Sukses

Kenali Gangguan Pendengaran Akibat Ledakan di Senayan

Suara keras seperti ledakan di Senayan kemarin, bisa mengakibatkan gangguan pendengaran. Bahkan juga bisa menyebabkan ketulian.

Klikdokter.com, Jakarta Anda tentu sudah mendengar terjadinya peristiwa ledakan di Stadion Gelora Bung Karno yang terjadi pada Minggu (17/2) malam, saat dilangsungkan nonton bareng (nobar) debat capres jelang Pemilu 2019. Ledakan semacam itu, dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada korban yang mengalaminya. Tidak saja trauma psikis dan luka fisik, suara ledakan semacam itu juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran bahkan cedera telinga.

Telinga merupakan jendela manusia untuk bisa menikmati dan mendengar suara. Telinga berfungsi menerima rangsangan gelombang suara untuk kemudian diteruskan ke dalam otak. Jika Anda mendengar suara dengan intensitas yang keras – misalnya suara ledakan – maka reseptor suara pada telinga dapat mengalami kerusakan.

Gangguan pendengaran akibat bising, dalam dunia medis dikenal dengan istilah noise induced hearing loss (NIHL), adalah tuli akibat terpapar oleh bising yang cukup keras. Bising dapat terjadi dalam jangka waktu sebentar atau jangka waktu yang cukup lama. Secara umum bising adalah bunyi yang tidak diinginkan. Bunyi dengan intensitas 85 desibel (dB) atau lebih dapat menyebabkan kerusakan reseptor pendengaran pada telinga dalam.

Mengenal gangguan pendengaran akibat bising

Gangguan pendengaran akibat bising dapat bersifat sementara atau permanen, tetapi selalu disebabkan oleh kebisingan. Orang-orang dengan paparan suara keras dapat menderita dua jenis tuli akibat bising, yaitu yang bersifat sementara dan jangka panjang.

  • Gangguan pendengaran sementara

Gangguan pendengaran sementara yang disebabkan kebisingan terjadi ketika seseorang mengalami suara yang sangat keras dan tiba-tiba seperti tembakan, ledakan, atau suara kembang api. Gangguan ini juga bisa disebabkan oleh musik yang keras di konser rock.

Gejala dari gangguan ini meliputi pendengaran yang teredam, pusing, dan sakit di telinga. Gejala dapat berlangsung dari beberapa jam sampai beberapa hari. Setelah itu, fungsi pendengaran biasanya akan kembali normal. Namun, dalam beberapa kasus, gangguan pendengaran dapat terjadi dengan cepat dan permanen. Gangguan sementara dapat berlanjut menjadi permanen, jika Anda mendengar suara-suara tersebut berulang kali.

  • Gangguan pendengaran permanen

Gangguan pendengaran permanen biasanya terjadi akibat paparan kebisingan jangka panjang selama periode waktu yang lama. Jenis gangguan pendengaran ini biasanya terjadi pada lingkungan kerja yang bising. Industri yang sering menyebabkan gangguan pendengaran akibat bising adalah industri pada bidang musik, pertambangan, transportasi, kereta api, dan konstruksi.

Selain kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan, kegiatan lain seperti menggunakan memotong rumput, bahkan mengeringkan rambut dapat menyebabkan gangguan pendengaran jangka panjang. Gejala gangguan pendengaran jangka panjang atau permanen biasanya muncul secara bertahap.

Pada umumnya seseorang akan mulai mengalami suara yang dapat didengar menjadi semakin kecil. Selain itu, seseorang juga tiba-tiba sulit mendengar di tempat yang ramai seperti restoran atau tempat umum.

Pencegahan gangguan pendengaran akibat bising

Gangguan pendengaran akibat bising dapat dicegah dengan memahami bahaya dari kebisingan dan mempraktikkan pola hidup yang sehat bagi pendengaran Anda. Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan untuk melindungi pendengaran Anda:

  • Ketahui suara yang berpotensi menyebabkan kerusakan pendengaran (yang berada di atas 85 desibel).
  • Gunakan penyumbat telinga atau alat pelindung telinga ketika Anda sedang beraktivitas atau bekerja di lngkungan dengan suara yang keras.
  • Jika Anda tidak dapat mengurangi kebisingan atau melindungi diri dari kebisingan, menjauhlah dari kebisingan itu.
  • Waspadai berbagai sumber suara yang berpotensi merusak di lingkungan Anda.
  • Jangan lupa untuk meneruskan informasi kepada keluarga, dan teman Anda akan bahaya kebisingan.
  • Lakukan tes pendengaran jika Anda merasa mengalami gangguan pendengaran.

Jadi, kondisi bising karena pekerjaan atau beberapa kondisi tertentu, dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Gangguan semacam ini dapat dicegah. Meski demikian, korban yang jatuh dan mengalami gangguan pendengaran atau cedera telinga akibat suara ledakan – seperti ledakan di Senayan – perlu mendapatkan perawatan lebih saksama.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar