Sukses

Ini Tanda Dehidrasi pada Balita yang Perlu Anda Kenali

Dehidrasi pada balita harus ditangani dengan serius dan segera. Kenali dulu tanda dan gejalanya.

Klikdokter.com, Jakarta Dehidrasi terjadi ketika balita kekurangan cairan tubuh sehingga tidak bisa menjalankan fungsi sehari-harinya dengan normal. Ada banyak faktor yang dapat memicu dehidrasi, mulai dari kurang minum, diare, sakit kronis seperti diabetes, hingga kepanasan. Tiap orang tua harus mengenali gejala dan cara menangani dehidrasi pada balita agar tak sampai berakibat fatal.

“Terkadang, dehidrasi dianggap sepele karena sebagian besar tidak memiliki efek samping yang berbahaya. Padahal jika dibiarkan, dehidrasi bisa berakibat fatal,” ujar dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter. Efek yang terjadi dari dehidrasi yang tak tertangani dengan baik meliputi kejang, infeksi saluran kemih, gagal ginjal, hingga kematian.

Tanda dehidrasi pada balita yang sering terabaikan

Dehidrasi dapat terjadi secara perlahan, atau bisa juga mendadak. Anak yang sedang sakit, misalnya diare, harus dipantau secara berkala agar tidak mengalami dehidrasi. “Jangan tunggu hingga anak merasa sangat haus. Rasa haus yang dialami anak bisa saja pertanda bahwa dia sudah dehidrasi,” jelas dr. Dyah.

Selain rasa haus, dehidrasi pada balita dapat tampak dari tanda dan gejala berikut:

  • Bibir kering dan pecah-pecah
  • Urine berwarna gelap
  • Sedikit atau tidak ada urine selama delapan jam
  • Kulit dingin atau kering
  • Mata cekung atau ubun-ubun tampak cekung (untuk bayi)
  • Sering mengantuk
  • Tingkat energi yang rendah
  • Tidak ada air mata saat menangis
  • Kelelahan ekstrem
  • Pernapasan dan detak jantung yang cepat

Pada tahap lanjut, balita bisa menjadi mengigau atau tidak sadarkan diri. Jika ini terjadi, Anda tidak bisa mengatasinya sendiri di rumah. Anda harus segera ke dokter agar si Kecil mendapatkan penanganan yang tepat.

Menangani kondisi dehidrasi

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi dehidrasi adalah dengan mengganti cairan yang hilang. “Dehidrasi yang ringan dapat ditangani sendiri di rumah, tapi kalau sudah berat hingga anak tidak sadar, harus dibawa ke dokter,” katanya.

Berikut ini tips dalam menangani dehidrasi ringan pada si Kecil:

  • Berikan anak cairan rehidrasi oral yang mengandung garam dan air seperti yang dijual di pasaran. “Jika Anda sulit mendapatkannya, untuk sementara bisa memberikan susu atau jus buah,” kata dr. Nadia.
  • Berikan anak minum air putih secara perlahan hingga urine kembali jernih. Bila anak muntah-muntah, berikan dalam jumlah sedikit hingga anak bisa menoleransi. Perlahan, tingkatkan jumlah cairan dan frekuensi pemberian cairan. Jangan memberikan langsung dalam jumlah banyak karena dapat membuat anak muntah.
  • Jika anak masih menyusu lanjutkan pemberian ASI secara berkala.

Dehidrasi pada balita tidak selalu dapat dicegah, tapi langkah-langkah di atas dapat orang tua lakukan untuk membantu menanganinya. Kenalilah tanda dan gejala dehidrasi pada anak agar Anda waspada. Pelajari juga cara mengatasi dehidrasi ringan. Jika si Kecil tidak kunjung pulih atau terlihat makin dehidrasi, segeralah bawa ke dokter. Begitu juga bila ada darah di muntah atau BAB anak, anak sulit minum, dan anak terus-menerus muntah serta diare.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar