan semakin besar pula risiko komplikasinya.

Jika melihat dampaknya pada kesehatan, bahkan ada yang menyebut bisa menyebabkan kanker, implan payudara perlu dipikirkan ulang oleh banyak wanita. Para penyedia layanan implan juga perlu hati-hati ketika melakukan prosedur. Risikonya sangat banyak, mulai dari nyeri payudara hingga infeksi.

[RS/ RVS]

1 Komentar

  • diraokta24

    dok saya mw tanya masalah payudara, saya lagi menstruasi selama haid belum pernah merasakan nyeri di payudara sbelah kiri, nyeri jika hanya terlungkup atau tengkurep aja dok kalo di tekan pake tangan biasa aja, dan alhamdulillah tidak ada benjolan atau perubahan warna dok. apakah normal?