Sukses

Obat Bius Semprot, Ancaman Baru bagi Pengendara Motor

Kabar beredar tentang obat bius semprot yang digunakan sebagai modus kejahatan baru. Bagaimana efeknya bagi kesehatan pengendara motor?

Klikdokter.com, Jakarta Pada Kamis (14/2)kemarin, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) Republik Indonesia merilis 96 berita hoaks. Dari hasil penelusuran, salah satu yang menarik perhatian adalah hoaks soal obat bius semprot yang disebut dapat mengancam keselamatan pengendara motor.

Melansir dari Kompas.com, berita hoaks itu muncul ketika akun Facebook atas nama Wardoyo Adi Kurniawan mengunggah sebuah informasi mengenai kejahatan dengan modus menggunakan obat bius semprot. Disebutkan bahwa pelaku akan menyemprotkan obat bius ke helm yang terpasang pada motor yang sedang terparkir.

Ketika pemilik kembali dan mengenakan helm tersebut, obat bius disebutkan akan membuat pengendara kehilangan kesadaran. Pada saat itulah pelaku akan mencuri motor beserta barang milik korban.

Kabar itu menyebutkan bahwa kejahatan ini terjadi di Cikarang, Delta Mas, dan Kalimalang. Akan tetapi, ketika dicek oleh Kemenkominfo, berita tersebut ternyata hoaks lama yang diramu ulang. Sebelumnya, berita yang sama juga pernah beredar di Jawa Timur.

Bagaimana bila obat bius semprot benar-benar ada?

Berdasarkan hoaks tersebut, KlikDokter kemudian menelusuri obat bius semprot dan bahayanya bila benar-benar sampai terjadi. Nyatanya, obat bius semprot ternyata memang dijual bebas di situs jual-beli online dengan nama chlorophyll spray.

Sebagian besar penjual bahkan menyebutkan bahwa obat bius tersebut berguna sebagai obat tidur karena bisa membuat seseorang tidak sadarkan diri dalam waktu hanya 2-5 menit. Paling lama, efek dari penggunaan obat ini bekerja dalam jangka waktu 15 menit kemudian setelah disemprotkan.

Cara menggunakannya adalah dengan menyemprotkan obat di sekitar muka. Nantinya, Anda menjadi tidak sadarkan diri dalam waktu singkat. Efek sampingnya adalah membuat pemakainya merasa pusing dan berkunang-kunang, sampai akhirnya tertidur. Sejauh ini belum diketahui apa saja kandungan yang bisa menyebabkan orang tidak sadarkan diri akibat obat tersebut.

"Ketika pengendara motor kehilangan kesadaran, akan sangat berbahaya. Coba bayangkan saat berkendara tiba-tiba Anda tidak sadarkan diri, yang akan terjadi adalah kecelakaan yang bisa mengancam nyawa," ujar dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter.

Sebab, efek dari obat tersebut baru akan bekerja setelah 2-5 menit pengendara mengenakan helm. Artinya mungkin Anda sudah berada di jalan ketika merasakan efeknya.

Menurut dr. Adeline, obat bius semprot ini di dunia medis biasanya dipakai untuk tindakan operasi. Jika dimanfaatkan oleh orang yang tak bertanggung jawab, akan sangat berbahaya efek yang ditimbulkannya.

Mengutip dari situs obatbiussemprotchlorophyll.com, selama efek dari obat semprot ini masih tertinggal, orang yang terkena tidak bisa berpikir dengan baik dan akan terus mengantuk.

Hingga saat ini, obat bius semprot belum diketahui apa saja kandungannya. Akan tetapi, berdasarkan keterangan yang diberikan oleh penjual bahwa obat ini bisa menghilangkan kesadaran, sudah jelas ada bahaya yang ditimbulkannya. Oleh sebab itu, obat yang belum jelas ini lebih baik dihindari agar Anda tidak mendapatkan efek samping buruk akibat menggunakannya.

Setelah mendapat konfirmasi resmi dari Kemenkominfo bahwa obat bius semprot yang menjadi modus baru kejahatan tersebut adalah kabar bohong atau hoaks, setidaknya Anda para pengendara motor bisa lebih lega. Tapi setidaknya, lakukan pembersihan helm secara rutin agar tidak menjadi sarang pertumbuhan bakteri karena keringat yang menempel pada busa helm.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar