Sukses

Lakukan 4 Kiat Ini agar Anak Tak Kecanduan Gawai

Main gawai memang mengasyikkan, namun tak baik jika terus-terusan. Cari tahu kiat agar anak tak kecanduan gawai, di sini!

Klikdokter.com, Jakarta Gawai memang sudah tak terpisahkan dari dunia anak-anak. Kala anak main gawai, mereka bisa lupa makan bahkan lupa tidur. Bagi mereka, gawai bagaikan keseruan tak habis-habis. Tentu saja, hal ini membuat banyak orang tua kewalahan karena tak tahu bagaimana cara untuk mengendalikannya.  

Menurut dokter spesialis anak dr.  Caessar Pronocitro, M.Sc, Sp.A, dari KlikDokter gawai tidak seharusnya digunakan oleh anak berusia di bawah 18 bulan. Alasannya, anak butuh eksplorasi dan interaksi di dunia nyata.

“Supaya kemampuan bahasa, motorik, sosial-emosional anak berkembang, lebih baik maksimalkan pengalaman anak melalui sensasi pancaindra secara tiga dimensi,” kata dr. Caessar.

Bagi Anda para orang tua, ada kiatnya agar anak bisa lepas dari kecanduan gawai. Berikut hal-hal yang dapat Anda terapkan:

  1. Batasi waktu penggunaan gawai

Dengan menerapkan batasan penggunaan gawai sejak dini, misalnya 1 atau 2 jam setiap harinya, anak akan terbiasa dengan batasan waktu tersebut. “Tentukan jam-jam tertentu dimana anak dapat menggunakan gawai, misalnya pada jam istirahat sore, dan seterusnya,” kata dr. Nitish Basant Adnani dari KlikDokter.

  1. Tentukan area bebas gawai di rumah

Buatlah area bebas gawai di rumah, misalnya ruang tidur dan meja makan. Cara ini, menurut dr. Nitish, melatih anak untuk tidak menggunakan gawai sebelum tidur atau saat makan.

  1. Selalu pantau konten yang diakses anak

Sebagai orang tua, Anda perlu mengetahui apa saja yang dilakukan anak secara online, terlebih jika anak masih sangat kecil. Anda harus memastikan bahwa konten-konten yang dikunjungi anak memang bermanfaat bagi dirinya. Bila digunakan untuk mengakses hal-hal positif, dr. Nitish percaya bahwa gawai dapat membantu tumbuh kembang anak.

  1. Kenali batasan usia penggunaan gawai

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa anak usia 18 bulan ke bawah tidak diperkenankan menyentuh gawai dengan alasan tumbuh kembang. Di atas usia tersebut, mulailah menentukan penggunaan gawai secara bijak.

“Bagi orang tua yang ingin memperkenalkan gawai pada anak usia 18 hingga 24 bulan, disarankan untuk memilih program berkualitas tinggi dan memang benar-benar bermanfaat. Dampingi juga anak Anda dan bantulah menjelaskan kepada anak tentang apa yang dilihatnya,” kata dr. Nitish.

Bagi anak-anak berusia 2 hingga 5 tahun, perlu aturan khusus. Terapkan batasan screen time selama 1 sampai 2 jam setiap hari, saran dr. Nitish. Usahakan untuk tidak lebih agar dirinya dapat menghabiskan waktu di dunia nyata.

“Untuk anak-anak yang berusia 6 tahun ke atas, terapkan batasan yang konsisten untuk waktu mengakses gawai. Pastikan bahwa penggunaan tersebut tidak mengganggu kecukupan waktu tidur, aktivitas fisik, dan perilaku lainnya yang penting bagi kesehatan anak,” tutur dr. Nitish.

Waspada untuk tidak membebaskan anak menggunakan gawai, apalagi membuat dirinya sampai kecanduan. Jika sudah begitu, berilah contoh yang baik dengan tidak menggunakan gawai terlalu sering di depan dirinya. Anda sebagai orang tua adalah contoh terbesar dalam hidup sang anak. Memang benar bahwa gawai tak lepas dari kehidupan masa kini. Namun, selalu perhatikan frekuensi penggunaan gawai pada anak dan hal-hal lainnya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar