Sukses

Awas, Sindrom Metabolik Mengintai Remaja!

Gaya hidup sedenter di kalangan muda menjadi salah satu faktor risiko berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah sindrom metabolik.

Sindrom metabolik adalah suatu kondisi yang ditandai dengan obesitas dan disertai dengan gangguan tekanan darah, gula darah, serta kadar lemak dalam tubuh.

Gangguan kesehatan ini tidak menurun atau bersifat menular, melainkan didapat akibat pola hidup yang tidak sehat.

Selain karena gemar mengonsumsi makanan cepat saji, jarang bergerak atau olahraga serta kebiasaan merokok dan minum alkohol merupakan hal yang dapat memicu terjadinya sindrom metabolik.

Kondisi ini rentan menimpa remaja. Lalu, apa saja penyebab sindrom metabolik pada remaja? Adakah cara untuk mencegahnya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Penyebab Sindrom Metabolik pada Remaja

Remaja yang identik dengan berbagai hal ‘kekinian’ pada akhirnya rentan mengalami sejumlah masalah kesehatan, termasuk sindrom metabolik.

Penyebab sindrom metabolik tidak lain karena kurangnya aktivitas fisik remaja dalam keseharian, misalnya lebih suka maraton serial televisi sambil ngemil atau nongkrong seharian di kedai kopi. 

Artikel Lainnya: Benarkah Minum Kopi Dapat Menurunkan Risiko Sindrom Metabolik?

Belum lagi, kemajuan teknologi juga memengaruhi. Kini memesan makanan atau membeli sesuatu bisa dilakukan hanya dengan sentuhan jari lewat aplikasi atau situs belanja.

Meski membantu karena lebih praktis, kesehatan menjadi taruhannya. Pasalnya, dengan kemudahan ini, remaja akan sembrono dalam menyantap makanan cepat saji.

Pada akhirnya, hal itu akan berdampak buruk bagi kesehatan mereka. Di usia yang masih sangat muda, remaja bisa terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. 

Pola makan dan gaya hidup yang tak sehat jugalah yang kemudian memicu terjadinya obesitas di kalangan remaja dan jumlahnya semakin meningkat setiap tahunnya.

Dari obesitas bisa muncul gangguan kesehatan, salah satunya adalah sindrom metabolik.

Bahaya Sindrom Metabolik pada Remaja

Sindrom metabolik sangat erat kaitannya dengan terjadinya diabetes serta penyakit jantung dan pembuluh darah.

Pasalnya, berat badan berlebih dan kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan resistensi insulin dan berlanjut menjadi diabetes.

Sementara itu, tekanan darah dan kadar lemak tubuh yang tinggi menjadi salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.

Terbentuknya plak dalam pembuluh darah sewaktu-waktu dapat menyumbat pembuluh darah, sehingga bisa mengancam nyawa. 

Artikel Lainnya: Remaja Diabetes Rentan Haid Tidak Teratur?

Bisakah Dicegah?

Sindrom metabolik faktanya bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Nah, agar anak remaja terhindar dari bahaya sindrom metabolik, perhatikan beberapa tips berikut:

  • Berikan edukasi mengenai kesehatan pada remaja. 
  • Lakukan pengecekan di rumah. Biasanya sindrom metabolik ditandai oleh kegemukan dengan berat badan yang berlebih dan/atau lingkar pinggang yang melebihi dari rekomendasi.
  • Dorong anak untuk mengontrol asupan makan. 
  • Mulai gaya hidup lebih sehat. Konsumsilah makanan sehat dan bergizi seimbang agar berat badan lebih terkontrol. 
  • Lakukan aktivitas fisik setiap hari, setidaknya 30 menit setiap sesinya, misalnya berjalan cepat.
  • Hindari merokok dan konsumsi alkohol.
  • Kelola stres, misalnya dengan melakukan meditasi, yoga, atau melakukan hobi yang menyenangkan.

Menurut American Heart Association (AHA), seseorang positif mengalami sindrom metabolik apabila ditemukan minimal tiga kondisi berikut:

  • Gula darah puasa ≥ 100 mg/dL atau mengonsumsi obat diabetes.
  • Tekanan darah ≥ 130/85 mmHg atau mengonsumsi obat untuk menurunkan tekanan darah.
  • Trigliserida ≥ 150 mg/dL atau mengonsumsi obat untuk menurunkan trigliserida.
  • Kolesterol HDL ≤ 40 mg/dL (pria) atau ≤ 50 mg/dL (wanita).
  • Lingkar pinggang ≥ 90 cm (pria) atau ≥ 80 cm (wanita).

Jika sudah ditemukan adanya kondisi yang mengarah ke masalah metabolik, bisa diberikan obat-obatan antihipertensi, obat kolesterol, hingga obat diabetes jika memang dibutuhkan. 

Tentunya konsumsi obat-obatan tersebut harus berdasarkan resep dokter. Hal ini ditujukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Usia remaja yang dekat dengan gaya hidup sedenter ternyata rentan mengalami sindrom metabolik. Jika kondisi anak Anda menunjukkan tanda risiko penyakit ini, segera lakukan konsultasi dengan dokter agar komplikasi bisa dihindari.

Anda dapat berkonsultasi terkait sindrom metabolik pada remaja melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[WA]

1 Komentar