Sukses

Ini Dia 4 Obat Alternatif Alami untuk Diabetes

Kadang penderita diabetes tergoda untuk mencoba terapi lain, misalnya pengobatan alternatif dengan bahan-bahan alami. Ingin coba juga?

Klikdokter.com, Jakarta Hingga kini, diabetes belum bisa disembuhkan. Sedangkan tujuan dari pengobatan diabetes adalah menjaga kadar gula darah dan mencegah komplikasi. Dalam menjaga kadar gula darah, ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan. Mulai dari olahraga rutin, pola diet rendah indeks glikemik, tidur cukup, pengelolaan stres, serta konsumsi obat diabetes. Namun, kadang penderita diabetes atau diabetes mellitus, utamanya diabetes tipe 2, sering tergoda untuk mencoba terapi lain, misalnya pengobatan dengan bahan-bahan alami.

Meski American Diabetes Association tidak merekomendasikan pengobatan alternatif untuk diabetes, tapi beberapa orang dengan kondisi ini melaporkan manfaat dari beberapa makanan dan minuman di bawah ini terhadap kadar gula darah mereka.

  1. Susu hangat dengan kayu manis dan madu

Menurut Jewel Sheehan, MD, residen di bidang pediatri dan anestesi di Universitas Standford, Amerika Serikat (AS), mengatakan kepada Everyday Health, kombinasi susu hangat, kayu manis, dan madu dapat membantu menstabilkan gula darah dan mencegah efek Somogyi, yang ditandai dengan lonjakan gula darah pada pagi hari.

Efek ini umumnya terjadi saat penderita diabetes mendapatkan terlalu banyak atau terlalu insulin sebelum tidur pada malam hari, atau ketika penderita melewatkan camilan malam hari. Ketika ini terjadi, gula darah bisa drop dengan cepat dalam semalam. Tubuh akan merespons dengan mengeluarkan hormon yang bekerja melawan insulin, sehigga gula darah melonjak pada pagi hari. Fenomena ini juga disebut sebagai rebound hiperglikemia, yang lebih sering terjadi pada penderita diabetes tipe 1.

Meski demikian, tak semua penderita diabetes bisa merasakan manfaat susu hangat kayu manis dan madu, karena kondisi bisa berbeda-beda. Bijaknya, konsultasikan dengan dokter Anda atau ahli gizi profesional.

Menurut dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter pemilihan susu untuk penderita diabetes harus tepat. Pemilihan susu bagi penderita diabetes sangat tergantung dari kondisi dan kebutuhan.

“Susu mengandung karbohidrat dan asam lemak jenuh. Kedua komponen ini, terutama karbohidrat, amat memengaruhi kontrol gula darah penderita diabetes,” dr. Fiona menjelaskan.

Berikut ini paparan lengkap dari dr. Fiona mengenai pemilihan susus yang tepat untuk penderita diabetes:

  • Jika tujuannya untuk membatasi asupan karbohidrat, pilih susu almon karena hampir tidak mengandung karbohidrat. Namun, kandungan proteinnya sangat sedikit. Susu kelapa juga bisa dipilih, meski kandungan lemaknya cukup tinggi dan tidak mengandung protein.
  • Jika ingin membatasi karbohidrat dengan tetap mendapatkan cukup protein dan kalsium, pilih susu kedelai.
  • Jika ingin membatasi konsumsi lemak, pilihan susu skim.
  • Jika punya intoleransi laktosa, pilih susu almon atau susu kedelai. Keduanya rendah kalori, rendah karbohidrat, tapi tinggi kalsium.

Intinya, dr. Fiona mengatakan pada dasarnya semua jenis susu aman dikonsumsi penderita diabetes, asalkan tahu cara menghitung dan membatasi asupan karbohidrat harian.

“Yang terpenting, selalu periksa fakta nutrisi pada kemasan susu dan konsumsi dalam batas wajar, yakni kurang lebih 2 gelas dalam sehari,” pesannya.

  1. Pare

Berdasarkan penjelasan dari dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc(Hons), dari KlikDokter, pare mengandung zat antidiabetes, yaitu charantin, yang dapat menurunkan gula darah.

“Selain itu, pare juga mengandung lektin yang bisa membantu mengurangi konsentrasi glukosa dengan bertindak pada jaringan perifer dan menekan nafsu makan—mirip dengan efek insulin di otak,” kata dr. Alberta menambahkan.

Beberapa jurnal medis sudah mengevaluasi pare untuk pengobatan diabetes. Studi di “Journal of Ethnopharmacology” menunjukkan, 2.000 mg dosis pare menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2, walaupun tidak sebanyak obat diabetes metformin. Studi lain menunjukkan pare meningkatkan penyerapan glukosa darah oleh sel dan toleransi glukosa.

Namun, dr. Jesslyn mengingatkan, meski sepertinya pare atau mungkin sayuran pahit lainnya baik untuk membantu Anda mengendalikan diabetes, tapi prioritas utama adalah mengendalikan gula darah sesuai arahan dokter.

“Makan sayuran pahit seperti pare memang baik untuk penderita diabetes karena bisa turunkan gula darah, tapi ini tidak bisa menyembuhkan. Penderita tetap harus konsultasi ke dokter untuk menjaga kadar gula darah mereka,” ia mengingatkan.

  1. Kayu manis

Kembali melihat poin pertama, bukan tanpa alasan kayu manis ditambahkan ke dalam susu. Pasalnya, beberapa studi menunjukkan bawah rempah tertentu dapat membantu mengatur gula darah pada orang-orang diabetes tipe 2. Sebagai contoh, sebuah tinjauan yang diterbitkan di jurnal “Annals of Family Medicine” tahun 2013 menyebutkan, kayu manis dapat menurunkan kadar gula darah puasa, menurunkan LDL alias kolesterol jahat, serta tidak memengaruhi kadar hemoglobin A1c (HbA1c).

Grace Derocha, RD, CDE, pakar kesehatan di Blue Cross Blue Shield, AS, menerangkan kepada Everyday Health, bahwa kayu manis tidak mengandung karbohidrat atau kalori gula yang dapat meningkatkan gula darah, tapi tetap bisa memberikan rasa manis yang diinginkan. Ia merekomendasikan penderita diabetes untuk mencampurkan kayu manis ke yoghurt, sereal, oatmeal, keju cottage, teh, kopi, atau pengganti gula saat memasak atau memanggang kue.

  1. Teh hijau

Menurut sebuah studi di Jepang yang dipublikasikan di jurnal medis “Diabetes and Metabolism Journal” tahun 2013, seseorang yang minum enam cangkir teh hijau sehari memiliki risiko 33 persen lebih kecil terkena diabetes tipe 2, dibandingkan dengan seseorang yang minum kurang dari satu cangkir teh hijau dalam seminggu. Teh hijau dianggap baik untuk penderita diabetes karena bisa membantu sistem metabolisme berfungsi lebih baik.

Ada pula studi yang diterbitkan di jurnal “Phytochemistry” yang menunjukkan bahwa teh hijau mungkin dapat membantu mengontrol glukosa, menurunkan risiko penyakit jantung, serta membantu penurunan berat badan.

Polifenol yang banyak terkandung dalam teh hijau ini dapat membantu mengatur glukosa dalam tubuh, dan membantu mengendalikan diabetes.

Bagi penderita diabetes, makanan dan minuman yang disebutkan di atas bisa mewarnai pola makan Anda sehari-hari, siapa tahu benar-benar bisa mengendalikan kadar gula darah. Namun, sebaiknya konsultasikan dulu kepada dokter yang menangani Anda mengenai perubahan diet apa pun, apalagi jika melibatkan konsumsi suplemen tertentu.

Kata dr. Fiona, pengendalian gula darah dengan baik bisa dicapai dengan melakukan empat pilar pengobatan diabetes, yaitu edukasi, pengaturan pola makan, olahraga dan obat. Ya, diabetes harus diobati secara menyeluruh, bukan hanya dengan mengandalkan pengobatan alternatif meski bahannya alami.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar