Sukses

Siberia Diselimuti Salju Hitam, Ini Dampak Polusi Batu Bara

Salju hitam yang menyelimuti Siberia diduga berasal dari pabrik batu bara. Hal ini membuat orang khawatir dengan bahaya polusi.

Klikdokter.com, Jakarta Salju hitam yang menyelimuti sebagian wilayah Siberia, terutama kawasan Kuzbass, dalam beberapa hari belakangan begitu mengkhawatirkan banyak orang. Dilansir Guardian, salju hitam tersebut bukan langsung turun dari langit, namun berasal dari polusi pabrik batu bara di kawasan tersebut. Hal ini sangat membuat cemas, mengingat efek paparan polusi batu bara terhadap kesehatan.

Menurut sebuah studi, batu bara terbukti berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Pembakaran batubara untuk menghasilkan listrik atau panas menyebabkan terlepasnya partikel kecil dan berbagai unsur beracun yang dapat memicu penyakit. Sebut saja penyakit kardiovaskular, pernapasan, hingga risiko kanker.

Lalu, mengapa hasil pembakaran batubara mengakibatkan munculnya polutan yang berbahaya? Ini karena pembakaran menghasilkan jumlah karbon dioksida yang sangat banyak. Selain berdampak negatif terhadap kesehatan, juga buruk bagi lingkungan di sekitar.  

Beberapa polutan utama yang dilepaskan dari pembakaran batubara adalah nitrogen oksida (NOx), sulfur dioksida (SO2), merkuri, arsenik, cadmium, dan timbal. Mari bahas satu per satu mengenai kandungan tersebut.

  • Nitrogen oksida

Efek kesehatan yang ditimbulkan dari paparan polutan nitrogen oksida adalah peradangan di saluran udara. Jika itu terjadi, maka dapat menyebabkan asma dan bronkitis.

  • Sulfur dioksida

Sulfur dioksida menyebabkan menyempitnya saluran pernapasan dan mengurangi daya tahan paru-paru. Akibatnya, warga di beberapa wilayah Siberia dapat mengalami asma, bronkitis, dan iritasi mata. Sedangkan pada ibu hamil, paparan sulfut dioksida dapat memengaruhi perkembangan janin sehingga dapat menyebabkan kelahiran prematur dan berat badan bayi rendah.

  • Merkuri

Merkuri dapat dikatakan berbahaya jika sudah berubah menjadi metilmerkuri. Nah, metilmerkuri ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan saraf, gangguan pencernaan, infeksi paru, penyakit ginjal, penyakit jantung, dan kanker.

Apabila ibu hamil terpapar, akan menyebabkan gangguan perkembangan anak sejak dalam kandungan. Contohnya retardasi mental, gangguan daya ingat, gangguan pendengaran, dan gangguan penglihatan.

  • Arsenik

Polutan arsenik dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker, penyakit jantung, dan diabetes.

  • Kadmium

Polutan kadmium dapat memengaruhi fungsi ginjal dan kesehatan paru-paru. Bahkan jika tidak diatasi sejak dini, dapat memicu terjadinya kanker paru-paru.

  • Timbal

Polutan timbal dapat memengaruhi fungsi saraf, pencernaan, jantung dan ginjal.

Kuzbass adalah salah satu ladang batu bara terbesar di dunia. Sebuah laporan yang dibuat pada tahun 2015 dari Ecodefense menemukan bahwa warga Kuzbass memiliki harapan hidup rata-rata 3 hingga 4 tahun lebih pendek daripada rata-rata penduduk Rusia.

Menurut Guardian, beberapa pegiat lingkungan Inggris telah mengusulkan untuk memboikot seluruh pabrik batu bara di Kuzbass, hingga kawasan itu memberlakukan perlindungan alam yang lebih kuat. Faktanya, tidak ada cara yang bagus untuk membuat penggunaan batu bara ramah lingkungan.

Lagi pula, meskipun salju hitam tidak turun di bagian dunia lain, karbon dioksida yang dilepaskan oleh pabrik batu bara tetap menjadi penyebab perubahan iklim. Belum lagi efeknya terhadap kesehatan. Paparan polusi batu bara akan sangat berdampak pada kelompok usia yang rentan, seperti bayi baru lahir, bayi di bawah umur 1 tahun, anak-anak, dan lansia. Karena itu, jika tidak segera ditangani, maka akan berimbas pada kesehatan warga Kuzbass, Siberia, di masa mendatang.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar