Sukses

Mengintip Rencana India Mengembangkan Wisata Medis

Destinasi populer wisata medis di Asia adalah Singapura, Cina, Thailand, atau Malaysia. Nyatanya, India juga tak mau kalah bersaing!

Klikdokter.com, Jakarta Ada beberapa alasan untuk mengunjungi India. Mulai dari budaya, kuliner, arsitektur, hingga alasan spiritual. Namun, beberapa waktu terakhir, ada alasan lain yang membuat beberapa orang ingin mengunjungi India, yaitu wisata medis. Ya, India diketahui tengah berusaha mengembangkan sayapnya dalam wisata medis, tak ingin kalah dari negara Asia lainnya seperti Singapura, Malaysia, Korea, atau Cina.

Dilansir dari laman CNN, India sangat fokus mengembangkan wisata medisnya. Bahkan, menurut pernyataan dari Kementerian Pariwisata India, industri wisata medisnya diperkirakan tumbuh sebesar 200 persen (mencapai 9 miliar dolar AS atau Rp127 triliun) tahun 2020.

Dalam pengembangannya ini, India juga berusaha untuk mempermudah orang-orang yang ingin mengunjungi negeri Bollywood ini karena alasan medis. Tak gembar-gembor fasilitas canggih, ahli medis di bidangnya, perawatan yang terjangkau, serta praktik seperti yoga dan Yurveda.

"India dapat memberikan perawatan medis dan kesehatan dengan standar internasional dengan biaya rendah," ujar Menteri Pariwisata KJ Alphons seperti dikutip di CNN.

"India unggul dalam fasilitas medis canggih, profesional perawatan kesehatan terkenal, fasilitas perawatan berkualitas dan terapi kesehatan tradisional," sambungnya.

Pada tahun 2015, India mendapat peringkat sebagai tujuan wisata medis paling populer ketiga ketika industri itu bernilai 3 miliar dolar AS (Rp42 triliun). Jumlah wisatawan asing yang datang ke negara itu dengan visa medis mencapai hampir 234 ribu. Sementara pada tahun 2017, jumlah kedatangan lebih dari dua kali lipat, mencapai 495.056.

Aturan visa juga telah diubah untuk mendorong wisata medis berkembang. "Visa e-turis telah diperluas untuk mencakup kunjungan medis juga. Visa petugas medis dan alasan medis telah diperkenalkan untuk memudahkan proses perjalanan wisatawan medis. Durasi maksimum tinggal di India di bawah visa e-medis lebih lama, yakni enam bulan," kata Alphons.

1 dari 2 halaman

India menawarkan biaya lebih hemat

Menurut Organization for Economic Co-operation and Development, banyak orang melakukan wisata medis karena ingin mendapatkan perawatan yang lebih baik tapi dengan harga murah. Menurut dr. Jessica Florencia dari KlikDokter, poin tersebut memang paling banyak dicari mereka yang berwisata medis ke luar negeri.

"Jika dulu tujuan wisata medis adalah negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, atau Prancis, tapi sekarang banyak negara Asia yang unjuk gigi dengan memadai dan majunya industri kesehatan di sana," ujar dr. Jessica.

Ya, India adalah salah satu tujuan banyak orang mendapatkan perawatan medis. Tak sedikit orang yang mengunjungi India untuk berbagai kebutuhan perawatan kesehatan, termasuk perawatan kanker, transplantasi, dan operasi jantung.

Nah, mengapa orang memilih India? Karena biaya di sana lebih hemat. Bahkan, pemerintah India tampak sangat percaya diri dengan keunggulan tersebut. Di India, penghematan ini bisa mencapai 65-90 persen, tapi pasien tetap menerima perawatan yang berkualitas.

"Para dokter India memiliki reputasi untuk pelatihan medis berkualitas tinggi. Banyak dari mereka adalah orang-orang India yang kembali yang telah belajar di luar negeri, dan kemudian mereka memiliki kelompok-kelompok rumah sakit besar seperti Apollo, yang telah menjadi merek internasional yang besar. Mereka juga telah menjalin kemitraan strategis dengan merek di negara-negara berpenghasilan tinggi, seperti Mayo Clinic," ujar Johanna Hanefeld, seorang profesor kebijakan dan sistem kesehatan di London School of Hygiene dan Tropical Medicine, Inggris.

Pengobatan tradisional sebagai keunggulan

Tak melulu soal alat-alat medis canggih, India juga mengedepankan praktik kesehatan tradisional India. Ini termasuk Ayurveda, Yoga, Unani, Siddha dan homeopati. Semuanya dipromosikan untuk meningkatkan jumlah wisatawan medis.

Ayurveda adalah sistem pengobatan Hindu kuno yang didasarkan pada gagasan keseimbangan dalam tubuh, dengan menggunakan pengobatan herbal dan pernapasan yoga.

Siddha dan Unani serupa dalam pendekatan holistik untuk menemukan harmoni antara pikiran dan tubuh. Siddha berasal dari negara bagian selatan Tamil Nadu, sementara Unani berakar dari zaman Yunani kuno.

Semua pengobatan medis tradisional India berada di bawah Kementerian AYUSH, sebuah lembaga pemerintah yang dibentuk pada 2014 untuk meningkatkan akses dan kesadaran akan metode tradisional. Industri ini diperkirakan bernilai sekitar USD 2,4 miliar (Rp33 triliun) pada tahun 2014-2015.

Sekarang India tak cuma melulu terkenal karena Taj Mahal-nya (atau angka kriminalnya). Tak sedikit wisatawan yang selain ingin wisata budaya dan memuaskan spiritualismenya, tapi juga melakukan wisata medis dengan kualitas jempolan tapi tergolong murah. Semoga saja setelah ini industri kesehatan di Indonesia juga tak mau kalah ingin mengepakkan sayapnya menjadi salah satu tujuan wisata medis di Asia.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar