Sukses

Penyebab Kanker Pankreas yang Sempat Dialami Karl Lagerfeld

Desainer ternama, Karl Lagerfeld, dikabarkan meninggal dunia karena kanker pankreas. Apa penyebabnya?

Klikdokter.com, Jakarta Kabar duka datang dari jagat fashion dunia. Selasa pagi (19/2), desainer legendaris Karl Lagerfeld dikabarkan meninggal dunia di usia 85 tahun. Tokoh fenomenal yang merupakan direktur kreatif merek dagang Chanel dan Fendi itu tutup usia akibat kanker pankreas.

Lagerfeld diketahui hanya tinggal bersama kucing kesayangannya di sebuah apartemen mewah di Paris dan dikenal tidak banyak berbicara seputar kehidupan pribadinya. Oleh sebab itu, tidak ada yang tahu persis sejak kapan Lagerfeld telah mengalami kanker pankreas.

Rasa lelah adalah salah satu gejalanya

Menurut orang terdekatnya, kesehatan Lagerfeld telah menurun sejak beberapa minggu sebelumnya. Pada bulan Januari 2019, ia diketahui melewatkan dua pertunjukan Chanel di Paris. Setelah pertunjukan kedua usai, perusahaannya mengeluarkan pernyataan yang menjelaskan bahwa Lagerfeld merasa lelah sehingga tidak dapat hadir.

Rasa lelah itu sendiri memang bisa menjadi salah satu gejala kanker pankreas. Gejala lainnya, yakni kemunculan diabetes khususnya bila disertai dengan penurunan berat badan secara drastis, hilangnya nafsu makan, kulit dan bagian putih mata tampak kuning, atau terdapat nyeri pada perut atas yang menjalar ke punggung.

Gejala-gejala tersebut sering tidak muncul hingga kanker pankreas telah memasuki stadium lanjut. Akibatnya, tidak banyak penderita kanker yang mampu bertahan hidup setelah terdiagnosis, termasuk Lagerfeld. Menurut American Cancer Society, hanya 20% penderita kanker pankreas yang mampu bertahan hidup dalam waktu satu tahun sejak terdiagnosis. Dan, hanya 7% yang mampu bertahan hidup dalam waktu lima tahun sejak terdiagnosis.

Penyebab kanker pankreas

Berkaca pada kasus yang menimpa Lagerfeld, kanker pankreas memang tidak pandang bulu dalam mencari korbannya. Kanker pankreas itu sendiri terjadi ketika sel-sel di dalam pankreas mengalami perubahan (mutasi) DNA. Akibatnya, sel tumbuh tidak terkendali dan tetap bertahan meski sel-sel yang normal telah mati. Lama-kelamaan, sel-sel tersebut akan terakumulasi dan membentuk tumor.

Sebagian besar kasus kanker pankreas bermula pada sel-sel yang membentuk duktus pankreatikus. Karenanya, jenis kanker ini disebut adenokarsinoma pankreas atau kanker eksokrin pankreas. Pada kasus yang jarang, kanker dapat terbentuk pada sel-sel yang memproduksi hormon sehingga disebut islet cell tumor atau kanker endokrin pankreas.

Hingga saat ini, para pakar masih belum menentukan penyebab pasti dari kanker pankreas. Akan tetapi, para pakar telah menemukan faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalami penyakit mematikan tersebut. Beberapa faktor risiko yang dimaksud, di antaranya:

  • Peradangan kronis pada pankreas (pankreatitis)
  • Diabetes yang tidak terkendali
  • Riwayat keluarga dengan kelainan genetik yang meningkatkan risiko kanker, seperti adanya mutasi pada gen BRCA2, sindrom Lynch, atau kanker kulit yang diturunkan (familial atypical mole-malignant melanoma/FAMMM syndrome)
  • Riwayat keluarga dengan kanker pankreas
  • Kebiasaan merokok
  • Obesitas atau berat badan berlebih
  • Usia tua, mengingat sebagian besar penderita terdiagnosis setelah berusia 65 tahun

Sebuah studi menunjukkan bahwa kombinasi merokok, diabetes yang tidak terkendali, dan pola makan yang buruk adalah hal yang paling meningkatkan risiko terjadinya kanker pankreas dibandingkan bila faktor tersebut berdiri sendiri-sendiri.

Selalu ingat bahwa kanker pankreas seperti dialami Karl Lagerfeld adalah penyakit mematikan yang hadir diam-diam. Oleh karena itu, waspadalah dan periksakan kondisi kesehatan secara berkala, apalagi jika Anda curiga mengalami kista pankreas atau memiliki riwayat keluarga dengan kanker pankreas. Jangan lupa juga untuk menjaga pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan, agar kanker pankreas tidak terjadi kemudian.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar