Sukses

Hindari 3 Makanan Ini agar Bayi Tak Kolik Saat Menyusu

Agar bayi tak mengalami kolik saat menyusu, ibu perlu menghindari jenis makanan tertentu.

Klikdokter.com, Jakarta Bayi Anda menangis sepanjang malam? Bisa jadi ia mengalami kolik. Sebenarnya kolik pada bayi bisa dicegah dengan menghindari beberapa jenis makanan tertentu. Kolik pada bayi biasanya merupakan kondisi yang menggambarkan keadaan dimana bayi terus menangis tanpa sebab yang jelas. Ini biasa terjadi pada bayi berusia di bawah lima bulan.

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, kolik ditandai dengan tangisan selama berjam-jam, selama minimal tiga hari dalam seminggu, dan berlangsung selama tiga minggu.

Sampai saat ini, penyebab pasti kolik belum diketahui. Akan tetapi, banyak ahli berpendapat bahwa kolik terjadi karena bayi mendapat terlalu banyak stimulus dari lingkungan (baik itu orang baru, suara, cahaya, warna, dan lainnya), sehingga ia merasa stres dan kewalahan. Akhirnya, keadaan tersebut disalurkan oleh bayi dengan menangis terus tanpa henti pada petang hari.

"Teori lain mengemukakan bahwa kolik terjadi karena sistem pencernaan bayi belum matang. Akibatnya, makanan yang dikonsumsi oleh bayi tidak dapat dicerna dengan sempurna sehingga menimbulkan gas yang membuat perut bayi tidak nyaman," ujar dr. Karin.

Di sisi lain, kolik juga sering dikaitkan dengan apa makanan yang dikonsumsi oleh ibu, sehingga para ibu harus berhati-hati dengan pola makannya. Ada beberapa makanan yang harus Anda hindari agar bayi tak mengalami kolik.

Dilansir dari Livestrong, berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Susu sapi

Susu sapi adalah makanan yang paling mungkin membuat bayi kolik. Konsumsi susu sapi oleh para ibu biasanya didorong alasan perlunya ibu mendapatkan nutrisi dari susu selama kehamilan dan menyusui.

Nyatanya, protein susu sapi dalam ASI dapat menyebabkan kerewelan pada bayi yang sensitif. Nancy Mohrbacher dan Julie Stock, penulis "The Breastfeeding Answer Book" menyatakan, mungkin perlu waktu sepuluh hari hingga dua minggu untuk sepenuhnya menghilangkan protein susu sapi dari tubuh ibu setelah berhenti mengonsumsi produk susu.

Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan dr. Andika Widyatama dari KlikDokter. "Pada ibu bayi yang punya riwayat alergi susu sapi atau intolerensi laktosa, ini bisa menyebabkan kolik pada bayi," katanya.

2. Kafein

Ibu yang mengonsumsi terlalu banyak kafein bisa menyebabkan bayi yang disusuinya terjaga pada malam hari dan rewel. Selain kopi, kafein juga ditemukan dalam cokelat, teh, minuman bersoda, minuman berenergi, serta beberapa obat-obatan yang dijual bebas.

KidsHealth menyarankan para ibu menyusui untuk membatasi kafein menjadi 1-2 cangkir kopi per hari saat menyusui. Semakin banyak kafein yang dikonsumsi, maka suasana hati dan pola tidur bayi juga makin terganggu.

3. Makanan alergen

Setelah susu sapi, makanan lain yang perlu dipertimbangkan adalah telur, gandum, jagung, kedelai, kacang tanah, ikan, kerang, kacang-kacangan, buah jeruk, tomat, dan rempah-rempah. Bagi kebanyakan bayi, makanan-makanan tersebut tidak menimbulkan masalah. Namun, bayi yang punya alergi terhadap makanan mungkin mengalami reaksi. Menghilangkan semua makanan alergen menjadi tugas yang sulit dan memakan waktu bagi para ibu.

Salah satu alternatif adalah menghilangkan beberapa makanan dan meminum suplemen enzim pencernaan pankreas dengan makanan. Enzim bertugas memecah lemak, protein, dan karbohidrat lebih menyeluruh daripada pencernaan normal. Itu membuat kemungkinannya zat-zat “bermasalah” melewati ASI lebih kecil.

Cara mengatasi kolik

Ya, beberapa jenis makanan (dan minuman) yang disebutkan di atas memang bisa menyebabkan bayi mengalami kolik. Namun, dr. Andika menyebut bahwa ada juga faktor lainnya yang menjadi pemicu kolik pada bayi.

"Anak-anak bisa mengalami kolik mungkin jika ada bakteri di dalam tubuhnya," tambahnya.

Di sisi lain, kolik tidak perlu dikhawatirkan karena tidak berbahaya. Sebagai orang tua, Anda hanya perlu menghentikan tangisan anak Anda dengan cara yang benar.

Kolik bisa dihentikan dengan memberikan pijatan lembut pada perutnya menggunakan minyak telon. Menurut dr. Karin, pijatan ini dapat membuat bayi nyaman.

Selain itu, Anda juga bisa mengeluarkan gas yang ada di perut bayi dengan cara memosisikan bayi terngkurap di pangkuan, dengan kepala lebih rendah dari tungkai. Lalu, Anda bisa menepuk-nepuk bagian punggungnya. Jangan lupa untuk selalu membuat bayi serdawa setiap selesai menyusui.

Jika bayi mengalami kolik, jangan panik dan tetaplah tenang. Agar kolik tak terjadi terus-menerus, salah satu solusinya adalah dengan menghindari jenis makanan tertentu. Mengetahui cara menenangkan bayi yang kolik dengan benar juga akan sangat berguna.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar