Sukses

Abaikan 6 Keluhan Ini Saat Anda Mencoba Berhenti Merokok

Anda pernah mengalami masalah pada tubuh saat mencoba berhenti merokok? Tak usah khawatir, kondisi ini normal terjadi.

Klikdokter.com, Jakarta Hasil survei The Global Youth Tobacco Survey Indonesia (GYTS) 2014 menyebutkan bahwa 88,2 persen remaja ingin berhenti merokok. Sekitar 24 persen di antaranya pun pernah mendapatkan pertolongan tenaga profesional untuk berupaya meninggalkan kebiasaan tersebut.

Sayangnya, data dari Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3) menyatakan hanya sekitar 5 persen dari remaja tersebut yang sukses benar-benar berhenti merokok. Rata-rata kegagalan tersebut terjadi karena ketidaktahuan mereka seputar cara yang tepat untuk menghadapi segala godaan selama berusaha.

Selain itu, kesadaran akan bahaya rokok sendiri juga masih belum memotivasi orang untuk meninggalkannya. Padahal, dijelaskan oleh dr. Alvin Nursalim SpPD dari KlikDokter, dalam satu batang rokok mengandung sekitar 7.000 zat kimia yang berbahaya bagi tubuh, sehingga memicu berbagai penyakit seperti hipertensi, stroke, hingga penyakit jantung.

“Asap rokok mengandung sejumlah zat berbahaya termasuk nikotin. Partikel ini akan mengendap di saluran napas dan bisa bertahan hingga lebih dari 3 tahun,” imbuhnya. Hal ini bisa jadi salah satu alasan mengapa upaya berhenti merokok harus dilakukan dalam jangka waktu yang tidak sebentar dan membutuhkan komitmen.

Salah satu hal yang kerap menyebabkan orang gagal menahan diri untuk tidak merokok adalah munculnya berbagai keluhan yang dirasa cukup mengganggu. Hal ini pada akhirnya menimbulkan pemikiran bahwa keluhan tersebut muncul karena berhenti merokok.

1 dari 3 halaman

Keluhan yang kerap menggoyahkan iman

Dipaparkan oleh WebMD, penelitian menunjukkan bahwa rata-rata perokok mulai merasakan gejala yang cukup mengganggu setelah 1 jam memutuskan untuk benar-benar berhenti merokok. Perasaan cemas, sedih, dan sulit berkonsentrasi dapat muncul dalam 3 jam pertama.

Dilansir dari Healthline, beberapa orang bahkan bisa merasa seperti terserang flu. Hal ini dikarenakan rokok telah memengaruhi setiap sistem dalam tubuh. Jadi, ketika Anda berhenti, tubuh perlu menyesuaikan diri untuk tidak “mencari” nikotin lagi.

Berbagai gejala lainnya akan menyusul dan keluhan akan semakin bertambah dalam 3 hari pertama seseorang berhenti merokok. Berikut ini adalah berbagai keluhan lain yang akan muncul dan menggoncang iman Anda saat telah bertekad untuk menjauhi rokok.

1. Sakit kepala dan mual

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, kebiasaan merokok dapat memengaruhi sistem dalam tubuh. Akibatnya, sakit kepala dan mual pun kerap terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan asupan nikotin kembali.

2. Kesemutan di tangan dan kaki

Ketika Anda berhenti merokok dan sirkulasi tubuh mulai membaik, akan timbul rasa kesemutan di sekitar tangan dan kaki. Jadi, bila Anda merasakannya selama upaya meninggalkan konsumsi rokok, tak perlu cemas berlebihan. Kondisi ini justru menandakan upaya Anda tengah menunjukkan hasil.

3. Batuk dan sakit tenggorokan

Perokok yang memutuskan untuk berhenti mungkin akan menderita batuk dan sakit tenggorokan. Hal ini terjadi karena menandakan paru-paru mulai membersihkan lendir dan kotoran yang menumpuk.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

4. Sembelit

Perlu diketahui, nikotin ternyata juga memengaruhi kinerja usus kecil dan usus besar. Jadi, ketika Anda meninggalkan konsumsi rokok dan tubuh tak mendapatkan asupan nikotin kembali, maka akan timbul sembelit sebagai upaya tubuh menyesuaikan diri.

5. Gangguan kecemasan

Terkadang, perokok biasanya akan merasa lebih baik setelah mengonsumsi rokok. Ketika kebiasaan tersebut dihentikan, umumnya akan timbul rasa cemas dan tertekan, hingga bisa menyebabkan insomnia. Bila Anda kesulitan untuk mengendalikannya, temui tenaga medis untuk mendapatkan terapi.

Beberapa jenis terapi yang biasa diberikan adalah terapi bicara, obat-obatan, atau terapi cahaya. Untuk hasil yang optimal, biasanya dokter juga akan merekomendasikan akupunktur, pijat terapi, atau meditasi.

6. Mulut kering

Hilangnya kebiasaan merokok dan mengonsumsi nikotin juga dapat membuat mulut terasa kering. Masih terkait dengan keluhan gangguan kecemasan, stres dan rasa cemas yang berlebihan ternyata dapat memperparah kondisi ini.

Penting untuk diketahui bahwa berbagai keluhan di atas sebenarnya hanya bersifat sementara. Kondisi ini akan berlangsung selama 2 minggu. Jika Anda berhasil melewatinya, upaya untuk berhenti merokok akan menunjukkan hasil yang semakin signifikan.

Dikutip dari pernyataan dr. Andri Sp,KJ kepada KlikDokter, banyak jurnal dan pendapat ahli yang mengatakan bahwa berhenti merokok secara tiba-tiba sama baiknya dengan berhenti secara perlahan.

“Hanya saja, efek putus zat nikotin di dalam tubuh yang tidak nyaman membuat perokok lebih memilih cara-cara yang lebih nyaman seperti terapi nicotine patch (koyo nikotin) atau permen karet nikotin,” jelasnya.

Jadi, bila Anda merasa ragu untuk berupaya secara mandiri, daripada kembali merokok untuk membuat tubuh nyaman kembali, lebih baik berkonsultasilah dengan dokter. Anda akan mendapatkan solusi cara mengatasi keluhan yang dirasakan tanpa harus mengonsumsi rokok.

Ingin berhenti merokok? Abaikan berbagai jenis keluhan di atas dan lanjutkan perjuangan Anda untuk keluar dari jeratan nikotin. Ingat, modal utama untuk terbebas dari rokok adalah niat dan komitmen. Dengan demikian, Anda pun kuat menghadapi sejumlah keluhan yang sebenarnya menunjukkan sistem tubuh sedang memperbaiki diri.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar