Sukses

Sering Kenakan Jins Ketat? Ini Bahaya yang Mengintai

Meski mampu menunjang penampilan, jins ketat yang terlalu sering digunakan berbahaya bagi kesehatan, lho!

Hampir semua orang punya celana jins di dalam lemari pakaiannya. Celana ini memang digemari oleh semua kalangan usia karena bisa dipakai di segala kondisi. Modelnya pun bervariasi, dari yang berpotongan lurus hingga skinny alias ketat.

Skinny jeans adalah model yang cukup banyak digunakan sehari-hari karena dipercaya dapat menunjang penampilan. Namun, bila celana ini termasuk ‘setelah wajib’, sebaiknya Anda lebih berhati-hati. Pasalnya, bahaya celana ketat dapat merugikan kesehatan Anda, lho.

Berikut adalah beberapa masalah yang bisa muncul akibat memakai celana jins ketat:

1 dari 5 halaman

1. Aroma Tidak Sedap

Celana dengan bahan jins, terutama yang ketat, akan menyebabkan pertukaran udara menjadi sangat berkurang. Panas yang berasal dari kulit juga akan terperangkap di bawah celana jins ketat.

Sebagai akibatnya, keringat cenderung diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak, tetapi tidak dibarengi dengan kecepatan untuk mengering. Kelembapan berlebih ini berkaitan dengan timbulnya aroma tidak sedap pada kulit sekitar area kelamin.

Artikel Lainnya: Aroma Vagina Berbau Tidak Sedap, Apa Masalahnya?

2. Kurap

Bahaya celana ketat berikutnya adalah dapat menjadi pemicu kurap yang disebabkan oleh infeksi jamur. Infeksi jamur dapat menular melalui kontak langsung dengan penderita melalui sentuhan kulit, tertular dari hewan, atau menyentuh benda yang terkontaminasi. Infeksi bisa menyebar dari area kemaluan hingga sampai bokong.

Meski keluhan ini umumnya diderita oleh pria, tetapi dapat pula terjadi pada wanita yang selalu mengenakan celana jins ketat dan tak menjaga kebersihannya.

Gejala yang dapat muncul bila Anda terinfeksi, yaitu kulit kemerahan disertai rasa perih. Meski telah diobati, penyakit ini bisa muncul kembali apabila tidak dibarengi dengan kebersihan diri.

2 dari 5 halaman

3. Kaki Kesemutan

Meski sepele, kaki kesemutan sering kali terasa sangat mengganggu. Kondisi ini dapat terjadi akibat celana jins ketat, lho.

Celana ketat dapat membuat gerakan Anda terbatas dan menekan persendian. Akibatnya, Anda kemungkinan bisa mengalami kesemutan, nyeri, hingga mati rasa.

Artikel Lainnya: Sering Kesemutan? Ini Bahaya Kesehatan yang Mengintai

4. Infeksi Ragi

Ragi jenis Candida albicans adalah salah satu flora normal di kulit kemaluan wanita. Ketika kondisi lingkungan sekitarnya berubah, Candida dapat tumbuh menjadi patogen (penyebab penyakit) bagi area kelamin.

Kondisi lingkungan yang lembap, panas, dan minim pertukaran udara adalah kondisi yang bisa menyebabkannya tumbuh dengan cepat.

Ketika menyebabkan penyakit, Candida dapat menimbulkan keluhan seperti gatal, ruam dengan sensasi terbakar, dan keluarnya keputihan seperti keju cottage.

3 dari 5 halaman

5. Infeksi Saluran Kemih

Bila area kemaluan tidak terjaga kebersihannya, apalagi diperparah dengan seringnya memakai celana jeans ketat, maka berisiko terjadi infeksi saluran kemih.

Infeksi saluran kemih (ISK) dapat terjadi apabila ada bakteri yang memasuki saluran air kencing, lalu menyebabkan penyakit.

Gejala ISK, antara lain rasa kencing tidak tuntas, anyang-anyangan, rasa nyeri saat berkemih, dan kadang-kadang ada darah saat berkemih. Infeksi saluran kemih mesti diobati dengan baik, agar tidak menjalar hingga ke ginjal.

Artikel Lainnya: Catat! Hal-Hal yang Bisa Merusak Sperma Anda

6. Penurunan Kualitas Sperma

Bahaya celana ketat lainnya adalah gangguan sistem reproduksi pria. Proses pembentukan sperma sangat sensitif terhadap suhu. Dibutuhkan suhu optimal sekitar 34–35⁰ Celsius atau sesuai dengan suhu tubuh normal manusia untuk hasil yang baik.

Nah, suhu area testis dapat meningkat akibat memakai celana ketat. Akibatnya, sperma dapat rusak dan fungsi pembuahannya juga akan menurun.

4 dari 5 halaman

7. Sindrom Celana Ketat

Tahukah Anda bahwa dalam dunia kesehatan ada suatu istilah yang disebut sindrom celana ketat? Kondisi ini memang nyata adanya. Bahaya celana ketat ternyata sampai membuat suatu sindrom yang dapat menyerang tubuh, ya.

Sindrom celana ketat, atau dalam istilah medis meralgia paresthetica, adalah kondisi saat terjadi rasa kebas, kesemutan, hingga nyeri di paha bagian luar. Hal ini terjadi akibat cedera saraf yang muncul karena saraf tertekan celana ketat dalam waktu yang lama.

Ternyata, bahaya celana ketat itu tidak main-main, ya. Ada cukup banyak keluhan fisik yang dapat timbul bila Anda terlalu sering memakai celana jins ketat. Jadi, bila masih ingin menggunakannya, setidaknya jangan gunakan celana ketat terlalu sering.

Selain itu, pastikan pula untuk menjaga kebersihan celana jins yang Anda akan gunakan. Dengan begitu, tidak ada risiko keluhan kesehatan pada kulit, mukosa, hingga saraf. Semoga bermanfaat!

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar