Sukses

Tips Membersihkan Vagina dengan Cara yang Benar

Membersihkan vagina tak boleh asal-asalan. Ini dia tips membersihkannya dengan benar.

Klikdokter.com, Jakarta Membersihkan organ intim wanita memang susah-susah gampang. Informasi yang salah tentang cara membersihkan vagina bisa membuat area intim tersebut gatal, iritasi, atau bahkan menjadi sarang jamur.

Nah, untuk menghindari kesalahan yang dampaknya buruk untuk organ kewanitaan Anda, di bawah ini dijabarkan tips membersihkan vagina dengan cara yang tepat.

1. Perhatikan arah membersihkan vagina

Adanya alat bilas seperti semprotan atau bidet sebetulnya memudahkan Anda membersihkan area sekitar organ intim setelah buang air besar atau buang air kecil. Namun, menurut dr. Jessica Florencia dari KlikDokter, arah air yang seperti itu bisa membuat kotoran, bakteri, atau virus yang berasal dari saluran pembungan mencapai vagina.

“Setelah buang air kecil, pastikan arah membersihkan vagina adalah dari depan ke belakang, dan bukan sebaliknya,” tegas dr. Jessica. Karena alasan inilah sebetulnya toilet dengan semprotan air yang terpisah lebih dianjurkan karena Anda lebih bisa mengatur arah semprotan air.

2. Keringkan!

Sakit terburu-buru atau apesnya tisu toilet habis, vagina tak dikeringkan setelah dibersihkan dengan air. Padahal, mengeringkan vagina sangat penting untuk mencegah area sekitar terlalu lembap, yang dapat menjadi tempat pertumbuhan jamur dan memicu keputihan. Risiko lebih tinggi lagi jika Anda bahan celana dalam Anda tidak menyerap keringat dengan baik.

“Intinya, jangan pernah lupa untuk mengeringkan vagina. Jika tidak ada tisu, cobalah untuk tunggu sejenak hingga tidak terlalu basah,” saran dr. Atika dari KlikDokter. Sebagai tambahan, Anda juga perlu memastikan tidak ada serat tisu yang menempel di permukaan vagina untuk mencegah gatal.

3. Jangan asal pilih sabun

Niatnya ingin membersihkan vagina dengan menggunakan sabun mandi. Eh, tapi yang didapat justru keputihan. Apa yang salah? Ini berarti pH sabun mandi yang Anda pakai tidak cocok dengan pH vagina.

Perlu diketahui bahwa pH vagina berkisar antara 3,5-4,5, sedangkan pH sabun mandi biasanya berkisar 9-10 (bersifat basa). Inilah pemicu reaksi negatif pada vagina. Lain kali, jangan membersikan vagina dengan sabun biasa. Lebih baik basuh dengan air hangat.

Sabun mandi biasa mengandung alkaline yang dapat menganggu keseimbangan pH pada vulva dan vagina, serta dapat berisiko menghilangkan bakteri baik. Jika bakteri baik hilang, bakteri jahat akan dengan senang hati tumbuh dan berkembang.

Sebetulnya cairan pembersih vagina boleh saja digunakan. Namun, kata dr. Jessica, pastikan Anda tak punya masalah kesehatan khusus pada vagina dan sebelumnya sudah Anda konsultasikan dengan dokter Anda.

Ingat, vagina punya mekanisme membersihkan dirinya sendiri

Dilansir dari Center for Young Women’s Health di Rumah Sakit Anak Boston, Amerika Serikat, vagina pada dasarnya akan membersihkan dirinya sendiri secara alami. Sel-sel di vagina menjaganya tetap pada pH normal, sehingga Anda tidak perlu menggunakan sabun atau pembersihkan macam-macam, kecuali direkomendasikan dokter karena adanya kondisi khusus.

Selain tips membersihkan vagina di yang disebutkan di atas, Anda juga perlu melakukan hal lainnya yang menunjang kesehatan area kewanitaan tersebut. Sebisa mungkin, hindari penggunaan celana yang terlampau ketat, pilih pakaian dalam yang dapat menyerap keringat atau kelembapan dengan baik seperti bahan katun, serta bersihkan vagina di bagian luarnya saja.

Bagaimana, tak sulit, kan? Yang penting adalah bagaimana caranya membiasakan diri untuk membersihkan vagina sebagaimana mestinya, sehingga kebersihan sekaligus keseimbangan pH-nya tetap terjaga. Jika Anda merasa ada yang tak beres dengan kondisi vagina, se baiknya konsultasikan sesegera mungkin dengan dokter.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar