Sukses

Rambut Anak Sering Rontok, Pertanda Apa?

Rambut anak yang sering rontok bisa menjadi pertanda adanya kondisi tertentu. Mari kenali penyebabnya bisa ditangani dengan tepat.

Klikdokter.com, Jakarta Jangan keliru, masalah kerontokan rambut tak hanya bisa menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak usia 1-3 tahun. Kerontokan rambut pada usia tersebut, apalagi yang sering terjadi, tak boleh disepelekan. Sebaiknya Anda mencari tahu penyebabnya karena rambut rontok bisa merupakan pertanda kondisi tertentu. Setelahnya, barulah diskusikan dengan dokter mengenai penanganan dan pengobatan yang tepat.

Penyebab nonmedis rambut rontok pada anak

Rambut anak yang rontok bisa terjadi secara nonmedis. Misalnya, rambut bayi baru lahir rontok saat beberapa bulan pertama kehidupannya, lalu diganti dengan rambut yang lebih permanen.

Seiring bertambahnya usia, ada beberapa faktor yang menjadi pemicu kerontokan rambut nonmedis pada anak, yaitu:

  • Penggunaan bahan kimia yang keras dan berbahaya dalam produk perawatan rambut
  • Mengeringkan rambut menggunakan hair dryerdengan suhu yang terlalu tinggi
  • Mengepang atau mengikat rambut terlalu kencang
  • Kebiasaan menyisir atau menyikat rambut anak yang masih dalam keadaan basah
  • Gesekan dengan bantal dan permukaan lainnya yang sering ditiduri anak-anak

Kerontokan rambut anak yang bersifat nonmedis dapat diatasi dengan menghindari faktor-faktor penyebab di atas.

Penyebab medis rambut rontok pada anak

Jika rambut anak sering rontok atau jumlahnya berlebihan, terkadang ada alasan medis yang jadi penyebab kerontokan. Di antaranya adalah:

  1. Tineakapitis

Tineakapitis—atau kurap kepala—merupakan infeksi jamur pada kulit kepala yang sering dialami anak-anak. Gejala penyakit ini bisa berbeda-beda. Namun, umumnya kulit kepala anak akan terasa sangat gatal. Selain itu, kulit kepala anak akan terlihat bersisik, berwarna merah, dan kadang bengkak akibat terlalu sering digaruk.

Kebotakan bisa terjadi pada area yang terinfeksi. Biasanya, pada bagian kepala yang mengalami kebotakan, akan tampak titik-titik hitam yang sebenarnya merupakan rambut yang telah patah.

Mengingat tineakapitis adalah penyakit menular, pastikan anak tidak berbagi benda apa pun dengan orang lain, khususnya benda yang menyentuh kepala seperti topi, bantal, gunting rambut, atau sisir.

  1. Alopeciaareata

Berbeda dengan tineakapitis, alopeciaareata merupakan kondisi rambut rontok yang tidak menular. Kondisi ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang folikel rambut. Folikel rambut sendiri berfungsi sebagai unit pertumbuhan pada setiap batang rambut.

Apabila folikel rambut mengalami kerusakan, ini berarti tidak ada rambut yang tumbuh di folikel tersebut. Akibatnya, muncul kebotakan di daerah kepala tertentu yang biasanya tampak mulus, berbentuk lingkaran atau oval, dan berwarna merah muda pucat.

Kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya dan tidak kambuh lagi. Namun, pada beberapa anak ada juga yang mengalami sejumlah episode sembuh dan kambuh hingga beberapa kali, hingga akhirnya rambut permanennya bisa tumbuh. Apabila kerontokan yang dialami anak cukup luas, pertumbuhan rambutnya bisa sama sekali tidak terjadi.

  1. Telogeneffluvium

Telogeneffluvium adalah kerontokan rambut yang disebabkan karena anak menderita stres berat atau depresi, setelah operasi, cedera parah, penggunaan obat tertentu, demam tinggi, infeksi berat atau penyakit lainnya, serta perubahan hormon secara tiba-tiba.

Kondisi ini bisa menyebabkan kebotakan sebagian atau seluruhnya. Sampai saat ini, belum ada tes khusus untuk diagnosis telogeneffluvium. Biasanya, setelah anak keluar dari situasi stres, pertumbuhan rambutnya akan kembali normal. Ini umumnya memakan waktu sekitar enam bulan sampai satu tahun atau lebih.

  1. Penyebab lainnya

    Rontoknya rambut pada anak berusia 1-3 tahun juga bisa didasari oleh kekurangan zink, penyakit terkait hormon, serta anemia.

    Setelah menyimak penjelasan mengenai penyebab rambut rontok anak di atas, tak ada salahnya untuk mulai melakukan langkah-langkah pencegahan. Lakukan tips ini!

    • Perhatikan asupan nutrisi

    Berikan anak asupan sayuran seperti brokoli, bayam, bahan MPASI dari buah-buahan yang kaya akan antioksidan, serta makanan lain yang mengandung zink, vitamin B kompleks, dan zat besi.

    • Mengubah posisi tidur

    Jika anak terus-terusan tidur dalam posisi telentang, Anda bisa mengubah posisi tidurnya ke arah samping atau tengkurap.

    • Memperhatikan teknik menyisir rambut anak

    Sisir rambut anak dari bagian tengah rambut hingga ke bawah untuk mencegah rambut kusut. Jika rambut bagian bawah sudah rapi dan terurai, barulah Anda bisa menyisir rambut bagian atas hingga tengah.

    Gunakan sisir yang bergigi besar dan jarang untuk memudahkan mengurai rambut anak yang kusut, apalagi setelah mandi, agar tidak patah atau rontok.

    • Gunakan sampo khusus anak

    Sampo dewasa memiliki kandungan yang berbeda dengan sampo khusus anak. Karena rambut orang dewasa lebih banyak, maka ada kandungan bahan kimia amonium laurelsulfate yang membuat sampo tersebut berbusa lebih banyak. Namun, efeknya bisa menyebabkan kerusakan folikel rambut dan kerontokan.

    Pilihlah sampo khusus anak yang dapat membersihkan dan melembutkan rambutnya dengan formula yang tidak pedih di mata, serta melindungi kulit kepalanya dari kekeringan dan iritasi ringan. Pilih juga sampo yang hypoallergenic sehingga aman untuk kulit anak yang sensitif.

Menyikapi rambut rontok pada anak tidaklah mudah. Karenanya, mari kenali tanda-tanda rambut rontok yang perlu dikhawatirkan karena bisa jadi terdapat kondisi medis yang mendasari. Paling mudahnya, untuk bisa merawat rambut anak, lakukan tips yang disebutkan di atas dan selalu sedia sampo khusus anak untuk membersihkan dan melembutkan rambutnya.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar