Sukses

Ayah, Lakukan Ini agar Pertumbuhan Psikologis Anak Optimal

Peran ayah sangat penting dalam pertumbuhan psikologis anak. Baca tips ini untuk membantu Anda.

Klikdokter.com, Jakarta Seringkali, pentingnya peran orang tua untuk pertumbuhan dan perkembangan anak lebih banyak dititikberatkan kepada ibu. Padahal ayah memiliki fungsi yang tak kalah penting dalam kehidupan anak. Lalu, apa saja hal-hal yang dapat dilakukan ayah agar tumbuh kembang psikologis anak optimal?

Secara umum, ibu memang lebih terlibat dalam proses pengasuhan anak yang lebih kentara, seperti menyusui, mengurus kebutuhan dasar seperti mandi dan mengganti popok, menyiapkan makan, dan lain-lain. Sedangkan, ayah cenderung lebih banyak terlibat dalam aspek lainnya seperti bermain. Karena itu, banyak yang melupakan pentingnya peran ayah dalam pertumbuhan psikologis anak.

Namun jika melihat generasi ayah zaman sekarang, tampaknya peran ayah sudah jauh lebih luas. Kini para ayah sudah lebih banyak terlibat dalam proses pengasuhan eksplisit, seperti turut mengantar anak ke dokter dan bergantian bangun malam dengan ibu untuk menimang saat anak menangis.

Tiap ayah perlu memahami dan menjalankan perannya sejak dini, yakni sejak awal kehidupan anak. Kontak kulit dengan kulit (skin-to-skin) dengan bayi, terutama pada masa awal kehidupannya, sangat penting untuk perkembangan psikologis. Bayi yang mendapat cukup sentuhan dari orang tuanya akan lebih jarang menangis dan tidur lebih nyenyak pada malam hari.

Kebanyakan orang mengasosiasikan kontak ini hanya antara anak dengan ibu. Padahal ayah pun bisa menjadi figur yang memberikan kenyamanan kontak skin-to-skin dengan anak.

Manfaat keterlibatan ayah untuk tumbuh kembang psikologis anak

Sangat banyak manfaat yang didapat oleh anak saat sang ayah berperan aktif dalam proses pertumbuhannya. Dalam sebuah penelitian yang dikutip dalam buku The Role of the Father in Child Development, anak dengan ayah yang aktif terlibat sejak usia satu bulan cenderung memiliki skor kognitif yang lebih tinggi pada usia satu tahun.

Saat anak memasuki usia yang lebih tua, peran ayah pun semakin penting. Penelitian menyatakan bahwa ayah yang terlibat dalam kegiatan harian, seperti makan malam dan bermain sehari-hari, memiliki dampak yang lebih signifikan dibandingkan dengan ayah yang hadir sesekali (meski mengajak bertamasya).

Kehadiran ayah pun akan memberikan pengalaman yang berbeda bagi anak. Karena sikap yang tidak terlalu overprotektif, anak yang sering bermain dengan ayahnya cenderung memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengeksplor lingkungan dengan bebas.

Bagi Anda ayah yang ingin mendukung pertumbuhan psikologis anak dengan optimal, berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan:

  • Terlibat aktif sejak anak masih dalam kandungan
  • Turut mengambil peran dalam proses pengasuhan eksplisit bersama ibu, seperti membantu mengerjakan pekerjaan rumah dan bergantian bangun pada malam hari
  • Meluangkan waktu setiap hari meski sebentar untuk berinteraksi dengan anak, baik itu bermain, berbincang, atau sekadar duduk bersama
  • Bersama ibu menyepakati pola didik bersama untuk anak

Anak dengan figur ayah yang dekat dan kuat, tentunya akan berkembang menjadi anak yang lebih stabil secara emosi dan memiliki kemampuan kognitif yang juga lebih baik. Mengasuh anak merupakan tugas bersama ayah dan ibu, dan keduanya memiliki pengaruh masing-masing dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama secara psikologis.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar