Sukses

Anak Ingin Main Hujan? Ini Tips agar Tetap Aman

Menasihati anak untuk berteduh saat hujan terkadang sulit, ia justru inginnya main hujan-hujanan. Tak perlu selalu dilarang, ini tipsnya agar tetap aman.

Klikdokter.com, Jakarta Langit mendung mulai melepaskan muatannya. Air hujan pun perlahan membasahi Bumi. Jika banyak orang yang berlarian mencari tempat berteduh, sebaliknya, anak-anak kecil malah berlari ke arah sebaliknya, ingin main hujan-hujanan. Jika dilarang, Anda tak mau semangatnya sirna dari wajahnya. Namun, jika tidak dilarang, Anda khawatir ia nantinya akan jatuh sakit. Adakah tips bermain hujan yang aman?

Sebenarnya, bukan bermain hujan-hujanan yang bisa sebabkan anak sakit, melainkan terpapar kuman penyebab penyakit. Kuman penyakit itu sendiri bisa datang dari air yang kotor, seperti air hujan yang turun melalui atap atau talang air atau banjir, karena mungkin sudah terkontaminasi dengan berbagai kotoran. Ini bisa menyebabkan penyakit seperti diare dan leptospirosis.

Perlukah melarang si Kecil hujan-hujanan?

Setiap anak suka dan butuh bermain dengan lepas. Melihat raut bahagia anak bermain tentunya membuat setiap orang tua juga bahagia. Tak hanya dengan mainan, hujan bisa menjadi media permainan yang menarik sekaligus bermanfaat.

  1. Baik untuk kulit

Kelembapan udara saat hujan turun ternyata bisa membuat kulit menjadi semakin sehat. Ini karena air hujan memiliki pH basa yang baik untuk kulit tubuh.

  1. Membantu tubuh lebih relaks

Aroma yang muncul saat hujan, khususnya saat bersentuhan dengan tanah atau yang disebut sebagai petrichor ini juga bisa menenangkan pikiran dan meredakan stres.

  1. Melatih motorik dan sensori

Ketika anak bermain bersama teman-temannya di bawah siraman hujan, ia akan menggerakkan seluruh tubuhnya untuk berlari, melompat, menadah hujan dengan tangan, mencipratkan air, hingga merasakan perubahan sensor dari panas ke dingin. Semua aktivitas tersebut menstimulasi saraf motorik dan sensori, serta kemampuan fisik yang optimal, terutama rangsangan kulit yang langsung terkena air hujan.

  1. Menambah pengetahuan

Saat anak main hujan-hujanan, Anda bisa ikut menemaninya sambil menjelaskan secara sederhana mengenai hujan. Seperti dari mana datangnya, bahaya jika hujan mengguyur terlalu lama, atau menjawab apa pun pertanyaan anak tentang keingintahuannya terhadap hujan dan alam.

  1. Merangsang kreativitas dan imajinasi anak

Anda bisa mengajak anak membuat dan bermain perahu kertas, mengumpulkan air hujan di wadah, dan lain-lain. Anda dan anak pun bisa berimajinasi, berlagak sebagai penari atau jagoan. Itu semua bisa berdampak positif terhadap perkembangan mental anak.

  1. Belajar tentang konsekuensi

Ada sebab, ada akibat. Jika anak bermain hujan-hujanan, tubuhnya akan basah. Jika terlalu lama main hujan-hujanan, ia bisa kedinginan dan kemungkinan jatuh sakit. Hukum sebab akibat ini perlu ditanamkan sejak dini sehingga anak bisa belajar memikirkan konsekuensi sebelum bertindak.

  1. Membangun kedekatan anak orang tua (bonding)

Saat mandi hujan, baik orang tua maupun anak bisa tertawa bersama, main kejar-kejaran, menari, dan menciptakan berbagai momen seru. Main hujan-hujanan bersama anak bisa menciptakan dan memperkuat bonding.

Bonding anak memegang peranan penting untuk tumbuh kembang anak. Demi menjalin tali kedekatan ini, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Mulai dari bermain bersama, membacakan cerita sebelum tidur, mengobrol, atau apa pun aktivitas quality time yang dihabiskan bersama.

Manfaat  bonding ada bermacam-macam. Menurut sebuah studi tahun 2014 yang dilakukan Universitas Illinois, Amerika Serikat (AS), yang dipublikasikan di jurnal “Developmental Psychology”, anak yang dekat dengan orang tuanya akan lebih positif, menjadi teman bermain yang reponsif, dan bisa beradaptasi dengan teman sebayanya yang sulit dengan cara menegaskan tentang apa yang ia butuhkan.

Sebelumnya juga ada penelitian oleh Universitas Iowa, AS, yang terbit dalam jurnal “Child Development” tahun 2012 mengenai pentingnya bonding yang dilakukan sedini mungkin. Ditemukan bahwa bayi yang dekat dengan orang tuanya cenderung tak akan bermasalah, agresif, atau mengalami masalah perilaku dan emosional saat ia mencapai usia sekolah.

Tak hanya itu, studi tahun 2016 dalam “Jounal of Marriage and Family Values” menemukan banyak individu yang mengalami depresi, kecemasan, dan perilaku akibat lepasnya kedekatan emosi (detachment), sebelumnya pernah mengalami masa kecil yang terpisah atau tidak dekat dengan orang tuanya.

  1. Mengandung nitrogen

Air hujan mengandung unsur nitrogen. Apabila anak main hujan-hujanan, maka tubuhnya akan memperoleh unsur nitrogen yang mendorong sintesis protein dan penciptaan senyawa asam amino yang berpengaruh pada pertumbuhan, hormon, fungsi otak, dan kekebalan tubuh.

1 dari 2 halaman

Tips agar anak tetap sehat setelah anak main hujan-hujanan

Boleh-boleh saja membiarkan anak sesekali bermain hujan-hujanan, dengan catatan rintik hujannya langsung dari langit (bukannya dari atap atau talang air) dan anak selalu mendapat asupan gizi seimbang dan istirahat secara cukup.

Catatan penting lainnya adalah jangan hujan-hujanan saat hujan pertama. Faktanya, hujan yang turun pertama kali di awal musim adalah hujan yang berfungsi membersihkan polusi udara. Polusi udara akan terbawa dengan air hujan dan pastinya ini tak baik untuk kesehatan si Kecil.

Nah, setelah anak selesai main hujan-hujanan, pastikan untuk melakukan langkah-langkah ini:

  1. Segera lepas pakaian dan mandi air hangat

Segera lepas atau minta anak melepaskan pakaian yang basah kuyup lalu siapkan air hangat untuk mandi. Ini penting agar kelembapan tidak meresap hingga paru-paru. Air hangat juga berguna untuk menyeimbangkan suhu tubuh.

Pastikan anak merendam dan menggosok kaki dengan air garam hangat atau menggunakan sabun untuk mencegah infeksi bakteri yang terbawa air hujan. Cuci rambut dengan sampo untuk ‘membilas’ kuman penyakit. Pilih juga sampo yang mengandung pro-vitamin B5 agar rambut anak tetap halus, lembut, dan mudah diatur sepanjang hari.

  1. Cuci tangan dengan benar

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat membantu mengusir kuman dan bakteri yang menempel di tubuh anak saat ia main hujan-hujanan. Ajari anak untuk membasahi tangan dengan air, gosok seluruh bagian tangan dengan sabun selama 20 detik, bilas bersih dengan air, lalu keringkan dengan handuk atau tisu bersih.

  1. Konsumsi makanan hangat dan tidur cukup

Setelah hujan-hujanan, tubuh anak akan dingin dan lapar. Setelah mandi, Anda bisa memberinya makanan dan minuman hangat untuk menghangatkan tubuhnya dari dalam. Berikan ia makanan bergizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Ini penting untuk membentuk daya tahan tubuh yang kuat pada anak.

Pada malam harinya, jangan sampai anak kurang tidur. Anak usia sekolah (5–10 tahun) perlu tidur 10–11 jam setiap malam, dan lebih lama lagi untuk anak dengan usia yang lebih muda. Tidur cukup bisa membantu sistem kekebalan tubuh mereka bekerja dengan baik.

Mengingat main hujan-hujanan memiliki manfaat terhadap tumbuh kembang anak, Anda tak perlu selalu melarangnya. Biarkan ia sesekali menikmati guyuran rintik hujan.

Pastikan Anda tahu apa yang harus dilakukan setelah anak selesai main hujan-hujanan, agar ia tetap terlindungi dari serangan penyakit. Bekali anak dengan makanan sehat bergizi seimbang serta memastikannya beristirahat secara cukup agar daya tahan tubuhnya terjaga. Yuk, sambut musim hujan dengan gembira, dengan main di luar dan bahagia!

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar