Sukses

Benarkah Konsumsi Kurma Muda Bikin Promil Sukses?

Konsumsi kurma muda meningkatkan kesuksesan promil (program hamil)? Berikut fakta medisnya.

Klikdokter.com, Jakarta Di Indonesia, terdapat kepercayaan bahwa konsumsi kurma muda dapat meningkatkan kesuburan sehingga promil berjalan sukses. Benarkah hal ini, atau hanyalah mitos belaka?

Kurma muda adalah kurma yang memasuki fase “kurma tua” dan kurang lebih berusia 120 hari. Kurma muda yang ada di Indonesia biasanya berwarna kuning, merah, atau pirang. Jika masih berwarna hijau, maka itu adalah kurma mentah yang belum berubah warnanya menjadi ketiga warna tersebut.

Kurma muda memiliki tekstur yang mirip dengan buah apel sehingga terasa ”crunchy” saat digigit. Rasanya sedikit manis, sepat namun segar.

Sedangkan kurma matang (ruthob) adalah kurma basah yang berusia 150 hari. Warnanya kuning kecokelatan atau merah kecokelatan. Rasanya sangat manis dan melumer saat digigit.

Satu lagi yang populer di Indonesia yakni kurma kering (tamr). Karena dikeringkan, kandungan gulanya menjadi lebih tinggi daripada kurma matang dan rasanya jauh lebih manis.

Kurma muda dan kesuburan

Baik kurma muda, kurma matang, maupun kurma kering mengandung zat gizi yang kurang lebih sama, antara lain serat, zat besi, kalium, vitamin B, B6, A dan K, tanin, tembaga, dan riboflavin. Buah ini pun kaya akan antioksidan, asam amino, dan seng yang diklaim dapat memperbaiki kesuburan pria dan wanita.

Sayangnya, hingga kini belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa kurma muda memiliki khasiat yang lebih baik daripada kurma matang maupun kurma kering dalam memperbaiki kesuburan seseorang.

Di Timur Tengah, serbuk sari kurma (date palm pollen/DPP) justru lebih dipercaya sebagai obat untuk mengatasi masalah ketidaksuburan, terutama pada pria. Selain mengandung zat-zat gizi yang telah disebutkan sebelumnya, biji dan serbuk sari kurma memiliki senyawa yang bekerja seperti hormon-hormon reproduksi pada pria maupun wanita.

Di satu studi, pemberian ekstrak DPP pada tikus betina dewasa meningkatkan jumlah folikel sel telur serta kadar hormon testosteron, estrogen, dan progesteron yang berperan dalam reproduksi. Dalam studi yang lain, pemberian DPP dapat mengompensasi penurunan kadar luteinizing hormone (LH) dan follicle stimulating hormone (FSH) pada tikus betina dewasa yang terpapar timbal. Diketahui bahwa kedua hormon ini berperan penting dalam pembentukan dan pelepasan sel telur.

Pada tikus dan kelinci jantan, pemberian DPP meningkatkan jumlah dan kualitas sperma. Selain itu, juga memperbaiki perilaku seksual dan kadar hormon testosteron pada tikus jantan.

Meski demikian, studi-studi ini kebanyakan dilakukan pada binatang percobaan. Pada manusia, baru terdapat dua uji klinis yang menunjukkan bahwa pemberian DPP secara signifikan meningkatkan jumlah dan memperbaiki gerak sperma, serta meningkatkan hasrat seksual dan hormon reproduksi pada pria dengan gangguan kesuburan. Sedangkan terkait efeknya terhadap kesuburan wanita, belum diteliti.

Jadi, betulkah kurma muda bikin promil sukses?

Dari studi-studi tersebut, bisa disimpulkan bahwa konsumsi kurma atau serbuk sari kurma mungkin dapat meningkatkan peluang hamil melalui peningkatan kualitas sel telur dan sel sperma yang diproduksi. Namun, kesimpulan ini masih sebatas teori sebab belum ada studi ilmiah yang mengonfirmasi kebenaran efeknya pada manusia.

Lagi pula, kesuksesan promil dipengaruhi oleh banyak faktor selain makanan yang dikonsumsi. Faktor-faktor tersebut, antara lain stres, pola tidur, gaya hidup, serta ada tidaknya kondisi medis – baik pada pria maupun wanita – yang dapat menurunkan peluang hamil.

Bila Anda tetap meyakini bahwa kurma muda dapat membuat promil sukses, silakan saja dikonsumsi, tapi tetap ingat batasannya. Bagaimanapun buah ini tinggi gula sehingga sebaiknya dikonsumsi tak lebih dari 6-8 buah sehari pada individu yang sehat dan tidak lebih dari 2-3 buah sehari pada individu dengan diabetes.

[RS/ RVS]

1 Komentar